banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Rabu, 09 Mei 2012

Kita semua adalah seorang PEMIMPIN


"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya. (HR Bukhari)

yang artinya Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.

Ada suatu kisah seorang ibu yang sedang kerepotan mengurusi anak-anaknya yang masih kecil, lalu sang ibu meminta tolong kepada anaknya yang paling besar  (sudah SMP) untuk pergi ke pasar belanja kebutuhan lauk pauk dan sayur.
“Nak ini ibu sudah catatkan apa saja yang perlu dibelanjakan di pasar, nanti jika ada yang kurang jelas bisa tanya SMS ibu” . lalu pergilah sang anak ke pasar, karena baru pertama kali ke pasar anak itu bingung membeli tempat membeli tempe & tahu dimana, lalu anak itu bertanya pada orang yang ada dipasar ditunjukkan lah lokasinya, pergilah sang anak membeli tempe & tahu. Lalu berikutnya dia membeli ikan, tapi ternyata ikan yg dimaksudkan habis segera sang anak SMS ke ibunya untuk menanyakan bagaimana mau diganti ikan apa sambil menyebutkan jenis ikan yang tersedia. Sambil menunggu balasan sang Ibu , untuk menghemat waktu  lalu anak terus melanjutkan belanjanya sesuai list yang sudah tertulis. Singkat cerita akhirnya sang anak berhasil membelanjakan semua kebutuhan belanja dipasar dengan komplit sesuai list tersebut.

Ini adalah contoh kisah sederhana bagaimana sang anak yang masih kecil pun bisa memimpin dirinya sendiri dengan acuan tujuan yang sudah diberikan oleh ibunya. Sang ibu tidak memberikan secara detil di list tersebut, seperti untuk belanja tempe itu tempatnya dekat ini,ini, dan ini tetapi dengan kesadarannya sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri dia berinisiatif bertanya pada orang yang sudah paham dan saat di keadaan harus menentukan keputusan diluar kuasanya barulah ia bertanya pada sang ibu.  Disini sang anak tidak membutuhkan orang yang mengawasi saat ia melakukan kegiatan belanja, yang ia tau adalah menyelesaikan tujuan yang sudah diberikan oleh sang ibu, dan memberikan hasilnya sesuai tujuan tersebut.

Sama halnya dengan kaitan kita beragama, Allah menurukan perintah dan larangan kepada umatNya melalui Al Quran dan Hadits, dimana kita dengan tuntunan tersebut dapat jelas mengetahui arah tujuan kita secara jelas. Namun saat orang beribadah pertanyaannya adalah apakah dia ibadah karena jika dilihat orang saja ? Tidak , karena ibadah adalah bentuk tanggung jawab kita sendiri sebagai pemimpin bagi diri sendiri  yang kesemuanya akan ditanggungjawabkan kelak saat kita di akhirat.

Disebutkan dalam Al Qur an dan Hadits tentang bekerja sebagai bagian dari ibadah , diantaranya :
―Barangsiapa yang menjadi susah pada petang hari kerana kerjanya, maka terampunlah dosanya.‖ (Hadis riwayat Tabrani)
“Maka apabila engkau telah berada di dalam keluangan (setelah tadinya engkau sibuk), maka (bersungguh-sungguhlah bekerja) sampai engkau letih, atau tegakkanlah (persoalan baru) sehingga menjadi nyata.” Demikian pesan QS. 94:7

Jelaslah bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah, sudah tentu karena bagian dari ibadah apakah kita melakukannya jika ada yang melihat saja ?? Tidak bukan. Dimana dilakukan dengan sungguh-sungguh dan maksimal karena Allah. Ada tiga hal yang dijelaskan dalam alquran terkait etos kerja seorang muslim. Pertama, kerja adalah ibadah (QS. Azzariyat : 56). Kedua, kerja adalah amanah (QS. Al ahzab: 72) dan kerja adalah rahmah (QS. Ibrohim: 7).

Begitu juga dalam organisasi perusahaan seperti kisah sang ibu dan anak diatas. Kita sudah diberikan target dan tujuan yang jelas, tinggal team melaksanakan sesuai yang ditargetkan tersebut, jika ada yang kurang paham atau tidak jelas bisa bertanya kepada orang yang lebih paham, yaitu pada team yang lain yang dan juga pada relasi dan referensi media internet. Lalu jika ada suatu keputusan yang harus langsung ke atasan langsung bisa menanyakan.

