Manusia mmiliki naluri utk mempertahankan diri,inilah yg sering menimbulkan ketakut2an di dalam hidupnya. Mau bisnis takut gagal,takut ditiru, takut ga ada modal, dan segala ketakutan lainnya yg membuat akhrnya tdk bergerak diam ditempat.tdk hanya didlm bisnis jg didlm segala perihal kehidupan lainnya, lawanlah ketakutan2 yg mbuat kita lemah tdk berdaya
Lawan ketakutan tsb yaitu dgn :
1. Memantaskan diri,bhw kita bisa kita mampu dan yakin smua bs hadapi,ini trkait kmantapan hati.
2. Stelah itu segeralah action,krn sering ktakutan2 tsb akan hadir datang "menggoda" kembali yg membuat kita mjd ragu dlm brtindak.
selama itu tdk melanggar perintah & larangan Allah kita tdk perlu takut utk menghadapinya, tdk ada kata takut dlm kebaikan.namun jk yg kita lakukan bnyk perintah Allah yg dilanggar hrslah takut,krn balasan Allah berupa adzab itu pasti ntah didunia/diakhirat
“Jikalau sekiranya penduduk negeri2 beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS.Al-A’raf 96).
Yakin apa yg diperintahkan-Nya pastilah benar.petunjuk bagi setiap hamba, slama dijln tsb tdk akan salah jalan slamat dunia akhirat
Tulisan diambil dari twitter saya @Agung_N_Susanto
Hal BESAR di awali dari sesuatu yang kecil. Begitu pula dalam menggapai kesuksesan, tidak ada yang instan semua butuh proses dan perjuangan. Inilah blog mengenai perjalanan, pengalaman, pembelajaran, petunjuk, hidayah dan PERJUANGAN. Semoga kita dapat menggapai kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.
banyak memberi banyak menerima
Minggu, 28 April 2013
Jumat, 19 April 2013
7 Kalimat yang menghambat kemajuan diri
Saya Tidak Bisa
Penghambat utama dan paling sering terdengar adalah kalimat “Saya tidak bisa”. Sungguh aneh sebenarnya mengatakan kalimat ini. Memang dulu waktu masih kecil, apakah Anda bisa baca seperti saat ini membaca artikel ini? Tidak bukan? Tapi sekarang Anda bisa membaca. Artinya yang sekarang Anda tidak bisa, nanti akan bisa jika Anda mau belajar.
Tidak ada bayi lahir sebagai pebisnis hebat. Misalnya ada berita:
“Telah lahir seorang pebisnis hebat”
“Telah lahir seorang penjual ulung”
“Telah lahir seorang pembicara hebat”
Tidak ada saudara! Yang lahir itu dimana-mana juga seorang bayi, anak laki-laki atau perempuan. Bagaimana pun hebatnya seorang Ibnu Sina, Muhammad Al Fatih, dan siapa pun itu, tetap saja saat lahir tidak bisa apa-apa kecuali yang bisa dilakukan bayi pada umumnya.
Saat Anda mengatakan tidak bisa, percayalah semua orang juga pernah tidak bisa. Saya bisa menulis sekarang, karena sejak dulu saya berlatih menulis. Tapi waktu bayi saya tidak bisa menulis. Anda tidak bisa, karena memang belum berlajar dan berlatih. Jadi intinya Anda mau atau tidak? Itu saja!
Saya Lakukan Besok
Jika Bisa Sekarang, Kenapa Besok?
“Memang benar koq, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Hari ini saya sibuk, jadi saya lakukan besok.”
OK, tidak masalah, jika memang benar-benar Anda sibuk hari ini sehingga tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Namun yang akan menjadi penghambat adalah saat Anda sebenarnya bisa melakukan sekarang, kemudian Anda mengatakan akan melakukan besok. Siapa yang menjamin Anda bisa melakukan besok?
Bisa jadi besok pun Anda akan mengatakan “Saya akan lakukan besok”.
Lusa, Anda akan mengatakan yang sama. Dan seterusnya, sampai Anda tidak melakukan sama sekali.
