banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Kamis, 25 Juli 2013

Motivasi Kerja Sejati!

Motivasi Kerja Sejati

Untuk mengetahui motivasi kerja Sejati kita perlu memahami terlebih dahulu fungsi dan kedudukan bekerja. Mencari nafkah dalam Islam adalah sebuah kewajiban. Islam adalah agama fitrah, yang sesuai dengan kebutuhan manusia, diantaranya kebutuhan fisik. Dan, salah satu cara memenuhi kebutuhan fisik itu ialah dengan bekerja.
Motivasi kerja dalam Islam adalah untuk mencari nafkah yang merupakan bagian dari ibadah. Motivasi kerja dalam Islam bukanlah untuk mengejar hidup hedonis, bukan juga untuk status, apa lagi untuk mengejar kekayaan dengan segala cara. Tapi untuk beribadah. Bekerja untuk mencari nafkah adalah hal yang istimewa dalam pandangan Islam.

Motivasi Kerja Dalam Islam

Cobalah simak beberapa kutipan hadist dibawah ini. Anda bisa melihat bagaimana istimewanya bekerja mencari nafkah menurut sabda Nabi saw.
Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)
Luar biasa, dikatakan dalam hadits diatas bahwa mencari nafkah adalah seperti mujahid, artinya nilainya sangat besar. Allah suka kepada hambanya yang mau berusah payah mencari nafkah. Saya kira, ini lebih dari cukup sebagai motivasi kerja kita sebagai muslim. Bahkan, kita pun berpeluang mendapatkan ampunan dari Allah.
Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)

Hukumnya Wajib

Mencari rezeki yang halal dalam agama Islam hukumnya wajib. Ini menandakan bagaimana penting mencari rezeki yang halal. Dengan demikian, motivasi kerja dalam Islam, bukan hanya memenuhi nafkah semata tetapi sebagai kewajiban beribadah kepada Allah setelah ibadah fardlu lainnya.
Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Perlu diperhatikan dalam hadist di atas, ada kata sesudah. Artinya hukumnya wajib sesudah ibadah lain yang fardhu. Jangan sampai karena merasa sudah bekerja, tidak perlu ibadah-ibadah lainnya. Meski kita bekerja, kita tetap wajib melakukan ibadah fardhu seperti shalat, puasa, ibadah haji, zakat, jihad, dan dakwah. Jangan sampai kita terlena dengan bekerja tetapi lupa dengan kewajiban lainnya.

Jika Motivasi Kerja Sebagai Ibadah

Jika motivasi kerja kita sebagai ibadah, tentu yang namanya ibadah ada aturannya. Memang berbeda dengan ibadah ritual atau ibadah mahdhah, sebab bekerja sebagai ibadah ghair mahdhah. Artinya, dalam kaidah ushul Fiqh, kita memiliki kebebasan yang luas untuk bekerja selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Langkah pertama agar bekerja menjadi sebuah ibadah ialah harus diawali dengan niat, sebab amal akan tergantung niat. Niatkanlah bahwa bekerja sebagai salah satu ibadah kepada Allah.
Langkah kedua ialah pastikan dalam bekerja tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Untuk itu kita perlu memperhatikan:
  • Apa yang dikerjakan? Untuk apa kita bekerja? Apakah kita bekerja untuk sesuatu yang dihalalkan oleh agama? Pastikan kita bekerja untuk sesuatu yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.
  • Cara melakukan pekerjaan kita. Apakah cara-cara Anda bekerja sesuai dengan ajaran Islam? Bagaimana dengan pakaian, batasan antara laki-laki dan perempuan, dan sebagainya.

Etos Kerja Seorang Muslim

Jika tujuan bekerja begitu agung. Untuk mendapatkan ridha Allah Subhaanahu wa ta’ala, maka etos kerja seorang Muslim haruslah tinggi. Sebab motivasi kerja seorang Muslim bukan hanya harta dan jabatan, tetapi pahala dari Allah. Tidak sepantasnya seorang Muslim memiliki etos kerja yang lemah. Coba perhatikan diatas, ada kata-kata “susah payah” dan “kelelahan” yang menandakan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, dan jauh dari sifat malas.
Jadi, tidak ada kata malas atau tidak serius bagi seorang Muslim dalam bekerja. Motivasi kerja dalam Islam bukan semata mencari uang semata, tetapi serupa dengan seorang mujahid, diampuni dosanya oleh Allah SWT, dan tentu saja ini adalah sebuah kewajiban seorang hamba kepada Allah SWT.