Kuatkan tekad bahwa kita adalah pemimpin untuk diri kita sendiri, kita bekerja dengan tujuan bukan hanya mencari gaji semata, tapi bagian dari bentuk ibadah kita, dimana manfaat apa yang kita kerjakan adalah untuk banyak orang sesuai makna perusahaan dengan visi misi dan filosofi yang mulia.

Selalu semangat dan yakin bahwa kita bisa meraih sukses dan mulia bersama-sama, bawa kendaraan perusahaan ini sampai ke tujuan yaitu SUKSES MULIA.

FIGHT !!

note: Tulisan yang pernah saya share untuk team di Perusahaan

Jumat, 04 Mei 2012

Kekuatan kebiasaan yang diulang


Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. 

Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah. Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."
=============================================================,
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, jujur, peduli, adil, kerjasama & lain sebagainya.
Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.

Sukses untuk kita semua
Agung Nugroho Susanto

Belajar dari seekor Elang

Belajar dari Elang


Segala sesuatu di dunia ini memiliki manfaat bagi umat manusia. Seluruh makhluk hidup beserta pola hidupnya juga mengandung nilai-nilai filosofis yang luar biasa, karena dapat kita gunakan untuk menjalani kehidupan dengan lebih cerdas dan bijaksana. Salah satunya adalah nilai-nilai filosofis dari kehidupan burung elang.

Elang merupakan binatang yang mempunyai umur panjang, dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai usia tersebut ia harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke-40. Saat itu, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan bengkok sehingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi berat karena bulunya sudah tumbuh lebat dan tebal sehingga menyulitkannya untuk terbang.

Ia hanya mempunyai 2 pilihan: menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari. Sebelum transformasi dilaksanakan, maka ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk membuat sarang di tepi jurang dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh terlepas dari mulutnya dan menunggu beberapa hari hingga paruh baru tumbuh. Dengan paruh yang baru, ia harus mencabut satu per satu cakarnya. Ketika cakar-cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu-bulu di badannya satu per satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Lima bulan kemudian bulu-bulu yang baru sudah tumbuh. Saat itulah ia baru dapat terbang kembali. Dengan bulu, paruh dan cakar baru ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan berikutnya dengan penuh energi.


Tak berbeda dengan kehidupan burung elang yang bertransformasi, dalam hidup ini suatu ketika kita juga harus membuat sebuah keputusan besar untuk melakukan pembaharuan. Lepaskan segala hal negatif dari masa lalu yang membebani pikiran dan usaha kita, misalnya kebencian, kecemburuan, dendam, kesedihan,dan  kebiasaan buruk lainnya. Melepaskan segala hal negatif di masa lalu mungkin juga sulit dan menyakitkan sehingga memerlukan komitmen, semangat dan motivasi yang kuat. Ganti kebiasaan tersebut dengan kebiasaan  baru yang baik.
Proses awal tentu tak mudah, seperti elang tadi yang diperlukan kegigihan dan pengorbanan yang luar biasa. namun akhirnya dengan konsistensi maka kebiasaan lama yang buruk lambat laun akan tergantikan dengan kebiasaan baru yang lebih positif. 

Pemikiran akan mempengaruhi Tindakanmu
Tindakan akan mempengaruhi Kebiasaan.
Kebiasaan mempengaruhi Karakter
Dan Karakter mempengaruhi nasib kamu.

"Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya. "
-Albert Einstein-
Dari sinilah kita harus melakukan perubahan ataukah menjadi korban keadaan. Sudah banyak bukti bahwa orang-orang yang mampu menghancurkan beban masa lalu ataupun kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu, maka ia akan berhasil mencapai kesuksesan. Lihat saja dalam dunia kerja, bisnis, olah raga, seni kreatif, dan lain sebagainya.
Melepaskan pengalaman atau kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu adalah sebuah pilihan. Sebagai mahkluk yang berakal dan lebih mulia dibandingkan elang, sudah seharusnya kita mampu bersikap lebih baik, arif dan lebih kuat dari yang bisa dilakukan oleh elang.
Setiap hari adalah kesempatan untuk terus berbenah. Setiap tarikan nafas merupakan awal kehidupan baru dan Anda semua pasti mampu menjadikan kehidupan Anda lebih membahagiakan & berarti bagi orang lain.