Serius, jika Anda mau maju, Anda harus melakukan apa yang harus Anda lakukan itu sekarang. Saya tegaskan, SEKARANG! Ups, maaf teriak. Kenapa? Saking pentingnya melakukan sekarang. Jika Anda melakukan sekarang apa yang seharusnya Anda lakukan, Anda akan menciptakan momentum dan sangat berharga untuk keberhasilan Anda.
Jika Itu Benar-benar Penting, Kenapa Nunggu Besok?
Jika ada sebuah tindakan sangat penting yang akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Maka lakukan sekarang, jangan ditunda-tunda.
“Tapi bener koq, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Saya banyak kesibukan yang lain.”
Itu artinya, Anda menganggp pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dilakukan besok. Itu adalah keputusan Anda. Serius, Anda menganggap tidak penting. Yang sedang saya bicarakan adalah tindakan yang benar-benar penting untuk kemajuan Anda, harus dilakukan sekarang. Jika menurut Anda bisa dilakukan besok, artinya itu tidak penting. Itu saja!
Saya Belum Nyaman
Serius, saya kasih tahu rahasianya, bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka mau melakukan sesuatu yang tidak nyaman. Jika tidak, mereka akan terus berada di zona nyaman. Saat anda mengatakan belum nyaman, tidak sreg, belum terbuka hati, dan kata-kata sejenisnya, artinya Anda masih betah di zona nyaman.
Serius, ini pengalaman pribadi saya. Saat saya hanya betah melakukan pekerjaan yang bisa dan biasa saja, saya tidak mengalami kemajuan yang berarti. Sekali saya mengubah, bahkan tidak nyaman sama sekali, maka kemajuan saya dapatkan. Begitu juga dengan Anda, cobalah berpikir untuk melakukan hal baru, selama itu untuk kemajuan Anda, meski pun itu tidak nyaman.
Sesuatu yang baru atau pertama kali dilakukan adalah tidak nyaman. Pada awalnya, berbicara di depan umum itu tidak nyaman. Gemetaran dan dag dig dug. Namun saya harus melakukan untuk kemajuan saya. Saya paksakan meski pun tidak nyaman.
Saya ingat saat berlatih public speaking. Saya masuk ke sebuah bus damri yang penuh, berisi mahasiswa, mahasiswi, dan penumpang lainnya, kemudian saya memberikan ceramah motivasi. Rasanya sangat tidak nyaman. Tapi setelah itu, berbicara di depan umum menjadi hal yang bisa dan nyaman-nyaman saja.
Rasa tidak nyaman hanya ada di awal, selanjutnya akan biasa. Menjual juga sama, sangat tidak nyaman. Namun jika sudah biasa, menjadi nyaman-nyaman saja.
Jadi jangan menunggu nyaman, Anda akan nyaman jika MAU melalui ketidaknyaman itu.
Saya Masih Bingung
Ini juga yang sering saya dengar dan baca: “Pak, sebenarnya saya mau bisnis … tapi masih bingung apa yang harus saya lakukan.”
Saya juga sama, saat saya memasuki dunia yang baru, bisnis yang baru, termasuk pekerjaan yang baru, pada awalnya saya bingung. Begitu juga saat bekerja, pada awalnya bingung. Saat Anda datang ke kantor pertama kali, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan nanti di kantor. Kemudian atasan atau penyelia kita akan membimbing kita, dan kita akhirnya mengetahui apa yang akan kita ketahui.
Bagaimana dengan bisnis? Sama saja. Mungkin akan bingung di awal, namun mulailah berjalan, Anda pun akan menemukan jalan. Ilustrasi yang bagus adalah lampu mobil yang hanya bisa menerangi jalan beberapa meter saja, namun setelah berjalan bisa menerangi seluruh jalan, sampai ratusan kilometer sekali pun.