Profesional dan Ahli

Dalam hadits diatas juga disebutkan kata profesional dan ahli. Jika motivasi kerja Anda sebagai ibadah, maka Anda akan melakukannya dengan sebaik mungkin. Anda akan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam bekerja. Anda terus belajar dan berlatih agar semakin hari menjadi semakin ahli dalam bekerja. Kemauan Anda untuk belajar dan meningkatkan kemampuan bisa dijadikan ukuran apakah motivasi kerja Anda untuk ibadah atau bukan.

‘Adil Dalam Bekerja

Salah satu bentuk profesional itu adalah ‘adil, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Jika waktunya bekerja, Anda bekerja. Jika waktunya istirahat atau shalat, Anda bisa shalat dan istirahat. Jika tidak, maka bisa termasuk melakukan hal yang dzalim, tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. ‘Adil juga berarti, Anda bekerja sesuatu tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang Anda miliki.
Semoga motivasi kerja kita semua sebagai ibadah dan dibuktikan dengan melakukan pekerjaan sebaik mungkin.

Jumat, 24 Mei 2013

Kunci kebahagiaan yang sesungguhnya


  • Jika bahagia adalah suatu pujian, tatkala pujian sering terlontarkan lama-lama juga akan menjadi biasa saja.
  • Jika bahagia adalah sebuah materi (uang), dari hasil suatu survey kepada para profesional ternyata berapapun sallary yang diberi masih saja terasa kurang serta tidak membuat merasa bahagia, dan banyak orang-orang yang berlimpah harta hidupnya tidak tenang dan hampa.
  • Jika bahagia adalah suatu jabatan, tatkala telah mencapai titik puncak pun masih terus terasa kurang.
  • Jika bahagia adalah memiliki kendaraan mewah, ternyata bahagia hanya sebentar saja, setelah itu kembali merasa biasa.
  • Jika bahagia adalah pasangan yang selalu memperhatikan, ternyata setelah terus diperhatikan ada saja kekurangan lain yang membuat kita menjadi tidak bahagia.
  • dst. dst. dst..

Karena apa yang kita sebut selama ini sebagai kebahagiaan adalah suatu fatamorgana yang tampak menyenangkan, namun akan dengan mudah hilang dan kembali menjadi netral atau bahkan negatif. Karena bukan itulah makna sesungguhnya kebahagiaan tersebut.
“kalau anda jadikan KEBAHAGIAAN jadi tujuan hidup.hampir pasti ditakdirkan anda GAGAL! Perasaan adalah TIDAK STABIL,ibarat rolercoster yg naik turun.Kebahagiaan mrpkn bagian dari perasaan tidak dapat diandalkan sebagai ukuran SUKSES.upaya mengejar kebahagiaan terus menerus alasan utama begitu banyk orang nelangsa.” (saya ambil dari buku John C.Maxwell)
Nah inilah jawabannya :
“Ketahuilah, didalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah ia adalah hati” (HR. Bukhari –Muslim) 

Disebutkan bahwa SQ (Spiritual Quotient/Kecerdasan Spiritual) lah yang mampu memberikan ketenangan tertinggi, bukan IQ ataupun EQ. Ketika manusia pasrah secara spiritual, ketika merasa kemampuannya telah habis, ketika manusia tidak berdaya dihadapan Sang Illahi, justru saat itulah kecerdasan spiritual mengambil peranan penting.
SQ dengan leluasa memberikan ketenangan secara fantastis sehingga fungsi IQ (otak neo cortex) dan EQ (amygdala) kembali stabil dan berfungsi normal.

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha, lagi di ridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku,dan masuklah dalam surga-Ku” (QS.Al-Fajr  : 27-30)

Berapa kali disebutkan di dalam Al-Quran tentang Qalbu, yang membuat manusia sebagai hamba-Nya untuk selalu mengikut Qalbu/ Kata Hatinya di dalam berbuat/memutuskan sesuatu. Namun yang jadi suatu pertimbangan adalah, terkadang ada campur aduk antara suara hati,emosi dan persepsi. Yang masing-masing dipengaruhi oleh berbagai keadaan dan kondisi.

ungkin kita merasa apa yang kita lakukan sebagai suara hati, namun sebenarnya itu karena dorongan emosi. Bayangkan jika seluruh aktivitas atau perilaku kita terdorong dan termotivasi hanya karena emosi dan persepsi, bukan karena suara hati, jika ini terjadi tentunya orang akan lebih banyak mengikuti kepentingan dan prsangakanya saja, ketimbang mendengarkan & merasakan suara-suara kebaikan dari dalam hati nurani. Kegagalan mengenali suara hati ini bisa berujung pada “ketidakseimbangan tatasurya jiwa” yang banyak terjadi saat ini pada negeri ini.

