banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Jumat, 31 Desember 2021

Penetral perkara buruk

Malik bin Dinar berkata


Segala tiga perkara buruk,

dengan tiga perkara terpuji

Hingga engkau termasuk Dalam golongan orang yang benar-benar beriman, yaitu :

(1.) Sifat sombong dengan sifat rendah hati

(2.) Sifat rakus dengan sifat Qonaah (Merasa cukup)

(3.) Sifat dengki dengan sifat tulus


(Kitab Nashaihul ‘Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani)

Kamis, 30 Desember 2021

Waktu


Waktu diberikan sama 1 jam 60 menit, 1 hari 24 jam, Juga sama 1 Minggu 7 hari.


Ada yang habis waktunya untuk bekerja.

Ada yang habis waktunya untuk hobby.

Ada juga yang habis waktunya untuk liburan.


Nggak salah asal sesuai porsinya.


Namun sejatinya kehidupan sesungguhnya nanti di akhirat yang kekal abadi.


Dunia tempat mencari bekal untuk kehidupan itu.


Persiapkan baik-baik jangan sampai “kehabisan” bekal yang berujung rasa sesal


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Rabu, 29 Desember 2021

Pekerti yang baik

Umar bin Khattab ra. Berkata : 


1. Sikap sayang terhadap sesama manusia adalah separuh kecerdasan.

2. Pertanyaan yang baik adalah separuh ilmu.

3.Manajemen yang baik adalah separuh penghidupan.


SEBAGAIMANA PULA diriwayatkan ole Ibnu Hibban, ath.Thabrani, dan al-Baihaqi dari Jabir bin Asbdullah bahwa Nabi saw. bersabda,

"Bersikap lemah lembut kepada manusia merupakan sedekah."

Silap lemah lembut, baik berupa perkataan maupun perbuatan akan dibalas dengan pahala yang setara pahala sedekah. 


Adapun di antara sikap lemah lembut Nabi saw. adalah, beliau tidak pernah mencela makanan, tidak pernah membentak pelayan (Khadim), dan tidak pula memukul perempuan.


(Kitab Nashaihul ‘Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani)


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Senin, 27 Desember 2021

Kiat sukses dunia akhirat

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata :


(1.) Laksanakanlah dengan sempurna apa yang diwajibkan oleh Allah Niscaya kamu akan menjadi orang yang ibadahnya paling baik


(2.) Jauhilah apa yang dilarang oleh Allah SWT

,Niscaya kamu akan menjadi orang yang paling Zuhud.


(3.) Terimalah dengan senang hati

rezeki yang Allah SWT berikan,Niscaya kamu akan menjadi orang yang paling kaya


(Kitab Nashaihul ‘Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani)

Sabtu, 25 Desember 2021

Dampak buruk kejar-kejar harta

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata :

Pada zaman ini,tidak ada seorang pun yang mengumpulkan harta, kecuali baginya lima hal tercela, yaitu:

1. Panjang angan-angan.

2. Dikuasai sifat tamak.

3. Sangat bakhil (pelit.

4. Kurangnya sifat wara (hati-hati/meninggalkan perkara yang samar)

5.Lupa akhirat.

(Syekh Nawawi Al-Bantani)

Kamis, 23 Desember 2021

Penawar Jiwa

Abdullah Al-Anthaki rahimahullah berkata

“Lima perkara yang merupakan Penawar hati :

Satu, bergaul dengan orang-orang Sholeh.

Dua, membaca Alqur’an dan merenungi maknanya.

Tiga, sedikit makan.

Empat, Shalat Malam.

Lima, bermunajat kepada Allah menjelang subuh.”

(Kitab Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani)

Selasa, 21 Desember 2021

Nasehat Nabi

Suatu ketika seorang lelaki Bani Isra’il pergi menuntut ilmu, berita itu sampai ke telinga nabi mereka lalu dia mengutus seseorang untuk memanggil lelaki tersebut.