Salam sukses mulia!

Senin, 02 April 2012

Pemimpin yang selalu ada


Pemimpin yang selalu ada

Seorang pemimpin adalah inspirator bagi anak buahnya. Kesuksesan seorang pemimpin serta chief executive officer (CEO) perusahaan sangat dipengaruhi kemampuannya dalam membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada atau "mengada".
Pemimpin perusahaan harus jeli melihat segala sesuatu di sekitarnya menjadi hal yang lebih bernilai. Tak hanya menangkap peluang bisnis, termasuk juga dalam dinamika dalam perusahaannya.
Misalkan dalam hal berinovasi produk. Walau memiliki divisi khusus riset, peranan CEO memunculkan ide-ide sangat penting. CEO harus mampu melihat hal-hal mendasar yang terkesan sederhana, setelah dirancang sedemikian rupa mampu menjadi suatu yang berharga.
Contoh sederhana dalam bisnis yang saya geluti yaitu laundry. Dalam proses produksi, ada suatu fakta bahwa kualitas air di tiap daerah berbeda-beda. Ada yang bagus, namun di beberapa tempat kualitas airnya buruk dan penuh bakteri.
Air berkualitas buruk menjadi hambatan besar bisnis saya. Kualitas dan kebersihan air sangat penting dalam bisnis laundry. Bayi dan orang yang memiliki kulit sensitif akan merasa gatal ketika menggunakan pakaian yang dicuci dengan air berkualitas buruk, sekalipun menggunakan detergen kualitas terbaik. Apa solusinya?
Saya lantas teringat proses produksi di gerai air minum isi ulang. Ada proses sterilisasi air dengan sinar ultraviolet hingga bisa diminum. Dari sini, tercetus ide untuk menerapkan proses sterilisasi air pada bisnislaundry, seperti pada gerai air isi ulang.
Ide ini saya lemparkan ke divisi riset kami. Hasilnya, kami berhasil membuat alat steril air yang dipasang di pipa air menuju mesin produksi. Ide sederhana ini memecahkan kendala kebersihan (hygienis) air.
Alat itu kini telah dipasang di ratusan gerai Simply Fresh Laundry. Bahkan kami mendapat penghargaan Rekor MURI sebagai laundry kiloan pertama yang menggunakan teknologi ultraviolet.
Hal lain dalam kemampuan "mengada" seorang CEO adalah saat dihadapkan pada pertumbuhan bisnis beberapa outlet kami yang kurang baik atau tidak sesuai target. Berbulan-bulan staf, supervisor, sampai manajer tidak mampu mengatasi kendala ini.
Sebagai pemimpin mereka, saya harus turun untuk membantu mengatasinya. Ternyata solusinya sangat sederhana dan ada di depan mata mereka, tapi kesulitan memformulasikannya sebagai solusi atas problem.
Kesimpulannya, untuk memecahkan suatu persoalan kita harus keluar dulu dari masalah itu. Ibarat melihat suatu benda yang kecil, jika benda terlalu dekat dengan mata maka tidak akan terlihat dengan jelas (buram). Setelah benda kita jauhkan akhirnya kita dapat melihat dengan jelas benda tersebut.
Kemampuan ini sangat dipengaruhi salah satu kecerdasan yang harus kita latih, yaitu kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ). EQ yaitu kemampuan mengendalikan emosi yang ada di dalam hati. Dengan kecerdasan EQ, otomatis kecerdasan intellectual quotient (IQ) akan ikut meningkat dengan sendirinya.
Dengan EQ dan IQ yang seimbang maka ide-ide yang out of the box, dan kemampuan mengatasi problem akan menjadi terasa mudah. Berdasar penelitian, orang yang mudah emosi hatinya selalu tidak tenang dan akan menurunkan kecerdasan otak atau IQ. Untuk itu wajib bagi seorang pemimpin menggali  dan menyeimbangkan kemampuan tersebut.
Salam sukses selalu.

Senin, 26 Maret 2012

Kebiasaan memberi dan berbagi

Materi saya ambil dari akun twitter saya @Agung_N_Susanto dengan hastag #memberi.

Salah 1 kunci dimudahkan sgala urusan adalah dgn prinsip memberi.Prinsip kebiasaan  dan berbagi sesungguhnya adalah prinsip investasi kepercayaan.prinsip mendahulukan , bukan menunggu & meminta adlh prinsip melepaskan energi kebaikan dari dalam diri.