Silahkan baca pada artikel Anda Akan Menemukan Jalan Sukses
Saya Takut Kecewa
Jika Anda takut kecewa kemudian Anda tidak melakukan apa-apa, sebenarnya Anda sedang menanti kekecewaan yang lebih besar lagi dimasa mendatang. Saat Anda bertindak, mungkin berhasil, mungkin juga tidak. Namun jika Anda tidak bertindak, Anda pasti gagal. Saat Anda tidak bertindak, sebenarnya Anda SUDAH gagal. Lalu kenapa tidak kecewa? Karena Anda tidak menyikapinya sebagai kegagalan. Padahal, jelas-jelas kegagalan.
Artinya, kecewa atau tidak kecewa itu bukan karena gagal atau tidak gagal, tetapi bagaimana Anda menyikapinya. Padahal, jika kita kaji lebih jauh, justru kegagalan sebenarnya saat Anda menyerah, tidak bertindak. Saat Anda mencoba, Anda sebenarnya tidak akan pernah gagal. Silahkan baca pembahasannya di artikel Adakah Gagal Itu?
Sudah Terlambat
Tidak ada kata terlambat. Allah saja masih memberikan umur kepada kita. Allah masih memberikan kesempatan kepada kita. Kenapa kita berani-beraninya mengatakan sudah terlambat? Terlambat itu saat ajal menjemput namun kita belum bertaubat.
Untuk bisnis, untuk karir, dan untuk pengembangan diri, tidak ada kata terlambat. Jika kita mengatakan sudah terlambat, karena kita berpikir sempit. Bukalah mata, harapan itu masih ada sebagaimana saya bahas pada artikel Bukalah Mata, Hati, dan Pikiran Anda – Harapan Itu Masih Ada.
Saya Sudah Melakukan Yang Terbaik
Kata siapa sudah terbaik? Kata Anda sendiri?
Belum, kalau Anda mau belajar lagi metode-metode yang lebih baik. Kalau Anda mau berlatih sehingga keterampilan Anda meningkat. Maka Anda bisa melakukan yang lebih baik lagi.
Anda harus memberikan peluang pada diri Anda, bahwa Anda masih bisa melakukan yang lebih baik. Tahukah Anda, para juara dunia itu, apa pun bidangnya, mereka selalu berlatih untuk meningkatkan kemampuan? Sungguh aneh, juara dunia saja bukan tetapi mengatakan sudah melakukan yang terbaik.
Anda bisa mencapai penghasilan revolusioner jika Anda mau membuka diri, yaitu membuang anggapan bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik. Silahkan baca selengkapnya pada ebookRevolusi Waktu.
Kesimpulan: Buang semua kalimat yang menghambat kemajuan diri Anda, sekarang!
Jumat, 15 Februari 2013
Cintai apa yang dimiliki

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja yang sangat kaya. Akan tetapi, ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dari hari ke hari, ia merasa hidupnya kian hampa. Repotnya, dia sendiri tak tahu apa yang menjadi penyebabnya.
Suatu pagi, ketika bangun dari tidur, Raja mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi. Karena penasaran, dia pun bergegas mendekati asal suara tersebut. Ternyata, suara itu berasal dari salah seorang pelayan kerajaan yang sedang membersihkan ruangan. Pelayan itu terlihat sangat menikmati hidupnya. Dengan penasaran sang Raja bertanya: “Wahai Pelayan, rahasia apa yang engkau miliki, sehingga bisa begitu bahagia?”
Pelayan itu pun menjawab, “Tuanku Raja, hamba tidak memiliki apa-apa, kecuali keluarga yang bahagia dan penuh syukur.”
Karena merasa penasaran dengan penuturan si Pelayan, sang Raja pun memanggil penasihat kerajaan yang bijaksana untuk dimintai saran. Kata sang Penasihat, “Yang Mulia, saya yakin bahwa si pelayan itu belum masuk Koin 99! Untuk menjelaskannya, mohon beri hamba koin emas sejumlah 99. Nanti, koin emas ini akan hamba masukkan ke dalam tas, dan hamba letakkan di depan pintu rumah si pelayan.”
