banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Senin, 28 September 2020

Sukses Bisnis Rasulullah (Gaji Tepat Waktu)

 

Keterlambatan pembayaran gaji tanpa ada udzur dikategorikan sebagai perbuatan zalim.

Orang yang tidak membayar gaji pekerjanya termasuk orang yang dimusuhi Rasulullah di hari kiamat.

“Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.”

(HR. Ibnu Majah, shahih)

Al Munawi berkata, “Diharamkan menunda pemberian gaji padahal mampu menunaikannya tepat waktu. Yang dimaksud memberikan gaji sebelum keringat si pekerja kering adalah ungkapan untuk menunjukkan diperintahkannya memberikan gaji setelah pekerjaan itu selesai ketika si pekerja meminta walau keringatnya tidak kering atau keringatnya telah kering.” (Faidhul Qodir, 1: 718)


Menurut hukum islam, dapat diketahui bahwa kelayakan gaji yang diterima oleh pekerja dilihat dari 3 aspek, yaitu: sandang, pangan dan papan.


Bahkan bagi pegawai atau karyawan yang masih belum menikah, menjadi tugas majikan yang mempekerjakannya untuk mencarikan jodoh. 


Hubungan majikan-pekerja bukan hanya sebatas pekerjaan formal, namun sudah menjadi bagian keluarga majikan. Konsep ini ternyata sudah diajarkan sejak 14 abad yang lalu. MashaAllah..

--

Salah satu dampak covid mengakibatkan pengusaha kesulitan membayar gaji karyawan.⁣

Ini merupakan Udzhur (halangan) yang diluar kendali manusia.⁣

Dampaknya pun global.⁣

Namun bukan jadi alasan pengusaha tidak membayar gaji karyawannya.⁣

Tapi segera bicarakan dengan karyawan tersebut dengan solusi misal meminta waktu untuk pembayaran bertahap.⁣

Selama para pihak ada kesepakatan dan sudah saling ridho inshaAllah tidak terkena hadits tentang "membayar gaji sebelum keringat kering".⁣

Penting juga bagi pengusaha bila ada perubahan waktu/ lama jam kerja yang berdampak pada perubahan gaji, segera re-akad dengan karyawan untuk perjanjian kerja baru.⁣

Kerja Cerdas

Kerja Cerdas⁣⁣

⁣⁣

Realitas sering terjadi banyak orang tampak sibuk namun tidak berikan hasil kerja yang maksimal.⁣⁣

Melakukan rutinitas yang berikan daya energi tenaga tapi hasilnya segitu-gitu saja.⁣⁣

Tentu ada yang salah disana.⁣⁣

⁣⁣

Luangkan waktu untuk evaluasi terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan.⁣⁣

Bagian mana yang perlu di perbaiki supaya dapat di-leverage (daya ungkit) lebih maksimal.⁣⁣

⁣⁣

Cara leverage yaitu bisa dengan belajar kepada yang lebih ahli, ikuti pelatihan, seminar, workshop, belajar mandiri, dll.⁣⁣

Tantangannya kalau sudah terlanjur jadi rutinitas dianggap pekerjaan yang dilakukan sudah maksimal terbaik.⁣⁣

⁣⁣

Padahal perkembangan zaman membawa kepada kemudahan hal-hal baru.⁣⁣

Banyak tools-tools dan teknik-teknik baru yang bisa di manfaatkan.⁣⁣

⁣⁣

Teruslah lakukan kaizen (perbaikan terus menerus secara berkelanjutan).⁣⁣

Jangan mudah berpuas diri.⁣⁣

⁣⁣⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Cara Bisnis Rasulullah (Kerja adalah ibadah)

 


Kerja Sebagai Ibadah

Ketika seseorang meniatkan bisnisnya dalam rangka ibadah, tentu ia akan memperhatikan hal-hal yang diperintahkan dan dilarang dalam agama. 

Masyarakat arab sebelum rosululloh diangkat jadi nabi disebut masyarakat jahiliyah, karena kebodohan dan tidak beradab.

 Pun dalam hal bisnis. Tipu menipu, memonopoli barang, riba dan berbagai tindak kedloliman adalah hal yang lumrah.

Tipu menipu, memonopoli barang, riba dan berbagai tindak kedzoliman adalah hal yang lumrah.

Rosululloh datang dengan konsep yg berbeda. Beliau memulainya dengan ahlaq yang mulia. Hingga mampu merubah budaya jahiliyah yang ada.



Sejarawan manapun, baik yang beriman kepada Rasulullah maupun yang tidak, susah untuk menolak kenyataan sejarah bahwa di tangan Rasulullah mengalami kebangkitan berpikir yang luar biasa. 


masyarakat Makkah dan Madinah yang semula terkenal sebagai masyarakat rendah yang tak berperadaban menjadi masyarakat yang sedemikian maju penuh keadaban. Rasulullah telah menjadi pencerah dan cahaya bagi umatnya.