Ingatlah prinsip aksi min reaksi. Bahwa sebuah aksi akan menciptakan reaksi. Dgn  mka akan mnimbulkan jg suatu reaksi.# kebaikan akan menghasilkan pula sesuatu kebaikan,yakni berupa meningkatnya investasi energi kepercayaan dari orang lain.



dlm berbisnis,bkerja,berkarya & sgala hal,jk ingin mendapatkan ksuksesan &kbahagiaan awalilah dgn kebiasaan memberi & berbagi. kebiasaan  = melepaskan energi (+) dari dlm diri.Energi ini sesungguhny tdk pernah hilang dri muka bumi,hny akan berubah bentuk saja. Energi positif berupa kebaikan ini akan kembali kepada diri kita dalam jumlah yang berlipat ganda. kmbali brupa kbahagiaan,kesenangan batin, ketenangan,kemudahan hidup,rejeki, keselamatan/ditolong org lain.


Banyak hal yang dapat diberikan dan dibagikan kepada orang lain, tidak harus harta dan uang .ex :  perhatian yg tulus,penghargaan,pujian dr hati,Menolong yg mbtuhkan,pengalaman & ilmu pengetahuan, dsb



Intinya awalilah dengan kebiasaan  dan berbagi, bukan menunggu dan meminta. DLm bidang apapun,jk prinsip  &berbagi dijlnkan mka tunggu sja kmudahan2 akn dtg dgn sndrinya pd kita. Rejeki dtg spt diantar,prtolongan saat ksulitan,apa yg dsmpaikan cpt diterima,&sgla kmudahan hidup lainnya. Kbiasaan  jg mbuat mjd rendah hati,jk dptkan ssuatu yg diluar keinginannya ttp tenang &sabar. 



kbiasaan  sbnrnya adlh mengikuti sifat2 mulia Allah yg sudah “built in” dlm hat Yakni Ar-Rahman & Ar-Rahim /Maha Pengasih & Pnyayang. Bagaimana dapat menjaga keikhlasan hati dalam  ? Kuncinya adalah menjaga kejernihan hati nurani.



Jika kita  ssuatu dgn hrapan ingin mendptkan blasan dr org tsb.brti hati kita blm jernih &msh trbelenggu.Jk  dgn pamrih maka tdk akan mjd energi (+). Org pun akan mrsakan itu hny sbg kepura2an belaka.Biasakan mengucap Bismillahirohanirohim niat tulus dari hati bhw apa yg kita berikan benar utk berbagi kebaikan.


contoh dlm bisnis,seorg sales yg niatnya bjualan sja (utk ambil keuntungan dr org yg ditwrkan),tnp niat utk  kan solusi apa yg tjd? yg tjd adlh kita sbg org yg ditwari akan menolak walau mungkin kita mnyukai produk tsb.krn kita mrsakan energi tdk nyman yg hdir bgitu sja.



berbeda jk niat pnjual adlh utk mmbntu & berikan solusi,bs jd sblknya.dr produk yg tdk suka mjd tertarik & mlah membeli. inlah kekuatan  bagi yg benar dgn tulus iklas niat untuk berbagi mka energi itu pun akan kmbali dgn kita dlm bntuk serupa.



balasan  & berbagi kadang tdk muncul dr org tsb.bisa dr org lain yg akan membalas kebaikan kita tsb. Utk itu biasakan utk  & berbagi pd siapapun,mka keberkahan hidup kita dlm bntuk kelancaran dlm sgala hal akan datang mngikuti. 



demikian sdkit sharing dr saya ttg  dan berbagi.semoga bermanfaat.Saatnya lanjut berkarya kmbali. Success is our right! if u want 




Rabu, 07 Maret 2012

PINTU PAHALA & PELEBUR DOSA (WAJIB BACA)


Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi dan utusan yang paling mulia.
Risalah ini ditujukan kepada setiap muslim yang beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Tujuan utama yang sangat urgen bagi setiap muslim adalah ia keluar meninggalkan dunia fana ini dengan ampunan Allah dari segala dosa sehingga Allah tidak menghisabnya pada hari Kiamat, dan memasukkannya ke dalam surga kenikmatan, hidup kekal didalamnya, tidak keluar selama-lamanya.
Di dalam risalah yang sederhana ini kami sampaikan beberapa amalan yang dapat melebur dosa dan membawa pahala yang besar, yang kesemuanya bersumber dari hadist-hadist yang shahih. Kita bermohon kepada Allah yang Maha Hidup, yang tiada Tuhan yang haq selain Dia, untuk menerima segala amalan kita. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
1. TAUBAT
“Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya” HR. Muslim, No. 2703. “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ketenggorokan”.
2. KELUAR UNTUK MENUNTUT ILMU
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga” HR. Muslim, No. 2699.
3. SENANTIASA MENGINGAT ALLAH
“Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci disisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi musuh lalu kalian tebas batang lehernya, dan merekapun menebas batang leher kalian. Mereka berkata: “Tentu”, lalu beliau bersabda: (( Zikir kepada Allah Ta`ala ))” HR. At Turmidzi, No. 3347.
4. BERBUAT YANG MA`RUF DAN MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN
“Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya” HR. Bukhari, Juz. X/ No. 374 dan Muslim, No. 1005.
5. BERDA`WAH KEPADA ALLAH
“Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” HR. Muslim, No. 2674.
6. MENGAJAK YANG MA`RUF DAN MENCEGAH YANG MUNGKAR.
“Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman” HR. Muslim, No. 804.
7. MEMBACA AL QUR`AN
“Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada pembacanya” HR. Muslim, No. 49.
8. MEMPELAJARI AL QUR`AN DAN MENGAJARKANNYA
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya” HR. Bukhari, Juz. IX/No. 66.
9. MENYEBARKAN SALAM
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam” HR. Muslim, No.54.
10. MENCINTAI KARENA ALLAH
“Sesungguhnya Allah Ta`ala berfirman pada hari kiamat: ((Di manakah orang-orang yang mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku))” HR. Muslim, No. 2566.
11. MEMBESUK ORANG SAKIT
“Tiada seorang muslim pun membesuk orang muslim yang sedang sakit pada pagi hari kecuali ada 70.000 malaikat bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan apabila ia menjenguk pada sore harinya mereka akan shalawat kepadanya hingga pagi hari, dan akan diberikan kepadanya sebuah taman di surga” HR. Tirmidzi, No. 969.
12. MEMBANTU MELUNASI HUTANG
“Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat” HR. Muslim, No.2699.
13. MENUTUP AIB ORANG LAIN
“Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di dunia kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat” HR. Muslim, No. 2590.
14. MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI
“Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya” HR. Bukhari, Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim, No. 2555.
15. BERAKHLAK YANG BAIK
“Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik” HR. Tirmidzi, No. 2003.
16. JUJUR
“Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga” HR. Bukhari Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim., No. 2607.
17. MENAHAN MARAH
“Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu menampakkannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai” HR. Tirmidzi, No. 2022.
18. MEMBACA DO`A PENUTUP MAJLIS
“Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis dan banyak terjadi di dalamnya kegaduhan lalu sebelum berdiri dari duduknya ia membaca do`a:(Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa Tidak ada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu) melainkan ia akan diampuni dari dosa-dosanya selama ia berada di majlis tersebut” HR. Tirmidzi, Juz III/No. 153.
19. SABAR
“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik berupa malapetaka, kegundahan, rasa letih, kesedihan, rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya kesalahan-kesalahannya” HR. Bukhari, Juz. X/No. 91.
20. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
“Sangat celaka, sangat celaka, sangat celaka…! Kemudian ditanyakan: Siapa ya Rasulullah?, beliau bersabda: ((Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya di masa lanjut usia kemudian ia tidak bisa masuk surga))” HR. Muslim, No. 2551.
21. BERUSAHA MEMBANTU PARA JANDA DAN MISKIN