Singkat cerita, tas yang sudah berisi koin 99 itu kemudian diletakkan di depan rumah si pelayan. Sang Raja sendiri dengan perasaan ingin tahu, ikut menantikan bagaimana kira-kira reaksi si Pelayan.
Pada saat si pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut dan berteriak kegirangan karena menemukan tas besar berisi kepingan uang emas. Dengan tak sabar, si Pelayan pun mulai menghitungnya. Ternyata, hanya ada 99 keping uang emas—yang berarti tidak genap 100 keping! Lalu, pelayan itu pun mencarinya ke seluruh penjuru istana. Tetapi sia-sia saja, karena ia tetap tidak menemukannya. Jadi, dia bertekad akan bekerja lebih keras supaya dapat membeli 1 lagi koin uang emas sehingga jumlah uang emasnya bisa genap menjadi 100.
Karena begitu fokus akan ambisi dan pekerjaannya, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, si pelayan tak lagi bernyanyi dan bersiul gembira. Wajahnya terlihat begitu serius dan murung. Terlihat perubahan yang sangat drastis dalam diri si pelayan.
Sang Penasihat pun menjelaskan hal ini kepada raja, “Tuanku, itu artinya, Pelayan itu telah bergabung dengan Koin 99! Yaitu mereka yang memiliki banyak hal, tetapi merasa tidak bahagia. Mereka fokus bekerja untuk mengejar satu koin lagi supaya genap menjadi 100. Celakanya, dalam mengejar 1 koin ini, mereka lupa pada hal-hal lainnya. Mereka kekurangan waktu tidur, kekurangan waktu untuk keluarga, untuk lingkungan, serta kekuarangan waktu untuk kebahagiaan mereka sendiri. Terkadang, dalam mengejar satu koin emas ini, mereka rela mencelakai orang lain. Itulah yang hamba maksud dengan Koin 99, Yang Mulia.”
“Wahai engkau Penasehat yang bijak, sekarang aku memahami maksudmu,” jawab sang raja. “Mulai sekarang kuputuskan, untuk menghargai setiap apapun yang aku miliki.”
Netter yang Bijaksana,
Sebagaimana si Pelayan dalam cerita tadi, tanpa kita sadari, kita pun sering terfokus hanya pada ‘1 koin’ yang kurang, tanpa pernah bersyukur pada ‘99 koin’ yang sudah kita punya.
Padahal kita semua tahu, ada hal-hal yang tak ternilai harganya. Misalnya kesehatan, teman, sanak-saudara, bahkan keluarga. Bahkan kalau toh seandainya ada salah satu dari hal-hal tersebut tidak kita miliki, setidaknya kita masih memiliki umur dan waktu.
Mari teman-teman, mengembangkan dan menjalankan semua aktivitas dengan modal rasa syukur dan bahagia. Sehingga di sepanjang jalan, kita bisa selalu ringan tangan berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama keluarga.
Salam hangat, luar biasa!
Selasa, 29 Januari 2013
Setiap Perbuatan Ada Balasannya
Setiap Perbuatan Ada Balasannya
Pernahkah kita tertimpa sesuatu yang dirasa tidak enak, misalkan terkena bola golf mengenai kepala. Jangan dulu menyalahkan orang lain yang tidak sengaja melakukannya, melainkan periksa, ingat-ingat, apa yang telah kita lakukan terhadap orang lain. Bisa jadi kita pernah melempar sesuatu, ternyata mengenai orang lain tanpa kita sengaja, misalnya. Demikianlah, suatu perbuatan akan ada balasannya. Bahkan Allah SWT menerangkan dalam QS Ali Imran : 140
“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.”
Setiap makhluk yang ada di alam semesta ini, tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan Allah. Dan tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak diberikan perhitungannya oleh Allah Yang Maha Menyaksikan. Setiap kebaikan dan keburukan pasti dibalas dengan adil, meskipun hanya sebesar zarrah. Baik itu di dunia maupun di akhirat kelak.