Namun diakhir zaman ini, Rasulullah mengabarkan bahwa manusia akan kembali ke zaman jahiliyyah, tidak lagi memperhatikan unsur halal dan haram dalam bisnisnya, baik modalnya atau sistemnya.

Cara Bisnis Rasulullah (Kerja Cerdas)

 

RASULULLAH SAW MENGETAHUI RUMUS BEKERJA YANG CERDAS.


Ada orang tertentu yang bekerja dengan kecerdasannya.


Bukan hanya mengandalkan semangat kerja keras belaka.

Ia memahami bahwa dengan waktu yang terbatas untuk dapat hasil maksimal yaitu dengan bekerja cerdas.

Bekerja cerdas menggunakan daya ungkit mampu melipatgandakan pendapatan finansialnya dalam waktu yang sedikit.

Bekerja Cerdas yang sesungguhnya dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan, bukan hanya bekerja keras.

Seperti orang yang bekerja dengan target dan tanpa target yang jelas.


Juga tentu berbeda dengan kerja yang dengan konsep dan tanpa konsep.

Juga seperti orang yang bekerja dengan mengembangkan teknik dan orang yang bekerja tanpa mengembangkan teknik.

Saya tambahkan sedikit prinsip kerja SUKSES adalah :

Kerja Ker-AS

Kerja Cerd-As

Kerja Ikhl-As

Kerja Tunt-As

Jumat, 25 September 2020

Sukses Bisnis Rasulullah Muda (Planning & Goal Setting)

 

Sesungguhnya rahasia di balik kesuksesan seseorang adalah tujuan hidup yang dimilikinya, yang menjadi landasan tindakannya sehari-hari.


Memiliki target dan strategi, orang-orang yang pandai menyesuaikan keadaan dan bergerak dengan cepat.

Hidup penuh semangat, menjadikan setiap kendala dan masalah menjadi petualangan yang mengasyikan.


Tahu benar bagaimana memperlakukan pesaing-pesaingnya.

Pesaing bukanlah musuh namun mitra yang menjadikannya terus berkembang.

Seorang pengusaha semestinya mengerti karakter bisnisnya, nilai bedanya antara produk yang dikeluarkannya dengan produk yang dikeluarkan orang lain .

Tahu ke mana harus memasarkan barangnya, sehingga ia tidak memboroskan energi secara sia-sia untuk menawarkan barang kepada yang bukan segmennya.

Selalu melangkah berdasarkan pengetahuan yang mendalam dengan ditopang riset yang matang.

Rabu, 23 September 2020

Sukses Bisnis Rasulullah (Personal Branding)

 

RASULULLAH MUDA PINTAR MEMPROMOSIKAN DIRI SEHINGGA BANYAK ORANG YANG SUKA BERTRANSAKSI DENGANNYA


Rasulullah tidak pernah menggunakan cara-cara kotor dalam berpromosi.


Kejujurannya membuat banyak orang senang bertransaksi dengannya, dan itu berarti bertambahnya pelanggan setia.


Rasulullah mengutamakan kejujuran diatas segala-galanya.


Ketika barang itu memiliki cacat, maka buru-buru Rasulullah menjelaskan kecacatannya.

Dengan kejujuran itulah beliau mempertahankan relasi-relasinya.


Dan itulah yang membuat dirinya berbeda dengan businessman yang lain.

Rasulullah menurut bahasa sekarang telah jalankan prinsip personal branding yang kuat.


Ketika yang lain berdagang dengan kecurangan, beliau malah penuh kejujuran.

Perbedaan memiliki kekuatan tersendiri dalam menarik para konsumen.


Yang pada akhirnya menjadi sarana promosi tersendiri atas dirinya.

Saat ini telah menjadi trend teori The Word Of Marketing.


Yaitu pelanggan yang puas akan merekomendasikan kepada yang lain.


Ternyata teori ini sudah jauh dijalankan oleh Rasulullah sejak 1400 tahun yang lalu.

Selasa, 22 September 2020

Sukses Bisnis Rasulullah (Visioner)

 

RASULULLAH SAW seorang yang visioner dan memiliki kreatifitas yang tinggi.


Di dunia entrepreneurship, kreatifitas lah yang menjadi “raja”.


Seorang entrepreneur, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru setiap harinya.


Latih untuk berpikir kreatif setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap saat.


Sumber Kreatifitas

Kreatifitas bisa datang darimana saja. Interaksi sosial juga bisa menjadi stimulan munculnya ide inovatif.


Perintah Rasulullah

Supaya pasar ramai dengan transaksi perdagangan, Rasulullah kemudian memotivasi para pedagang, petani dan pengusaha (pengrajin) untuk membuat produk-produk yang dibutuhkan oleh umat islam. 


Hanya dalam hitungan hari, pasar tersebut sudah ramai dikunjungi para pedagang. Fajar ekonomi baru kembali berdenyut di Madinah.