“Orang yang berusaha membantu para janda dan fakir miskin sama halnya dengan orang yang berjihad di jalan Allah” dan saya (perawi-pent) mengira beliau berkata: ((Dan seperti orang melakukan qiyamullail yang tidak pernah jenuh, dan seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka” HR. Bukhari, Juz. X/No. 366.
22. MENANGGUNG BEBAN HIDUP ANAK YATIM
“Saya dan penanggung beban hidup anak yatim itu di surga seperti begini,” seraya beliau menunjukan kedua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.” HR. Bukhari, Juz. X/No. 365.
23. WUDHU`
“Barangsiapa yang berwudhu`, kemudian ia memperbagus wudhu`nya maka keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari ujung kukunya” HR. Muslim, No. 245.
24. BERSYAHADAT SETELAH BERWUDHU`
Barangsiapa berwudhu` lalu memperbagus wudhu`nya kemudian ia mengucapkan: (yang artinya) “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya,Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci,” maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki” HR. Muslim, No. 234.
25. MENGUCAPKAN DO`A SETELAH AZAN
“Barangsiapa mengucapkan do`a ketika ia mendengar seruan azan: (yang artinya) “Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah (derajat paling tinggi di surga) dan kelebihan, dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya” maka ia berhak mendapatkan syafa`atku pada hari kiamat” HR. Bukhari, Juz. II/No. 77.
26. MEMBANGUN MASJID
“Barangsiapa membangun masjid karena mengharapkan keridhaan Allah maka dibangunkan baginya yang serupa di surga” HR. Bukhari, No. 450.
27. BERSIWAK
“Seandainya saya tidak mempersulit umatku niscaya saya perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap shalat” HR. Bukhari II/No. 331 dan HR. Muslim, No. 252.
28. BERANGKAT KE MASJID
“Barangsiapa berangkat ke masjid pada waktu pagi atau sore, niscaya Allah mempersiapkan baginya tempat persinggahan di surga setiap kali ia berangkat pada waktu pagi atau sore” HR. Bukhari, Juz. II/No. 124 dan HR. Muslim, No. 669.
29. SHALAT LIMA WAKTU
“Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan ruku`nya kecuali hal itu menjadi pelebur dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak dilanggar suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang masa” HR. Muslim, No. 228.
30. SHALAT SUBUH DAN ASHAR
“Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore (subuh dan ashar) maka ia masuk surga” HR. Bukhari, Juz. II/No. 43.
31. SHALAT JUM`AT
“Barangsiapa berwudhu` lalu memperindahnya, kemudian ia menghadiri shalat Jum`at, mendengar dan menyimak (khutbah) maka diampuni dosanya yang terjadi antara Jum`at pada hari itu dengan Jum`at yang lain dan ditambah lagi tiga hari” HR. Muslim, 857.
32. SAAT DIKABULKANNYA PERMOHONAN PADA HARI JUM`AT
“Pada hari ini terdapat suatu saat bilamana seorang hamba muslim bertepatan dengannya sedangkan ia berdiri shalat seraya bermohon kepada Allah sesuatu, tiada lain ia akan dikabulkan permohonannya” HR. Bukhari, Juz. II/No. 344 dan HR. Muslim, No. 852.
33. MENGIRINGI SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT SUNNAT RAWATIB
“Tiada seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari 12 rakaat sebagai shalat sunnat selain shalat fardhu, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga” HR. Muslim, No. 728.
34. SHALAT 2 (DUA) RAKAAT SETELAH MELAKUKAN DOSA
“Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia berwudhu` dengan sempurna kemudian berdiri melakukan shalat 2 rakaat, lalu memohon ampunan Allah, melainkan Allah mengampuninya” HR. Abu Daud, No.1521.
35. SHALAT MALAM
“Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam” HR. Muslim, No. 1163.
36. SHALAT DHUHA
“Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2 rakaat dhuha” HR. Muslim, No. 720.
37. SHALAWAT KEPADA NABI SAW
“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah membalas shalawatnya itu sebanyak 10 kali” HR. Muslim, No. 384.
38. PUASA
“Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 35.
39. PUASA 3 (TIGA) HARI PADA SETIAP BULAN
“Puasa 3 (tiga) hari pada setiap bulan merupakan puasa sepanjang masa” HR. Bukhari, Juz. IV/No. 192 dan HR. Muslim, No. 1159.
40. PUASA 6 (ENAM) HARI PADA BULAN SYAWAL
“Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan, lalu ia mengiringinya dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal maka hal itu seperti puasa sepanjang masa” HR. Muslim, 1164.
41. PUASA `ARAFAT
“Puasa pada hari `Arafat (9 Dzulhijjah) dapat melebur (dosa-dosa) tahun yang lalu dan yang akan datang” HR. Muslim, No. 1162.
42. PUASA `ASYURA
“Dan dengan puasa hari `Asyura (10 Muharram) saya berharap kepada Allah dapat melebur dosa-dosa setahun sebelumnya” HR. Muslim,No. 1162.