Tatkala dia datang memenuhi panggilan, Sang Nabi berkata :


“ Wahai anak muda sesungguhnya aku ingin memberimu tiga nasehat yang didalamnya terkandung ilmu orang-orang terdahulu maupun orang-orang yang datang kemudian, yaitu :


1. Takutlah kepada Allah baik sendiri maupun di tempat ramai.

2. Peliharalah ucapanmu jangan sampai berkata kepada orang lain kecuali ucapan yang baik.

3. Perhatikanlah makananmu pastikan engkau memperoleh nya dengan cara yang halal”


(Kitab Nashaihul ‘Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani)


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Senin, 20 Desember 2021

Fana


Memang sejatinya dunia bikin terlena.

Apalagi hidup diatas kemudahan-kemudahan.


Pergi kemana saja.

Beli apa saja.

Isi waktu sesukanya.


Akhirnya lupa tugas sebenarnya.

Sebagai sejatinya manusia.

Yaitu untuk mengabdi kepada-Nya.


Namanya hamba ya harus ikut maunya pencipta.

 Supaya hidup raih bahagia.

Yaitu sebab ridho-Nya.


 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)






Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Sabtu, 18 Desember 2021

Amar maruf nahi munkar


Mungkin sejak sekitar 10 tahun lalu saya membiasakan menjaga pikiran dari asupan “sampah-sampah” negatif perkataan.


Omongin orang, ghibah, gosip dan semacamnya bener-bener berusaha dijauhkan.


Bukan apa-apa, karena bikin ganggu frekuensi otak menjadi negatif. Dampaknya “menarik” negativitas juga dalam hidup.


Nabi Muhammad  mengabarkan bahwa Allah berfirman, "Aku sesuai persangkaan baik hamba-Ku. Maka hendaklah ia berprasangka kepada-Ku sebagaimana yang ia mau" (HR. Ahmad).


Namun tidak semua hal negatif dilarang dibicarakan. Karena ada perintah lain untuk ber amar maruf nahi munkar. Tentu dengan cara-cara yang dibenarkan syariat, tidak serampangan.


“Demi Zat Yang jiwaku dalam genggaman-Nya, kalian wajib melakukan amar makruf nahi mungkar, atau Allah nyaris akan menimpakan kepada kalian siksa dari sisi-Nya, kemudian kalian berdoa kepada-Nya, Dia pun tidak akan mengabulkan doa kalian.” (HR at-Tirmidzi).


Terlebih kepada penguasa dzalim, justru mengoreksinya merupakan kewajiban.


“Sebaik-baik jihad adalah menyatakan kalimat yang haq di hadapan penguasa yang zalim” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibn Majah).


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Jumat, 17 Desember 2021

Berusaha


Sudah fitrahnya manusia mengejar nikmat menghindari sengsara. Namun jangan sampai kebablasan akhirnya tidak mau berusaha. 


Karena tidak ada kesuksesan sejati tanpa pengorbanan.

Kecuali kalau anda ingin menjadi biasa saja, maka tidak perlu bersusah payah. 


Teruslah bergerak walau lelah, walau berat, walau penuh cobaan.

Yakinlah Allah akan memberikan jalan kesuksesan.


"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

(TQS. Ar Ra’d : 11)

Salam Sukses Berkah Berlimpah!



Rabu, 15 Desember 2021

Berani Resiko


Semua perbuatan ada resikonya!


Tak ada satu perbuatan pun yang terhindar dari resiko.

Selalu ada potensi dampak yang menyertai.

Entah itu perbuatan baik atau perbuatan buruk.


Nah.. kalau sama-sama beresiko mengapa tidak memilih perbuatan baik saja?

Baik disini tentu standarnya syariat.


Kalau memilih jalan ini, walau ada resiko Namun dijamin hidupnya akan berkah !

Dibanding 


“Jikalau sekiranya penduduk negeri- negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya..” (QS Al A’raf : 96)

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Selasa, 14 Desember 2021

Visi Hidup


Visi hidup menentukan perilaku diri.