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai." (QS Al Israa: 7)
Jangan pernah merasa tidak adanya pertanggungjawaban atas perbuatan kita di dunia ini, karena semua hal yang kita lakukan diawasi dan diperhitungkan oleh Allah untuk diberi balasan bahkan di dunia ini juga, kecuali perbuatan dosa yang segera dimohonkan ampunan-Nya. Semua hal akan dipertanggungjawabkan, karena pada hari perhitungan kelak, anggota tubuh ini akan bersaksi.
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS Yaasiin: 65)
Oleh karena itu, berhati hatilah dalam menjaga pikiran dan sikap kita. Terus bersihkan hati, agar kita semakin mudah dalam merasakan kehadiran dan pengawasan Allah.
Seseorang yang tauhidnya bagus, dapat dipastikan bahwa akhlaknya juga terjaga. Karena, dia yakin bahwa Allah Maha Melihat, sehingga dia akan sibuk dengan Allah tanpa perlu berakting dan berpura-pura.
"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Yunus: 61).
KH Abdullah Gymnastiar“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.”
Setiap makhluk yang ada di alam semesta ini, tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan Allah. Dan tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak diberikan perhitungannya oleh Allah Yang Maha Menyaksikan. Setiap kebaikan dan keburukan pasti dibalas dengan adil, meskipun hanya sebesar zarrah. Baik itu di dunia maupun di akhirat kelak.
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai." (QS Al Israa: 7)
Jangan pernah merasa tidak adanya pertanggungjawaban atas perbuatan kita di dunia ini, karena semua hal yang kita lakukan diawasi dan diperhitungkan oleh Allah untuk diberi balasan bahkan di dunia ini juga, kecuali perbuatan dosa yang segera dimohonkan ampunan-Nya. Semua hal akan dipertanggungjawabkan, karena pada hari perhitungan kelak, anggota tubuh ini akan bersaksi.
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS Yaasiin: 65)
Oleh karena itu, berhati hatilah dalam menjaga pikiran dan sikap kita. Terus bersihkan hati, agar kita semakin mudah dalam merasakan kehadiran dan pengawasan Allah.
Seseorang yang tauhidnya bagus, dapat dipastikan bahwa akhlaknya juga terjaga. Karena, dia yakin bahwa Allah Maha Melihat, sehingga dia akan sibuk dengan Allah tanpa perlu berakting dan berpura-pura.
"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Yunus: 61).
*Pimpinan Ponpest Daarut Tauhiid, Pendiri & Pembina DPU Daarut Tauhiid
------------------------------ ------------------------
Lalu Pertanyaannya APA HUBUNGANNYA DENGAN BISNIS ?
Lalu Pertanyaannya APA HUBUNGANNYA DENGAN BISNIS ?
Sangat erat sekali kaitannya .
Sebenarnya bisnis adalah bagian dari hidup, tidak bisa memisahkan antara bisnis dan kehidupan, karena sesungguhnya adalah satu bagian kesatuan yang utuh.
Dengan berbisnis kita akan mendapatkan Rezeki yang dapat digunakan memenuhi kebutuhan di dalam hidup.
Pernah kita melihat ada orang yang diberi kemudahan-kemudahan di dalam menggapai Rezeki, namun ada juga yang seperti sulit sekali. Tentu kita bertanya-tanya kenapa bisa begitu ?
Seperti materi yang disampaikan diatas, bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan ada balasannya. Jika kita melakukan kebaikan , akan mendapat balasan kebaikan. Jika kita melakukan keburukan maka akan mendapat juga balasan keburukan. Balasan baik dan buruk ini bisa berupa apa saja dilain waktu dan kondisi. Baik berupa kemudahan menggapai rezeki, diberikan kesehatan, diberikan anak-anak yang sehat dan pintar, di berikan teman-teman yang baik, diberikan kelancaran dalam beraktifitas, dll.. Itu semua tak lain adalah sebagai balasan dari Tuhan atas setiap perilaku yang kita lakukan di waktu sebelumnya.