“Dan kebanyakan dari mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya prasangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan” (QS.Yunus : 36)

Agar mudah mengenali belenggu-belenggu yang terbentu oleh persepsi/paradigma dan emosi yang mungkin ada dalam diri kita, ada 7 belenggu yaitu :
1.Prasangka Negatif
2.Pengaruh Prinsip Hidup (hal-hal yang diyakini secara pribadi)
3.Pengaruh Pengalaman
4.Pengaruh Kepentingan
5.Pengaruh Sudut Pandang (hanya melihat satu sudut pandang saja)
6.Pengaruh Pembanding (bandingkan diri sendiri dan orang lain)
7.Pengaruh Fanatisme

Lalu bagaimana untuk mengetahui Suara Hati atau membuat keputusan spiritual ?
Yaitu dengan menempatkan posisi diri pada posisi zero / nol. Dan menomorsatukan sifat Allah, dimana kita bertindak mendekati seperti sifat Allah (Asmaul-husna) tersebut. Walau tidak semua sifat Allah seperti Maha Kekal,Maha Mengetahui, dan lainnya yang tidak bisa ditiru oleh kita hamba-Nya, tetapi berusaha mendekatkan pada sifat-sifat Allah tersebut seperti : Keadilan, Cinta, Berhati Luas, Bijaksana, Pengasih, Kejujuran.
Pada prinsipnya simple nya yaitu dimana keputusan Sesuai Suara Hati adalah keputusan dimana sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan menghindari apa yang dilarang-Nya. Dengan cara memposisikan diri kita adalah 0, dan menomorsatukan Allah diatas segala-galanya. Jika kita seperti ini maka setiap keputusan yang dibuat akan membuat selalu hati menjadi tenang,damai, dan bahagia di jiwa. Ditambah kercerdasan lainnya IQ (logika bekerja normal) dan EQ (emosi terkendali) akan juga mengikutinya. 
Contoh, apabila motivasi pengambilan keputusan didasarkan pada “keadilan dan kejujuran” maka keputusan tersebut dinamakan keputusan spiritual (suara hati).
Apabila keputusan diambil berdasarkan dorongan emosi, seperti “kemarahan dan kekecewaan”, hasilnya menjadi keputusan emosional.
Dan apabila motivasi didasarkan pada persepsi dan paradigma, seperti “prasangka negatif,kepentingan,pengaruh pengalaman” maka keputusan yang dihasilkan adalahkeputusan persepsi.

Kembali kepertanyaan tujuan hidup adalah kebahagiaan, akan menjadi jelas disini dimana itu semua bisa tercapai, walau kebahagiaan adalah bagian dari perasaan yang naik – turun namun dengan melandaskan pada prinsip tauhid, menomorsatukan Allah dalam segala bertindak, membuat kita menjadi kecil dan menganggap hidup hanyalah bagian dari senda gurau yang tidak kekal, dimana tujuannya adalah akhirat. 

Penyebab munculnya emosi negatif berupa perasaan takut, marah , kecewa, khawatir dan sedih yang berlebihan, sesungguhnya bersumber dari terlalu menghambanya seseorang padayang tidak kekal (selain Allah), seperti uang, atasan, anak, orang tua, teman,dsb.

Ketika emosi negatif seperti perasaan takut, kecewa, dan marah yang berlebihan muncul, maka suara hati tidak dapat berfungsi. Ini berakibat pada tidak bekerjanya kecerdasan spiritual. Sebaliknya, ketika kita mengganti prinsip materi kita dengan yang Maha kekal, maka yang terjadi adalah perubahan emosi yang tenang. Keadaan yang tenang dan stabil ini, akan memberikan peluang bagi suara hati spiritual untuk muncul, seperti sabar, tawakal, istiqamah, terpercaya dan ikhlas.

Kesimpulannya, prinsip Tauhid akan mampu menciptakan kestabilan emosi sehingga mampu mengeluarkan potensi suara hati. Kebahagiaan yang hakiki adalah Ridha Allah semata. Selama Allah Ridha (berada di jalan-Nya) itulah kebahagiaan sebenarnya.