Bila visinya mau kaya raya, duit banyak, punya harta berlimpah maka kesitulah fokus diri.


Namun bila visi hidupnya selaras dengan tujuan Allah ciptakan manusia dimuka bumi. Maka itu juga yang akan jadi fokus utama diri.


Pertanyaannya tau ngga sebenarnya apa tujuan Allah menciptkan manusia ? 


Jangan-jangan ngga tau, atau malah nggak berusaha cari tahu ?


Bahaya kalau sampai tidak tahu.

Ibarat kapal terombang-ambing di lautan tak tau arah tujuan.


Hanya ikuti kemana angin bertiup, ikuti hawa nafsu dengan gemerlap warna warni dunia.


Allah SWT berfirman:


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)


Al-’Imad Ibnu Katsir mengatakan, “Makna beribadah kepada-Nya yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. “


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Jumat, 10 Desember 2021

Kekuatan Niat


Niat itu menguatkan.
Apalagi kalau niatnya karena Allah SWT.
Cacian, makian, hinaan jadi asupan “gizi” keseharian.

Rasulullah SAW manusia paling mulia saja tak terhindarkan dari makar manusia.
Jadi biasa saja hadapi segala tantangan keadaan.

Cukup pastikan berada dijalan ketaatan.
Jadikan syariat sebagai landasan.
Semoga diturunkan keberkahan

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Kamis, 09 Desember 2021

Sinergi


Sinergi


Berbisnis, berkomunitas, berdakwah butuh sinergi anggota didalamnya.


Ibarat sebatang lidi tak bisa untuk menyapu halaman.

Namun kumpulan batang lidi dengan cepat mampu menyapu daun berguguran.


Begitu juga sebatang lidi mudah sekali dipatahkan.

Namun kumpulan batang lidi sangat sulit patah walau dengan kekuatan.


Begitulah sinergi yang harmonis menciptakan perpaduan.

Tugas anda menemukan kualitas insan.


Lalu potensi masing-masing di keluarkan.

Dengan sistem yang teruji keberhasilan.

Dan eksekusi dengan strategi teoat hasilkan kekuatan.


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Rabu, 08 Desember 2021

Lika liku


Namanya juga hidup penuh dengan lika liku.
Kadang mudah, kadang sulit.
Kadang sedih, kadang hepi.
Kadang berat, kadang ringan.
Tak ada kepastian keadaan.

Bagi yang tak mampu hadapi, ia akan cari pelarian.
Mencari hiburan, kemudian kembali kepada kehampaan.

Padahal cukup terima setiap keadaan dengan sabar dan syukur.

Yang terpenting kita teguh berada dijalan ketaatan.

Sehingga Allah ridho dan turunkan keberkahan.
Sehingga hidup raih kebahagiaan.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Selasa, 07 Desember 2021

Hikmah



Respons yang biasa terjadi ketika alami kegagalan adalah meratapinya.

Kecewa, sedih, marah bagian dari ekspresinya.


Namun sejatinya ada hikmah besar dari setiap kejadian.


Temukanlah hikmah tersebut!


Maka anda akan sadar betapa besar karunia-Nya.


Silahkan buktikan saja.



Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Senin, 06 Desember 2021

Keberanian


Seperti halnya kondisi pikiran yang lain, kegigihan didasari sebab tertentu :


1.) Tujuan yang benar : Mengetahui hakikat hidup menjadikan niat yang kuat untuk mengatasi kesulitan.

2.) Keinginan : Kegigihan akan lebih mudah diperoleh ketika tengah mengejar sesuatu yang sangat diinginkan. Pastikan keinginan untuk hal yang diperbolehkan.

3.) Keyakinan terhadap diri : Jika anda yakin akan kemampuan diri sendiri akan terdorong menjalankan rencana dengan gigih.

4.) Rencana yang jelas : Rencana yang tersusun juga akan mendorong kegigihan.

5.) Bekal Ilmu : Mengetahui rencana sudah benar berdasar pengalaman diri/orang lain akan mendorong kegigihan.