Untuk itu supaya diberi kelancaran di dalam menggapai Rezeki dari berbisnis, tentunya kita harus menerapkan prinsip-prinsip kebaikan / kemuliaan yang dijadikan standar nilai/prinsip yang harus dijalankan supaya kemudahan-kemudahan di dalam bisnis pun dirasakan. Yaitu nilai-nilai kebaikan seperti KEJUJURAN, TANGGUNG JAWAB, PEDULI, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh nilai Kejujuran, Jika kita di dalam berbisnis sudah menerapkan ketidak jujuran , mungkin saat ini kita mendapatkan keuntungan yang berlebih, tapi Tuhan itu Maha Adil dan Maha Melihat sewaktu-waktu kita bisa diberikan balasan yang setimpal, niat ingin meraih keuntungan malah menjadi mendapatkan kerugian yang justru lebih besar.
Kepedulian, dengan kita peduli memberikan sebagian rezeki kepada kaum fakir miskin, memberikan bantuan sembako kepada karyawan kita, bahkan sekedar memberikan senyuman dan sapaan tulus kepada pelanggan, sudah menjadi suatu nilai kebaikan , yang juga suatu waktu Tuhan akan membalas kita dengan kemudahan-kemudahan di dalam hidup.
Untuk itu para motivator pun sepakat, untuk meraih kesuksesan yang terpenting adalah KARAKTER.
Success is our Right!
Jumat, 21 Desember 2012
7 karakter sukses seorang muslim
Karakter bs dibentuk.berikut #7karakter yg hrs dimiliki utk mjd sukses:
1.memiliki TUJUAN sbg peta hidupnya.Tujuan mampu memberi makna hidup.dan jelas apa yg ingin kita raih .
Carilah tujuan yg hakiki,jgn yg bersifat smentara &dunia semata.jadikan tujuan hidup adalah utk gapai Ridla Allah SWT
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)
2.Keluasan PEMAHAMAN melalui ILMU.keluasan dlm memandang sgla persoalan,situasi,org lain,& diri sendiri dgn brdsrkan ilmu.
Segala perihal ilmu kehidupan dari A-Z tlah ada didlm Alquran & Hadits.dgn demikian mjd tau dasar2 berperilaku,mjd bertakwa
1.memiliki TUJUAN sbg peta hidupnya.Tujuan mampu memberi makna hidup.dan jelas apa yg ingin kita raih .
Carilah tujuan yg hakiki,jgn yg bersifat smentara &dunia semata.jadikan tujuan hidup adalah utk gapai Ridla Allah SWT
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)
2.Keluasan PEMAHAMAN melalui ILMU.keluasan dlm memandang sgla persoalan,situasi,org lain,& diri sendiri dgn brdsrkan ilmu.
Segala perihal ilmu kehidupan dari A-Z tlah ada didlm Alquran & Hadits.dgn demikian mjd tau dasar2 berperilaku,mjd bertakwa
3.Selalu BERANI dlm 'kbenaran'.Bagi org sukses
rasa takut bukan bagian hidupnya.berani hadapi rintangan
&tantangan,berani beda.
Yg ditakuti baginya hnylah Allah SWT bukan thdp makhluk ciptaanNya.tunduk patuh kpd setiap perintah & laranganNya
4.MURAH HATI.dgn sll memberi & menolong org lain tnp pamrih.menabung
kebaikan sebanyak2nya,krn Dia akan membls stiap kbaikan kita
5.Memiliki HARGA DIRI.seorg sukses bknlah peminta2/penjilat/ambil bkn haknya/tdk btgjwb.ia mmlki prinsip,berkarakter.
6.PERCAYA DIRI.Percaya diri akan menghasilkan tindakan.Tindakan akan menghasilkan hasil.sll positif & optimis.
7.Sertakan Allah disetiap langkah.jk kita dekat dgnNya,mk Dia pun akan mendekat.kemudahan dan kberkahan akan mnyelimuti.
Kalau Allah sdh melarang maka ya mjd haram jk ttp dilkukan mjd dosa.tdk ada tapi,tdk ada pengecualian.