Jelas bahwa kebahagiaan hidup didunia dan akhirat bisa tercapai dengan keceradasan Spiritual yang terjaga..
Ketika kita mengetahui prinsip ini dimana kita tidak lagi mengharap pada sesuatu yang fana (tidak kekal) seperti uang, jabatan, kedudukan, sanjungan, kendaraan, rumah, dan lain-lain.  Apa yang kita lakukan semua tulus ikhlas untuk sebagai bagian ibadah , dan ingatlah Allah Maha Adil maka kebaikan sekecil apapun akan dibalas-Nya kelak baik didunia ini dan di akhirat, seperti pada Hadits berikut :
“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. 
Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tarmidzi no. 2465)
Akhir kata Selamat berbahagia yang sesungguhnya, jadikan segala apa yang kita lakukan termasuk dalam bekerja sebagai bagian dari ibadah, jalankan dengan sungguh-sungguh bukan mengharap atas apapun, tapi mengharap Ridho Allah semata, maka dunia pun dengan sendirinya akan engkau raih. Inilah kucinya.
Salam sukses mulia

Selasa, 21 Mei 2013

Cerita perjalanan belajar bisnis


Selama weekend kemarin banyak agenda dijakarta dan dibogor yg berguna untuk kemjuan bisnis saya.
diprakasai oleh Endeavor Indonesia suatu lembaga NGO dari Amerika yg mewadahi sesi mentoring bagi entrepreneur yg baru tumbuh utk dipertemukan dgn para profesional dan entrepeneur senior yg ahli dibidangnya.

"Belajarlah kepada ahlinya, supaya proses trial and error dapat terlampaui dengan cepat dan bisa melesat cepat"

Sedikit cerita
Jumat,
di pagi menjelang siang sy dipertemukan dengan Bpk.Cyril Noerhadi ,ex chairman Bursa Efek Jakarta, di financial club 27th floor Graha CIMB Sudirman.
Luar biasa beliau krn jam terbang yg tinggi dgn cpt bs memberikan mentor & kptsan strategis,trkait financial & kunci lompatan.
beliau skrg concern dbidang Private Equity (perushaan investor permodalan) &  trtarik utk mjd investor di Simply Group

selesai meeting dilanjut jumatan di gedung sebelah, ehh selesai jumatan sepatu sy raib ,ternyata di lingkungan elit sudirman tetep ga jauh beda masih banyak yg berkeliaran para "pekerja sambilan" hehe.. saya ga tau klo ada tempat penitipan, karena melihat banyak sepatu2 lain yg juga tdk dititipkan.hikmahnya kalau di bahasa marketingkan pencurinya pintar, paham tentang Target market.. :)

krn sesi mentoring selanjutnya dilanjut sore hari akhirnya terpaksa saya ke mall sebelah (pacific place) untuk membeli sepatu dgn bersandal jepit ria , sandal jepti dikasih oleh penjaga masjid yg berbaik hati "iya pak ini sandal jepit disediakan buat yg kehilangan sepatu, krn disini sering kehilangan"

pertemuan di city buliding, daerah sudirman juga dengan Bpk.Tigor Siahaan. PresDir City Bank . banyak ilmu tentang finance dan strategi2..

----------------
Sabtu-Minggu (diluar kegiatan endeavor)
berangkat ke Bogor utk bertemu teman2 pebisnis di kediaman salah seorang teman, luar biasa head office yg besar dengan 5 tingkat seluas 2000m2, berdiri diatas tanah 5000m2.
Teman saya ini punya hobbi berkuda, dan kami pun sempat merasakan bagaimana ngendalikan kuda jerman - australi yg tinggi besar.

skip
--------------
Senin
kembali ke jakarta, utk sesi mentoring berikutnya dengan Mr.Bruno Wauters.
seorang CEO perusahaan Mineral yg area kerjanaya di Asia Pasific.
Walau bahasa inggris saya tidak begitu fasih tapi syukur pertemuan dapat berjalan lancar karena didampingi oleh pihak endeavor.
---------------
dari ketiga mentor mengatakan perusahaan saya jalankan ini sangatlah berprospek,tinggal dibenahi dan dimaksimalkan lagi dengan beberapa strategi yang tepat.

Salam sukses mulia!

Selasa, 14 Mei 2013

Hal yang membuat kita melesat



Kenapa ada organisasi / perusahaan / tokoh yang begitu hebatnya memberikan pengaruh pada dunia, dan sebagian lainnya terlihat biasa-biasa saja, padahal jika dilihat memiliki kapasitas yang tidak jauh berbeda.


Ya, ada “sesuatu” disini yang tidak kasat mata membuat mereka menjadi  berbeda. Kembali pertanyaannya apakah “sesuatu” itu ?


Seorang penulis buku bernama Simon Sinek memberikan jawabannya dalam prinsip yang dia sebut “The Golden Circle” (lihat gambar di attach)


Jadi mereka yang menginspirasi dan memberikan pengaruh tersebut adalah mendasarkan dengan pertanyaan Why ?   baru dilanjutkan How ? dan What ? Mereka berpikir dari dalam keluar, sedangkan orang lain kebanyakan berpikir dari luar kedalam.