6.)Kerja sama : Kerjasama dengan simpati dan pengertian cenderung membangun rasa gigih.

7.) Kebiasaan : Rasa takut dapat diatasi dengan memaksa diri mengulang-ngulang tindakan keberanian.


(Penjelasan rangkuman dari buku The New Think and Grow Rich dengan penyesuaian)

Minggu, 05 Desember 2021

5 Perkara Zuhud

Lima Perkara Inti Zuhud

Sebagian Hukama mengatakan :

“Zuhud itu mengandung lima perkara inti yang terpuji, yaitu :

1.Keyakinan total kepada Allah.

2.Melepaskan diri dari merasa butuh kepada makhluk.

3.Ikhlas dalam beramal.

4.Tabah terhadap perlakuan Zalim.

5.Sifat Qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang dimiliki.”


Salam sukses berkah berlimpah!

Kebiasaan Teman Dekat


Seseorang akan saling mencocoki kebiasaan orang dekatnya.


Bila standar bahagia adalah materi/harta, maka fokus hidupnya mengejar harta.


Bila standar bahagia adalah keridhoan Allah SWT, maka juga fokus hidupnya dalam rangka raih keridhoan Allah SWT.


Sebagian besar waktu, tenaga, dan pikiran habis untuk raih kebahagiaan yang dimaksud.


Lalu bagaimana bila salah menentukan standar kebahagiaan ?


Yang terjadi ia terus mengejar kebahagiaan yang dimaksud. 


Dan ternyata materi/harta bukanlah kebahagiaan, namun kesenangan yang tiada habisnya. Hidupnya digenggam dunia, tunduk pada hawa nafsunya. 


Jadi jangan salah menetapkan standar kebahagiaan.



Salam sukses berkah berlimpah!

Jumat, 03 Desember 2021

Sahabat terkaya dijamin surga

5 (Lima) Sahabat Terkaya yang Diberitakan Masuk Surga

Dalam artikelnya, Dr. Yusuf ibn Ahmad al Qasim berusaha melakukan riset perpustakaan sederhana untuk mencari tahu siapa saja para sahabat Rasulullah SAW yang memiliki kekayaan terbesar dan nilai asetnya.

Tertarik dengan artikel tersebut, di samping menerjemahkannya secara bebas, saya (Faishol) melakukan verifikasi ulang melalui sumber-sumber lain yang dijelaskan pada tempatnya serta menyusun urutan personal berdasarkan aset terbesar. Nilai kekayaan yang diungkap di sini adalah nilai aset tarikah yang ditinggalkan saat mereka wafat.

5 (Lima) Orang Sahabat Terkaya

  1. ‘Abdurrahman ibn ‘Awf
  2. Az-Zubayr ibn al ‘Awwam
  3. ‘Utsman ibn ‘Affan
  4. Thalhah ibn ‘Ubaydillah
  5. Sa’d ibn Abi Waqqash

1. ‘Abdurrahman ibn ‘Awf (44 SH – 32H / 580 – 652 M). Nilai kekayaan saat wafat Rp. 6.212.688.000.000,-