43. MEMBERI HIDANGAN BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA
“Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa itu, dengan tidak mengurangi pahalanya sedikitpun” HR. Tirmidzi, No. 807.
44. SHALAT DI MALAM LAILATUL QADR
“Barangsiapa mendirikan shalat di (malam) Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” HR. Bukhari Juz. IV/No. 221 dan HR. Muslim, No. 1165.
45. SEDEKAH
“Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” HR. Tirmidzi, No. 2616.
46. HAJI DAN UMRAH
“Dari umrah ke umrah berikutnya merupakan kaffarah (penebus dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” HR. Muslim, No. 1349.
47. BERAMAL SHALIH PADA 10 HARI BULAN DZULHIJJAH
“Tiada hari-hari, beramal shalih pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari pada bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: “Dan tidak (pula) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda: “Tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun” HR. Bukhari, Juz. II/No. 381.
48. JIHAD DI JALAN ALLAH
“Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 11.
49. INFAQ DI JALAN ALLAH
“Barangsiapa membantu persiapan orang yang berperang maka ia (termasuk) ikut berperang, dan barangsiapa membantu mengurusi keluarga orang yang berperang, maka iapun (juga) termasuk ikut berperang” HR. Bukhari, Juz.VI/No. 37 dan HR. Muslim, No. 1895
.
50. MENSHALATI MAYIT DAN MENGIRINGI JENAZAH
“Barangsiapa ikut menyaksikan jenazah sampai dishalatkan maka ia memperoleh pahala satu qirat, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikubur maka baginya pahala dua qirat. Lalu dikatakan: “Apakah dua qirat itu?”, beliau menjawab: (Seperti dua gunung besar)” HR. Bukhari, Juz. III/No. 158.
51. MENJAGA LIDAH DAN KEMALUAN
“Siapa yang menjamin bagiku “sesuatu” antara dua dagunya dan dua selangkangannya, maka aku jamin baginya surga” HR. Bukhari, Juz. II/No. 264 dan HR. Muslim, No. 265.
52. KEUTAMAAN MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH DAN SUBHANALLAH WA BI HAMDIH
“Barangsiapa mengucapkan: (Laa ilaa ha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huma ‘alaa kulli syai’ing qadiir) sehari seratus kali, maka baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya 100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu menyamai hal itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya”. Dan beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: (Subhanallahi wa bihamdih) satu hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun seperti buih di lautan” HR. Bukhari, Juz. II/No. 168 dan HR. Muslim, No. 2691.
53. MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN
“Saya telah melihat seseorang bergelimang di dalam kenikmatan surga dikarenakan ia memotong pohon dari tengah-tengah jalan yang mengganggu orang-orang” HR. Muslim.
54. MENDIDIK DAN MENGAYOMI ANAK PEREMPUAN
“Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, di mana ia melindungi, menyayangi, dan menanggung beban kehidupannya maka ia pasti akan mendapatkan surga” HR. Ahmad dengan sanad yang baik.
55. BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN
“Ada seseorang melihat seekor anjing yang menjilat-jilat debu karena kehausan maka orang itu mengambil sepatunya dan memenuhinya dengan air kemudian meminumkannya pada anjing tersebut, maka Allah berterimakasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga” HR. Bukhari.
56. MENINGGALKAN PERDEBATAN
“Aku adalah pemimpin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan padahal ia dapat memenangkannya” HR. Abu Daud.
57. MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN
“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang para penghuni surga? Mereka berkata: “Tentu wahai Rasulullah”, maka beliau bersabda: “Nabi itu di surga, orang yang jujur di surga, dan orang yang mengunjungi saudaranya yang sangat jauh dan dia tidak mengunjunginya kecuali karena Allah maka ia di surga” Hadits hasan, riwayat At-Thabrani.
58. KETAATAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA
“Apabila seorang perempuan menjaga shalatnya yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya serta menaati suaminya maka ia akan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki” HR. Ibnu Hibban, hadits shahih.
59. TIDAK MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN
“Barangsiapa yang menjamin dirinya kepadaku untuk tidak meminta-minta apapun kepada manusia maka aku akan jamin ia masuk surga” Hadits shahih, riwayat Ahlus Sunan.
***
Judul Asli: 60 “baaban min abwabi Al-ajri wan kaffaraati al-khataya”- daarul wathan. Diterjemahkan oleh: Abdurrauf Amak Lc.