Contohnya adalah perusahaan Microsoft dan Apple. Microsoft dengan mendasarkan Filosofi / Visi nya adalah “ingin membuat komputer ada disetiap rumah keluarga di dunia”  dan BOOM! karena yang menjadi pondasi tindakannya adalah untuk kemuliaan/kebaikan dengan cepat Microsoft berkembang dengan pesat dan menjadikan Bill Gates orang terkaya di dunia.


Kita lihat Apple, sebuah perusahaan komputer yang fenomenal dimana setiap produknya dinanti-nantikan. Kenapa orang banyak membeli IPod dari sebuah perusahaan komputer ? Bukankah Mp3 player sebelum ada Ipod pun sudah banyak beredar? Lalu kenapa I-Pad sebagai tablet unggulan dan berbeda, sedangkan bukankah banyak tablet lain yang jauh lebih murah dan terjangkau? Sama seperti jawaban Microsoft diatas, karena dia mendasarkan pada pola berpikir dari dalam ke luar, diawali pertanyaan Why ? Yaitu “Semua yang kami lakukan kami percaya berpikir secara beda dari yang sudah ada”   lalu dilanjutkan pertanyaan How ? “Untuk membuat kami berbeda kami mendesin produk kami dengan indah, sederhana, dan mudah digunakan” baru diakhiri dengan pertanyaan What ? ” Kami membuat komputer/ gadget yang hebat”


Contoh yang lebih simpel seperti ibarat kita pergi ke suatu mall kita ditawati seorang sales :

“Pak ini produk hebat loh ”  –> diawali What ?


ada juga sales yang lebih pintar menyampaikan “Pak Produk ini lebih hemat, dan canggih , yang jelas ini produk hebat” —> diawali How?


namun ada yang lain menyampaikan lebih dalam lagi “Kami ingin merubah hidup bpk menjadi lebih baik yaitu menggunakan gadget yg tentunya berbeda, produk ini dirancang sedemikian canggih dan tentunya hemat serta ramah lingkungan, produk ini hebat”  –> diawali Why ?


terasa bukan bedanya.. oleh karenanya kenapa saat kita memutuskan sesuatu kadang di hati kecil terdengar “saya tau ini bagus tapi sepertinya ada yang kurang” nah inilah yang membedakan antara mereka yang menjadi hebat , melesat karena mereka membuat orang lain meyakini apa yang diyakininya.


Kenapa bisa seperti itu ? ini terkait cara kerja otak manusia yang mana terdapa tiga lapisan otak yang masing-masing memiliki peran dan sama seperti prinsip Golden circle dimana yang terluar / neo korteks untuk berpikir analitis,rasional serta bahasa. Lalu dibagian tengah  dan terdalam /limbik otak terkait dengan perasaan,kepercayaan, kesetiaan,perilaku,pengambil keputusan. Inilah saat kita berkomunikasi dan meyakini apa yang kita lakukan adalah dari dalam keluar, seperti kita berkomunikasi langsung dengan bagian otak yang mengambil keputusan dan lalu orang akan merasionalkan dengan benda yang kita sampaikan dan kemudian melakukannya, membuat orang ingin menjadi bagian hal tersebut.disini kuncinya.

———————————

Lalu? ini bagian pentingnya…  Gunakan prinsip dan komunikasi ini untuk kita sebarkan pada semua tentang apa yang kita lakukan, persis seperti konsep diatas. Seperti yang kami lakukan pada Simply Group.


Why : Dalam segala sesuatu yang kami lakukan, kami percaya pada kebermanfaatan, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.


How : Cara kami menjadi bermanfaat adalah membuka banyak gerai/outlet diberbagai kota di seluruh dunia. Supaya bermanfaat buka lapangan kerja, menguntungkan investor, mensejahterakan karyawan serta layanan yang kami berikan ke umat manusia.


What : Dan kami melakukan itu dengan outlet Simply Fresh Laundry, SImply Prime Laundry, dan Simply Homy Guest House.


Jadikan ini sebagai tujuan “Membuat orang meyakini apa yang kita yakini, ini adalah nilai kebaikan yang membuat membawa orang ikut serta bersama kita bergabung”  Menjadikan pelanggan lebih loyal, membuat team semakin kuat, membuat orang terinspirasi dan ikut support, dan tentunya merubah dunia untuk menjadi lebih baik lagi.