Kekayaan sahabat yang satu ini benar-benar membuat geleng-geleng kepala. Beliau adalah orang kedelapan yang masuk Islam. Usianya 10 tahun lebih muda dari Nabi SAW. Beliau mengikuti semua peperangan dalam sejarah perjuangan Islam di era Nabi SAW. Beliau terkenal sebagai pebisnis ulung. Saat tiba di Madinah (era hijrah), beliau datang dengan tangan kosong. Seperak pun tidak dimiliknya. Lalu Rasulullah SAW menjalinkan mu’akhah antara beliau dengan Sa’d ibn al Rabi’, salah satu orang kaya Madinah saat itu. Sa’d menawarkan setengah dari harta miliknya untuk beliau, termasuk menceraikan salah satu dari dua orang istrinya untuk bisa dinikahi beliau. Namun beliau menolak halus dan penuh respek sambil berkata, “Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu dengan istri dan hartamu. Cukup tunjukkan aku di mana pasar.”Total aset kekayaan saat beliau wafat –seperti dikutip oleh Ibn Hajar- adalah 3.200.000 (dalam bentuk Dinar, menurut asumsi Ibn Hajar, al Fath, Juz 14, hal. 448). Nilai ini adalah hasil matematis dari informasi yang mengatakan bahwa saat wafatnya, masing-masing dari empat orang istrinya menerima sebesar 100.000 Dinar. Dengan akuntasi Fara`idh, maka total tarikah (harta yang ditinggalkannya) adalah : 100.000 dinar x 4 (orang istri) x 8 (ashl al mas`alah) = 3.200.000 Dinar.Jika dirupiahkan, nilai tersebut setara dengan Rp. 6.212.688.000.000,- (enam triliun, dua ratus dua belas milyar, enam ratus delapan puluh delapan juta Rupiah). Lihat nilai tukar yang digunakan di akhir tulisan.Sementara ituIbn Katsir (al Bidayah wa an Nihayah, Juz 7, hal, 184) mengutip sumber lain menulis bahwa saat wafatnya, ‘Abdurrahman meninggalkan aset terdiri dari:

  • 1000 ekor unta
  • 100 ekor kuda
  • 3000 ekor kambing (di Baqi’)

Seluruh istrinya yang berjumlah empat orang memperoleh (dari harga jual aset tersebut) sebesar 320.000 (Dinar[?]). Nilai ini adalah 1/8 dari total harta diwaris sehingga masing-masing istri mendapatkan 80.000(Dinar[?]).

Dengan data ini maka total aset peninggalannya adalah 80.000 x 4 (orang istri) x 8 = 2.560.000(Dinar[?]). Jika dikonversi ke rupiah setara dengan Rp.4.970.150.400.000,- (empat triliun, sembilan ratus tujuh puluh milyar, seratus lima puluh juta, empat ratus ribu Rupiah) ditambah dengan seluruh jumlah 3 (tiga) jenis hewan-hewan peternakan yang disebutkan.

Sumber mana pun yang ingin dirujuk dari dua informasi di atas, ‘Abdurrahman layak menempati posisi pertama sebagai sahabat Rasulullah SAW yang paling kaya.

Yang amat menarik untuk dijadikan cermin kepribadian muslimin lain, saat hendak wafat beliau berwasiat memberikan 400 Dinar kepada para peserta perang Badr yang masih hidup yang jumlahnya saat itu sebanyak 100 orang. Total nilai wasiat menjadi 400 Dinar x 100 = 40.000 Dinaratau setara 77.658.600.000 (Tujuh puluh Tujuh milyar, Enam ratus Lima puluh Delapan juta, Enam ratus ribu Rupiah). Sayyidina Ustman RA dan sayyidina Ali RA termasuk di antara yang menerimanya.

Wasiat tersebut belum termasuk wasiat yang diberikannya secara khusus kepada para istri Rasulullah SAW yang masih hidup dalam jumlah yang besar (penulis tidak menemukan informasi nilainya). Jumlahnya yang besar ini hingga mendorong Aisyah RA berdoa, “Semoga Allah menyiraminya dengan cairan dari nektar.” (nektar atau salsabil adalah madu bunga, yaitu cairan yang kaya dengan gula yang dihasilkan oleh tumbuhan). Belum lagi dengan budak-budak yang dimerdekakannya secara cuma-cuma.

2. Az Zubayr ibn al ‘Awwam (28 SH -36 H / 594 – 656 M). Nilai kekayaan saat wafat Rp.3.543.724.800.000,-

Konon, satu-satunya orang yang setanding beliau dalam kemahirannya bertempur sambil berkuda adalah Khalid ibn al-Walid (the Drawn Sword of God). Kedua sahabat ini mampu berkuda dalam posisi kedua tangannya menggenggam pedang. Sementara itu, pengendalian kuda dilakukan dengan kakinya.