Krn hidup ibarat menabung,prbnyklah tabungan pahala.namun jg hindari dosa spy tdk mjd bangkrut/bahkan amalan tertolak smuanya
Tulisan diambil dari twitter saya @Agung_N_Susanto
Minggu, 25 November 2012
SETIAP KEMENANGAN BUTUH KESABARAN
SETIAP KEMENANGAN BUTUH KESABARAN
Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…
“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? ”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada keluarga,teman,relasi yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada orang-orang disampingmu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau berapangku tangan pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Tuhan di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan menuju kesuksesan, saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat kesuksesan dan surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
------------------------------ -
Salam sukses mulia !

“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? ”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada keluarga,teman,relasi yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada orang-orang disampingmu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau berapangku tangan pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Tuhan di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan menuju kesuksesan, saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat kesuksesan dan surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
------------------------------
Salam sukses mulia !

Selasa, 03 Juli 2012
Buku adalah jendela dunia
Buku adalah "jendela" dunia. Buku juga bisa jadi sarana sukses karier kita. Bagaimana caranya?
•Sadari bahwa buku adalah sumber segala ilmu
Bukan rahasia lagi bahwa buku adalah gudangnya ilmu. Bahkan, meski saat ini informasi banyak bertebaran di dunia maya, hampir bisa dipastikan semua informasi di sana berasal atau minimal berawal dari sebuah buku. Sebab, buku adalah catatan sejarah dan kisah yang ditulis dengan banyak referensi. Tak jarang, orang-orang besar dikenal karena buku yang ditulisnya. Dan, mereka pun menjadi sejarah yang memengaruhi dunia berkat pandangan dan tulisan yang dibukukan.
Bukan rahasia lagi bahwa buku adalah gudangnya ilmu. Bahkan, meski saat ini informasi banyak bertebaran di dunia maya, hampir bisa dipastikan semua informasi di sana berasal atau minimal berawal dari sebuah buku. Sebab, buku adalah catatan sejarah dan kisah yang ditulis dengan banyak referensi. Tak jarang, orang-orang besar dikenal karena buku yang ditulisnya. Dan, mereka pun menjadi sejarah yang memengaruhi dunia berkat pandangan dan tulisan yang dibukukan.
Tingkatnya minat baca dengan menyisihkan waktu minimal setengah jam dalam sehari untuk membaca salah satu buku. Dan, sebisa mungkin, canangkan minimal sebulan sekali bisa menyelesaikan membaca satu buku secara utuh. Minimal, dengan menyadari bahwa buku adalah sumber dari berbagai macam ilmu (termasuk soal pengembangan karier) setidaknya kita akan mendapat "asupan" ilmu baru yang bermanfaat sebulan sekali.
•Rasakan bahwa membaca bisa mempertajam pikiran dan mempercepat proses pembelajaran
Dalam buku seri 7 Habits karya Stephen Covey, ia menyebut bahwa salah satu kebiasaan yang sangat efektif untuk meningkatkan kesuksesan adalah membaca. Sebab, membaca bisa mempertajam pikiran. Anjuran itu berlaku untuk semua bacaan jenis bacaan. Bahkan, komik anak-anak sekali pun. Sadarkah Anda jika komik Doraemon bisa menginspirasi banyak inovasi dan penemuan unik di dunia? Tentu, akan jauh lebih maksimal jika kita bisa memilah dan memilih buku yang bermanfaat untuk membangun karier dan masa depan.
Dalam buku seri 7 Habits karya Stephen Covey, ia menyebut bahwa salah satu kebiasaan yang sangat efektif untuk meningkatkan kesuksesan adalah membaca. Sebab, membaca bisa mempertajam pikiran. Anjuran itu berlaku untuk semua bacaan jenis bacaan. Bahkan, komik anak-anak sekali pun. Sadarkah Anda jika komik Doraemon bisa menginspirasi banyak inovasi dan penemuan unik di dunia? Tentu, akan jauh lebih maksimal jika kita bisa memilah dan memilih buku yang bermanfaat untuk membangun karier dan masa depan.