SALAM SUKSES MULIA



Minggu, 28 April 2013

Melawan ketakutan dalam diri

Manusia mmiliki naluri utk mempertahankan diri,inilah yg sering menimbulkan ketakut2an di dalam hidupnya. Mau bisnis takut gagal,takut ditiru, takut ga ada modal, dan segala ketakutan lainnya yg membuat akhrnya tdk bergerak diam ditempat.tdk hanya didlm bisnis jg didlm segala perihal kehidupan lainnya, lawanlah ketakutan2 yg mbuat kita lemah tdk berdaya

Lawan ketakutan tsb yaitu dgn :
1. Memantaskan diri,bhw kita bisa kita mampu dan yakin smua bs hadapi,ini trkait kmantapan hati.
2. Stelah itu segeralah action,krn sering ktakutan2 tsb akan hadir datang "menggoda" kembali yg membuat kita mjd ragu dlm brtindak.

selama itu tdk melanggar perintah & larangan Allah kita tdk perlu takut utk menghadapinya, tdk ada kata takut dlm kebaikan.namun jk yg kita lakukan bnyk perintah Allah yg dilanggar hrslah takut,krn balasan Allah berupa adzab itu pasti ntah didunia/diakhirat

“Jikalau sekiranya penduduk negeri2 beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS.Al-A’raf 96).

Yakin apa yg diperintahkan-Nya pastilah benar.petunjuk bagi setiap hamba, slama dijln tsb tdk akan salah jalan slamat dunia akhirat

Tulisan diambil dari twitter saya @Agung_N_Susanto

Jumat, 19 April 2013

7 Kalimat yang menghambat kemajuan diri


Saya Tidak Bisa

Penghambat utama dan paling sering terdengar adalah kalimat “Saya tidak bisa”. Sungguh aneh sebenarnya mengatakan kalimat ini. Memang dulu waktu masih kecil, apakah Anda bisa baca seperti saat ini membaca artikel ini? Tidak bukan? Tapi sekarang Anda bisa membaca. Artinya yang sekarang Anda tidak bisa, nanti akan bisa jika Anda mau belajar.
Tidak ada bayi lahir sebagai pebisnis hebat. Misalnya ada berita:
“Telah lahir seorang pebisnis hebat”
“Telah lahir seorang penjual ulung”
“Telah lahir seorang pembicara hebat”
Tidak ada saudara! Yang lahir itu dimana-mana juga seorang bayi, anak laki-laki atau perempuan. Bagaimana pun hebatnya seorang Ibnu Sina, Muhammad Al Fatih, dan siapa pun itu, tetap saja saat lahir tidak bisa apa-apa kecuali yang bisa dilakukan bayi pada umumnya.
Saat Anda mengatakan tidak bisa, percayalah semua orang juga pernah tidak bisa. Saya bisa menulis sekarang, karena sejak dulu saya berlatih menulis. Tapi waktu bayi saya tidak bisa menulis. Anda tidak bisa, karena memang belum berlajar dan berlatih. Jadi intinya Anda mau atau tidak? Itu saja!

Saya Lakukan Besok

Jika Bisa Sekarang, Kenapa Besok?

“Memang benar koq, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Hari ini saya sibuk, jadi saya lakukan besok.”
OK, tidak masalah, jika memang benar-benar Anda sibuk hari ini sehingga tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Namun yang akan menjadi penghambat adalah saat Anda sebenarnya bisa melakukan sekarang, kemudian Anda mengatakan akan melakukan besok. Siapa yang menjamin Anda bisa melakukan besok?
Bisa jadi besok pun Anda akan mengatakan “Saya akan lakukan besok”.
Lusa, Anda akan mengatakan yang sama. Dan seterusnya, sampai Anda tidak melakukan sama sekali.
Serius, jika Anda mau maju, Anda harus melakukan apa yang harus Anda lakukan itu sekarang. Saya tegaskan, SEKARANG! Ups, maaf teriak. Kenapa? Saking pentingnya melakukan sekarang. Jika Anda melakukan sekarang apa yang seharusnya Anda lakukan, Anda akan menciptakan momentum dan sangat berharga untuk keberhasilan Anda.

Jika Itu Benar-benar Penting, Kenapa Nunggu Besok?

Jika ada sebuah tindakan sangat penting yang akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Maka lakukan sekarang, jangan ditunda-tunda.
“Tapi bener koq, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Saya banyak kesibukan yang lain.”
Itu artinya, Anda menganggp pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dilakukan besok. Itu adalah keputusan Anda. Serius, Anda menganggap tidak penting. Yang sedang saya bicarakan adalah tindakan yang benar-benar penting untuk kemajuan Anda, harus dilakukan sekarang. Jika menurut Anda bisa dilakukan besok, artinya itu tidak penting. Itu saja!