Seperti diinformasikan oleh al-Bukhariy (al Jami’ al Shahih, al Bukhariy, Juz 3, hal. 1137), Az Zubayr RA wafat hanya meninggalkan kekayaan berupa aset tidak bergerak (tanah), di antaranya yang berada di Ghabah (wilayah di barat laut Madinah, sekitar 6 km dari Madinah), 11 (sebelas) rumah (besar/dar) di Madinah, 2 (dua) rumah di Bashrah, dan 1 (satu) rumah masing-masing di Kufah dan di Mesir.

Beliau mewasiatkan 1/3 dari total harta peninggalannya (tarikah) untuk para cucunya dan 2/3-nya dibagi-bagikan kepada ahli warisnya. Beliau memiliki empat orang istri di mana setiap istri mendapatkan waris senilai 1.200.000 Dirham (Shahih al Bukhariy).

Dengan data ini, perhitungan total nilai aset peninggalan beliau, termasuk yang diwasiatkannya kepada para cucunya adalah:

  • Bagian istri: 1.200.000 x 4 (orang istri) = 4.800.000 Dirham. Angka ini -sesuai akuntansi waris- adalah 1/8 dari 2/3 total tarikah (harta waris) setelah dikurangi 1/3 untuk wasiat.
  • Total yang diwariskan: 4.800.000 Dirham x 8 = 38.400.000 Dirham = 2/3 total tarikah.
  • Nilai yang diwasiatkan: 38.400.000: 2 = 19.200.000 = 1/3 total tarikah

Total tarikah (termasuk wasiat) adalah 38.400.000 Dirham + 19.200.000 Dirham = 57.600.000 Dirham. Dalam unit Rupiah, 57.600.000 Dirham setara dengan Rp.3.543.724.800.000,- (tiga triliun, lima ratus empat puluh tiga milyar, tujuh ratus dua puluh empat juta, delapan ratus ribu Rupiah).

3. ‘Utsman ibn ‘Affan (47 SH – 35 H / 577 – 656 M). Nilai kekayaan saat wafat Rp.2.532.942.750.000,-Ibn Katsir (al Bidayah wa an Nihayah, Ibn Katsir, Juz 7, hal. 214) mencatat, dana yang dimiliki olehsahabat ‘Utsman saat wafat terdiri dari:

  1. Tarikah 1 (tunai) : 30 juta Dirham
  2. Tarikah 2 (tunai) : 150.000 Dinar
  3. Sedekah : 200.000 Dinar
  4. Unta : 1000 ekor

Jika dirinci dengan nilai rupiah menjadi :

  1. Tarikah 1 (tunai) : 1.845.690.000.000
  2. Tarikah 2 (tunai) : 291.219.750.000
  3. Sedekah : 388.293.000.000
  4. Unta : 7.740.000.000

Jumlahnya menjadi Rp.2.532.942.750.000,- (dua triliun, lima ratus tiga puluh dua milyar, sembilan ratus empat puluh dua juta, tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).

Perhitungan di atas bisa jadi lebih kecil dari nilai kekayaan yang sesungguhnya mengingat jumlah tersebut belumآ mencakup aset-aset berikut:

  • pembelian sumur di Rumah (sekitar 5 km dari Masjid Nabawiy) yang diwakafkan untuk keperluan masyarakat senilai 35.000 Dirham (al Mu’jam al Kabir, ath Thabaraniy, Juz 2, hal. 41 atau 1227)
  • hibah 950 unta untuk alat perlengkapan perang Tabuk/’Usrah. (ar.wikipedia.org/wiki/ط¹ط«ظ…ط§ظ†_ط¨ظ†_ط¹ظپط§ظ†)
  • aset tanah (dhiya’) dan kuda yang jumlahnya amat sangat banyak (Tarikh Ibn Khaldun, Jil. 1)

Kekayaan lain Utsman RA yang amat tak terkira, meski bukan kekayaan finansial adalah menikahi dua orang putri Rasulullah SAW (Ruqayyah lalu Ummu Kultsum, radhiyallah ‘an huma).