Dengan merasakan bahwa membaca akan memberi banyak manfaat, kita akan lebih betah untuk membaca. Sehingga, apa pun pengetahuan yang masuk, akan menjadikan kita punya nilai tambah.
•Memilah dan memilih buku yang tepat
Saat ini, banyak sarana pembelajaran dari buku melalui berbagai macam format. Ada audio book, ada video book, ada e-book, dan tentu, buku konvensional pun masih gampang kita jumpai di mana-mana. Dari semua jenis format tersebut, kita bisa memilih mana yang paling nyaman dengan cara kita menyerap ilmu. Bahkan, jika memang kita lebih suka diceritakan daripada membaca sendiri pun tak ada salahnya. Yang penting, kita bisa mendapat informasi dan pengetahuan tambahan dari buku tersebut.
Saat ini, banyak sarana pembelajaran dari buku melalui berbagai macam format. Ada audio book, ada video book, ada e-book, dan tentu, buku konvensional pun masih gampang kita jumpai di mana-mana. Dari semua jenis format tersebut, kita bisa memilih mana yang paling nyaman dengan cara kita menyerap ilmu. Bahkan, jika memang kita lebih suka diceritakan daripada membaca sendiri pun tak ada salahnya. Yang penting, kita bisa mendapat informasi dan pengetahuan tambahan dari buku tersebut.
Setelahnya,kita perlu memilih dan memilah topik yang kira-kira bermanfaat untuk menunjang karier kita. Tak perlu buku yang "berat-berat" yang penuh teori, jika memang kita lebih nyaman dengan buku-buku ringan bertulisan pendek-pendek. Tak perlu gengsi! Yang penting, sepanjang kita merasa mendapat ilmu dan mampu menikmati buku tersebut, kita pasti punya nilai tambah yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan karier.
•Menjadikan buku sebagai sarana sosialisasi
Tak jarang, kita berjumpa dengan orang yang memiliki ketertarikan pada hal yang sama. Termasuk, dalam hal ini buku dengan topik yang sama. Hal ini bisa kita "manfaatkan" untuk memaksimalkan jejaring guna memperluas pertemanan, yang ujungnya bisa jadi akan membuka peluang baru karier yang lebih cemerlang.
Tak jarang, kita berjumpa dengan orang yang memiliki ketertarikan pada hal yang sama. Termasuk, dalam hal ini buku dengan topik yang sama. Hal ini bisa kita "manfaatkan" untuk memaksimalkan jejaring guna memperluas pertemanan, yang ujungnya bisa jadi akan membuka peluang baru karier yang lebih cemerlang.
Atau, bisa jadi, jika bos kita tertarik pada topik yang sama, kita tentu akan lebih mudah "in" dengan apa yang diharapkan atasan tentang kerja kita. Misalnya soal pemasaran. Akan lebih mudah untuk membuka banyak wawasan jika kita memiliki pengetahuan yang sejalan dengan kemauan atasan.
•Menjalankan nilai-nilai positif yang didapat dari buku
Semua teori tak akan jadi "sesuatu" jika tak dijalankan. Karena itu, dari semua pengetahuan yang didapat dari hasil membaca buku, seharusnya bisa segera kita praktikkan. Termasuk, artikel yang sedang Anda baca ini. Jangan sampai, apa yang kita baca hanya akan berhenti pada teori semata. Dengan begitu, akan banyak hal positif yang bisa kita serap kemudian kita praktikkan untuk kesuksesan karier kita.
Semua teori tak akan jadi "sesuatu" jika tak dijalankan. Karena itu, dari semua pengetahuan yang didapat dari hasil membaca buku, seharusnya bisa segera kita praktikkan. Termasuk, artikel yang sedang Anda baca ini. Jangan sampai, apa yang kita baca hanya akan berhenti pada teori semata. Dengan begitu, akan banyak hal positif yang bisa kita serap kemudian kita praktikkan untuk kesuksesan karier kita.
sumber : andriewongso.com
Langganan:
Postingan (Atom)