Saya Belum Nyaman

Serius, saya kasih tahu rahasianya, bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka mau melakukan sesuatu yang tidak nyaman. Jika tidak, mereka akan terus berada di zona nyaman. Saat anda mengatakan belum nyaman, tidak sreg, belum terbuka hati, dan kata-kata sejenisnya, artinya Anda masih betah di zona nyaman.
Serius, ini pengalaman pribadi saya. Saat saya hanya betah melakukan pekerjaan yang bisa dan biasa saja, saya tidak mengalami kemajuan yang berarti. Sekali saya mengubah, bahkan tidak nyaman sama sekali, maka kemajuan saya dapatkan. Begitu juga dengan Anda, cobalah berpikir untuk melakukan hal baru, selama itu untuk kemajuan Anda, meski pun itu tidak nyaman.
Sesuatu yang baru atau pertama kali dilakukan adalah tidak nyaman. Pada awalnya, berbicara di depan umum itu tidak nyaman. Gemetaran dan dag dig dug. Namun saya harus melakukan untuk kemajuan saya. Saya paksakan meski pun tidak nyaman.
Saya ingat saat berlatih public speaking. Saya masuk ke sebuah bus damri yang penuh, berisi mahasiswa, mahasiswi, dan penumpang lainnya, kemudian saya memberikan ceramah motivasi. Rasanya sangat tidak nyaman. Tapi setelah itu, berbicara di depan umum menjadi hal yang bisa dan nyaman-nyaman saja.
Rasa tidak nyaman hanya ada di awal, selanjutnya akan biasa. Menjual juga sama, sangat tidak nyaman. Namun jika sudah biasa, menjadi nyaman-nyaman saja.
Jadi jangan menunggu nyaman, Anda akan nyaman jika MAU melalui ketidaknyaman itu.

Saya Masih Bingung

Ini juga yang sering saya dengar dan baca: “Pak, sebenarnya saya mau bisnis … tapi masih bingung apa yang harus saya lakukan.”
Saya juga sama, saat saya memasuki dunia yang baru, bisnis yang baru, termasuk pekerjaan yang baru, pada awalnya saya bingung. Begitu juga saat bekerja, pada awalnya bingung. Saat Anda datang ke kantor pertama kali, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan nanti di kantor. Kemudian atasan atau penyelia kita akan membimbing kita, dan kita akhirnya mengetahui apa yang akan kita ketahui.
Bagaimana dengan bisnis? Sama saja. Mungkin akan bingung di awal, namun mulailah berjalan, Anda pun akan menemukan jalan. Ilustrasi yang bagus adalah lampu mobil yang hanya bisa menerangi jalan beberapa meter saja, namun setelah berjalan bisa menerangi seluruh jalan, sampai ratusan kilometer sekali pun.
Silahkan baca pada artikel Anda Akan Menemukan Jalan Sukses

Saya Takut Kecewa

Jika Anda takut kecewa kemudian Anda tidak melakukan apa-apa, sebenarnya Anda sedang menanti kekecewaan yang lebih besar lagi dimasa mendatang. Saat Anda bertindak, mungkin berhasil, mungkin juga tidak. Namun jika Anda tidak bertindak, Anda pasti gagal. Saat Anda tidak bertindak, sebenarnya Anda SUDAH gagal. Lalu kenapa tidak kecewa? Karena Anda tidak menyikapinya sebagai kegagalan. Padahal, jelas-jelas kegagalan.
Artinya, kecewa atau tidak kecewa itu bukan karena gagal atau tidak gagal, tetapi bagaimana Anda menyikapinya. Padahal, jika kita kaji lebih jauh, justru kegagalan sebenarnya saat Anda menyerah, tidak bertindak. Saat Anda mencoba, Anda sebenarnya tidak akan pernah gagal. Silahkan baca pembahasannya di artikel Adakah Gagal Itu?

Sudah Terlambat

Tidak ada kata terlambat. Allah saja masih memberikan umur kepada kita. Allah masih memberikan kesempatan kepada kita. Kenapa kita berani-beraninya mengatakan sudah terlambat? Terlambat itu saat ajal menjemput namun kita belum bertaubat.
Untuk bisnis, untuk karir, dan untuk pengembangan diri, tidak ada kata terlambat. Jika kita mengatakan sudah terlambat, karena kita berpikir sempit. Bukalah mata, harapan itu masih ada sebagaimana saya bahas pada artikel Bukalah Mata, Hati, dan Pikiran Anda – Harapan Itu Masih Ada.

Saya Sudah Melakukan Yang Terbaik

Kata siapa sudah terbaik? Kata Anda sendiri?
Belum, kalau Anda mau belajar lagi metode-metode yang lebih baik. Kalau Anda mau berlatih sehingga keterampilan Anda meningkat. Maka Anda bisa melakukan yang lebih baik lagi.
Anda harus memberikan peluang pada diri Anda, bahwa Anda masih bisa melakukan yang lebih baik. Tahukah Anda, para juara dunia itu, apa pun bidangnya, mereka selalu berlatih untuk meningkatkan kemampuan? Sungguh aneh, juara dunia saja bukan tetapi mengatakan sudah melakukan yang terbaik.
Anda bisa mencapai penghasilan revolusioner jika Anda mau membuka diri, yaitu membuang anggapan bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik. Silahkan baca selengkapnya pada ebookRevolusi Waktu.
Kesimpulan: Buang semua kalimat yang menghambat kemajuan diri Anda, sekarang!