4. Thalhah ibn ‘Ubaydillah (≈ 26 SH – 36 H / 598 – 656 M). Nilai kekayaan saat wafat Rp.542.100.500.000,-

  1. Tarikah 1 (tunai) : 2.200.000 Dirham
  2. Tarikah 2 (tunai) : 200.000 Dinar
  3. Sedekah 1 (tanah) : 300.000 Dirham (belum dapat verifikasinya)

Jika dirupiahkan menjadi:

  1. Tarikah 1 (tunai) : 135.350.600.000
  2. Tarikah 2 (tunai) : 388.293.000.000
  3. Sedekah 1 (tanah) : 18.456.900.000

Jumlahnya menjadi Rp.542.100.500.000,- (lima ratus empat puluh dua milyar, seratus juta, lima ratus ribu Rupiah)

Sementara itu, sumber lain (ath Thabaqat al Kubra, Ibn Sa’d, Juz 3, hal. 222) mengutip bahwa jumlah seluruh kekayaan Thalhah (tunai dan non-tunai) saat wafat adalah 30.000.000 Dirhamatau setara Rp.1.845.690.000.000 (satu triliun, delapan ratus empat puluh lima milyar, enam ratus Sembilan puluh juta Rupiah).

Dr. Yusuf menjelaskan, informasi yang terakhir ini disampaikan oleh –salah satunya- Muhamad ibn ‘Amr al-Waqidiy yang oleh beberapa ulama diragukan ke-tsiqah-annya. (Baca tentang al-Waqidiy)

5. Sa’d ibn Abi Waqqash (23 SH – 55 H / 600 – 675 M). Nilai kekayaan saat wafat Rp.15.380.750.000,-

Dalam sepanjang sejarah peperangan Islam, beliau tercatat sebagai orang yang pertama kali kena tusuk anak panah dan beliau pula yang pertama kali dalam sejarah Islam melesatkan panah dari busurnya ke arah musuh. Beliau termasuk generasi awal yang masuk Islam. Sebagian informasi menyebutnya sebagai orang keempat dari kalangan laki-laki yang masuk Islam awal setelah Abu bakr, Ali dan Zayd, radhiyallah ‘an hum.Nilai tarikahatau harta warisnya -seperti dikutip oleh Ibn Katsir- sebesar 250.000 Dirham (al Bidayah wa an Nihayah, Juz 8, hal. 84). Jika dirupiahkan, nilai ini setara dengan Rp.15.380.750.000,- (lima belas milyar, tiga ratus delapan puluh juta, tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).

Mereka -kelima sahabat Rasulullah SAW adalah para pebisnis dan dermawan ulung. Dalam waktu yang sama mereka adalah sebagian dari para sahabat yang mendapatkan berita gembira tentang perolehan surga. Mereka adalah manusia-manusia yang luar biasa karena -umumnya- kekayaan sering menjauhkan diri dari Allah SWT dan melenakan.

Mereka adalah teladan. Bagaimana tidak? Mereka -di samping sebagai orang kaya- juga turun langsung ke dalam kancah pertempuran. Penyikapan mereka terhadap harta yang dimilikinya menjadikan aset-aset tersebut sebagai harta yang baik yang berada di tangan orang baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ظ†ط¹ظ… ط§ظ„ظ…ط§ظ„ ط§ظ„طµط§ظ„ط­ ظ„ظ„ظ…ط±ط، ط§ظ„طµط§ظ„ط­ – ط±ظˆط§ظ‡ ط£ط­ظ…ط¯. Sebuah fenomena langka di tengah masyarakat umumnya.

