banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Kamis, 15 April 2021

Hidup itu simple


Hidup itu sederhana, tapi kita yang sering buat jadi rumit.

Mengapa harus Stres, bingung, sedih, marah, dll ketika harapan tak tercapai?

Padahal mustahil berharap segala sesuatu terjadi sesuai kehendak.

Jadi cukup nikmati saja setiap kondisi yang ada.

Hadapi dengan kelapangan dan senyuman keikhlasan.

Yang terpenting l perilaku diri tidak ada pelanggaran syariat.

Maka hidup menjadi tenang dan bahagia.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Selasa, 13 April 2021

Sementara Saja


Sedih dan senang itu akan selalu datang silih berganti, sebagai konsekuensi kehidupan.

Jadi biasa saja menghadapi keduanya.

Tidak berlebihan ketika mendapat kesenangan. Dan juga tidak berlebihan ketika mendapat kesulitan.

Hadapi semua dengan sabar dan syukur.

Jalani hidup hanya untuk mengharap ridho Allah semata.

Senin, 12 April 2021

Ramadhan Bulan Perjuangan

Marhaban Ya Ramadhan


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 183).


Jika memang takwa adalah buah dari puasa Ramadhan yang dilakukan oleh setiap Mukmin, idealnya setiap Mukmin senantiasa takut terhadap murka Allah SWT. 


Lalu ia berupaya menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya sebagai bentuk ketakwaan.


Menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya tentu dengan mengamalkan seluruh syariah-Nya.


Baik terkait aqidah dan ubudiah; makanan, minuman, pakaian dan akhlak; muamalah (ekonomi, politik, pendidikan, pemerintahan, sosial, budaya, dll); maupun ‘uqubat (sanksi hukum) seperti hudud, jinayat, ta’zir maupun mukhalafat. 


Bukan takwa namanya jika seseorang melakukan shalat, melaksanakan puasa Ramadhan atau bahkan menunaikan ibadah haji ke Baitullah; sementara ia biasa memakan riba, melakukan suap dan korupsi, mengabaikan urusan masyarakat, menzalimi rakyat dan menolak penerapan syariah secara kaffah.


Ramadhan bulan perjuangan.  Bulan bertabur pahala. Bulan penuh ampunan.

Marhaban Ya Ramadhan

Kamis, 08 April 2021

Ilmu Sebelum Amal



Sebelum mulai bisnis wajib baginya untuk mengetahui hukum-hukum fikih muamalah dibidang yang digelutinya.

Bila asal jalan tanpa tahu hukumnya maka mudah sekali masuk dalam keharaman.

Bisa terkena riba, akad yang bathil, akad fasad, gharar, maisir, dan kain sebagainya yang dilarang Islam.

Niat hati ingin sukses, malah yang ada semakin terperosok sebab kemalasan dan ketidaktahuan.

Terus semangat mengkaji dan mengaji Ilmu agama bila ingin sukses berkah di dunia dan di akhirat.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Pesan Imam Syafii

Pesan Imam Syafii

Pandangan simpati menutup segala cela.
Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat.

Aku tidak takut kepada orang yang tidak takut kepadaku.
Aku tidak memandang kepada orang yang tidak memandangku.

Jika kau mendekatiku, maka kasih sayangku pun mendekatimu.
Dan jika kau menjauhiku, maka kau akan mendapatiku jauh darimu.

Setiap kita terlepas dari kehidupan saudaranya.
Lebih-lebih jika kita telah meninggal dunia.

Rabu, 07 April 2021

Zuhud



Zuhud yang dibenarkan syariat bukan berarti memutuskan diri sama sekali dari kesenangan dunia dan memisahkan diri dari keramaian untuk hanya beribadah kepada Allah.

Zuhud yang dibenarkan syariat adalah meninggalkan perkara mubah yang berlebihan. Yang tidak dapat membantu ketaatan kepada Allah, baik berupa makan, minum, pakaian, maupun harta.

“Utsman bij Mazh’un ingin hidup tabattil, tetapi Rasulullah melarangnya, kalaulah beliau membolehkannya, tentu kami sudah melakukan kebiri.” (HR Muslim No.2488)

Senin, 05 April 2021

Nilai Perbuatan


Nilai perbuatan

Tentu namanya bisnis targetnya adalah keuntungan. Memang harus begitu adanya. Karena Qimahnya adalah madiyah (materi).


Kalau bisnis malah terus-terusan kasih gratis, dilakukan sekedar ingin berbagi, Ini bukan bisnis, namun Qimahnya insaniyah (kemanusiaan). Bisa merugi kalau begini.


Justru ketika bisnis dituntut harus profesional, bahkan dengan teman atau keluarga sekalipun. Benar angka-angka dan perhitungannya. 


Perkara hasil keuntungan dari bisnis buat sedekah banyak-banyak ini beda lagi, ini sudah diluar perkara bisnis.


Sebaliknya ada perbuatan yang harusnya masuk kategori Qimah Insaniyah/kemanusiaan, malah digunakan untuk bisnis cari profit, ini juga tidak tepat.


Atau contoh lain saat sholat lima waktu qimahnya adalah ruhiyah, targetnya menjalankan perintah-Nya supaya semakin dekat dan mendapat ridho-Nya. Bila sholat karena ingin pujian (qimah khuluqiyah) maka amalnya rusak dan berdosa. 


Jadi harus bisa membedakan Qimah/ nilai dari suatu perbuatan. Nilai perbuatan ini tidak bisa bebarengan, akan tetapi dalam satu perbuatan semestinya cukup menegakkan satu qimah(nilai). 


Selain qimah madiyah dan insaniyah. Ada juga qimah khuluqiyah (akhlak) dan qimah ruhiyah (spiritual).


Yang terjadi banyak mencampur adukkan antara bisnis dengan nilai yang lain. Sehingga bisa jadi tidak amanah, terlebih kalau bisnis bersama partner pemodal.


Yang jadi dasar perbuatan adalah syariat. Syariat yang bisa menentukan untuk mengedepankan satu nilai atas nilai yang lain, juga melebihi atau menyamakannya adalah hak preogratif syara’.


Maka dibutuhkan ilmu supaya kita tidak salah jalan menentukan nilai.