Jumat, 15 Februari 2013

Cintai apa yang dimiliki


Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja yang sangat kaya. Akan tetapi, ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dari hari ke hari, ia merasa hidupnya kian hampa. Repotnya, dia sendiri tak tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Suatu pagi, ketika bangun dari tidur, Raja mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi. Karena penasaran, dia pun bergegas mendekati asal suara tersebut. Ternyata, suara itu berasal dari salah seorang pelayan kerajaan yang sedang membersihkan ruangan. Pelayan itu terlihat sangat menikmati hidupnya. Dengan penasaran sang Raja bertanya: “Wahai Pelayan, rahasia apa yang engkau miliki, sehingga bisa begitu bahagia?”

Pelayan itu pun menjawab, “Tuanku Raja, hamba tidak memiliki apa-apa, kecuali keluarga yang bahagia dan penuh syukur.”

Karena merasa penasaran dengan penuturan si Pelayan, sang Raja pun memanggil penasihat kerajaan yang bijaksana untuk dimintai saran. Kata sang Penasihat, “Yang Mulia, saya yakin bahwa si pelayan itu belum masuk Koin 99! Untuk menjelaskannya, mohon beri hamba koin emas sejumlah 99. Nanti, koin emas ini akan  hamba masukkan ke dalam tas, dan hamba letakkan di depan pintu rumah si pelayan.”

Singkat cerita, tas yang sudah berisi koin 99 itu kemudian diletakkan di depan rumah si pelayan. Sang Raja sendiri dengan perasaan ingin tahu, ikut menantikan bagaimana kira-kira reaksi si Pelayan.

Pada saat si pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut dan berteriak kegirangan karena menemukan tas besar berisi kepingan uang emas. Dengan tak sabar, si Pelayan pun mulai menghitungnya. Ternyata, hanya ada 99 keping uang emas—yang berarti tidak genap 100 keping! Lalu, pelayan itu pun mencarinya ke seluruh penjuru istana. Tetapi sia-sia saja, karena ia tetap tidak menemukannya. Jadi, dia bertekad akan bekerja lebih keras supaya dapat membeli 1 lagi koin uang emas sehingga jumlah uang emasnya bisa genap menjadi 100.

Karena begitu fokus akan ambisi dan pekerjaannya, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, si pelayan tak lagi bernyanyi dan bersiul gembira. Wajahnya terlihat begitu serius dan murung. Terlihat perubahan yang sangat drastis dalam diri si pelayan.

Sang Penasihat pun menjelaskan hal ini kepada raja, “Tuanku, itu artinya, Pelayan itu telah bergabung dengan Koin 99! Yaitu mereka yang memiliki banyak hal, tetapi merasa tidak bahagia. Mereka fokus bekerja untuk mengejar satu koin lagi supaya genap menjadi 100. Celakanya, dalam mengejar 1 koin ini, mereka lupa pada hal-hal lainnya. Mereka kekurangan waktu tidur, kekurangan waktu untuk keluarga, untuk lingkungan, serta kekuarangan waktu untuk kebahagiaan mereka sendiri. Terkadang, dalam mengejar satu koin emas ini, mereka rela mencelakai orang lain. Itulah yang hamba maksud dengan Koin 99, Yang Mulia.”

“Wahai engkau Penasehat yang bijak, sekarang aku memahami maksudmu,” jawab sang raja. “Mulai sekarang kuputuskan, untuk menghargai setiap apapun yang aku miliki.”

Netter yang Bijaksana,

Sebagaimana si Pelayan dalam cerita tadi, tanpa kita sadari, kita pun sering terfokus hanya pada ‘1 koin’ yang kurang, tanpa pernah bersyukur pada ‘99 koin’ yang sudah kita punya.

Padahal kita semua tahu, ada hal-hal yang tak ternilai harganya. Misalnya kesehatan, teman, sanak-saudara, bahkan keluarga. Bahkan kalau toh seandainya ada salah satu dari hal-hal tersebut tidak kita miliki, setidaknya kita masih memiliki umur dan waktu.

Mari teman-teman, mengembangkan dan menjalankan semua aktivitas dengan modal rasa syukur dan bahagia. Sehingga di sepanjang jalan, kita bisa selalu ringan tangan berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama keluarga.

Salam hangat, luar biasa!