Catatan:

  1. Nilai yang disebutkan dalam unit rupiah bersifat perkiraan yang mengacu kepada:
    1. Harga beli Dinar : Rp.1.941.465 (27 April 2013 di geraidinar.com)
    2. Harga beli Dirham : Rp.61.523 (27 April 2013 di geraidinar.com)
    3. Harga unta per ekor : 3000 riyal (harga unta di pasar Ukaz tahun 2011 berkisar antara 1.800 Riyal hingga 4.000 Riyal, tergantung usia unta. Namun, yang sesuai dengan diyat adalah 3.000 Riyal dengan usia 3 tahun). 1 riyal (beli) = Rp.2.580 (27 April 2013 – vip.co.id). Asumsi “santai” 1 ekor unta = 3000 riyal Saudi x 2.580 = Rp.7.740.000,-
  2. Di era Rasulullah SAW, nilai tukar 1 dinar = 10 Dirham. Meski demikian penulis menggunakan konversi Dinar dan Dirham berbanding Rupiah yang berlaku saat tulisan ini dibuat agar mendapatkan gambaran yang lebih mudah. Konversi ini memang mengakibatkan perbandingan 1 Dinar menjadi 1 : 31,557 Dirham. Jauh dari realita konversi era sahabat. Namun masalah konversi bukan hal utama yang ingin disampaikan. Pembaca dipersilakan mengonversi ulang nilai tukar di sini sesuai dengan apa yang dianggapnya paling mendekati kebenaran.
  3. Penulis meyakini bahwa aset sesungguhnya yang mereka miliki jauh lebih besar dari apa yang dikemukakan di dalam tulisan ini mengingat mereka dikenal juga dermawan ulung. Artinya, nilai aset yang disebutkan belum mencakup nilai charity yang didonasikan semasa hidupnya.
  4. Kondisi finansial kelima sahabat ini tidak dapat dijadikan cermin kondisi finansial para sahabat lainnya. Sebaliknya, pada umumnya mereka adalah orang-orang hidup dalam kondisi finansial yang minim dan pas-pasan.

Tawadhu


Menurut buku 99 perbedaan cara mengelola uang miliarder VS orang biasa dikatakan bahwa para miliarder tetap mencoba hidup sederhana dengan membelanjakan uangnya atas dasar kebutuhan bukan kepuasan.


Disebut dibuku ini, miliarder Warren Buffet masih tinggal dirumah lamanya di Nebraska yang dibeli tahun 1958, tak ada alasan baginya tinggal dirumah super besar meski dia mampu memilikinya. Juga sama bos facebook Mark Zuckenberg dengan kekayaan fantastis malah membeli mobil-mobil biasa, gayanya pun sederhana.


Nah.. sejatinya apalagi sebagai seorang muslim, tentu sosok teladan adalah para sahabat nabi yang juga pengusaha trilyuner. Sebut saja seperti Abdurahman bin Auf, Utsman bin Affan, dan Zubair bin al Awwam.Selain trilyuner hebatnya lagi ketiganya Rasulullah sampaikan dijamin masuk surga. 


Tentu saja mereka sosok pengusaha yang tawadhu, dan merupakan pengusaha pejuang. Jadikan dakwah sebagai poros kehidupan. Bahkan ikut berperang turun dimedan jihad. MashaAllah semoga kita bisa meniru tauladannya.


Salam sukses berkah berlimpah!

Kamis, 02 Desember 2021

Areanya manusia


Mau dapat berkah dari Sang Kuasa ?

Jalankan saja panduan-Nya.

Hasil akhir biar terserah Allah Saja.


Dalam bidang apapun total usahanya.

Ikhtiar maksimal daya upaya.

Tambah tawakal dan genjot doa.

Jauhkan dari perbuatan dosa.


Kalau belum juga dapat gimana ?

Syukur, Sabar dan ikhlas lapang dada.

Pokoknya istiqomah saja.

InshaAllah nanti ada jalannya.


Tinggal ingatkan saja.

Bahwa dunia ini hanya sementara.

Akhirat kekal abadi tiada batasnya.

Itu yang lebih utama.


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Rabu, 01 Desember 2021

Dengki


Dari Abu Hurairah Radhyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy (provokasi dengan tipu daya), jangan saling membenci, jangan saling membelakangi ! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu disini –beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali-. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim lainnya.”(HR.Muslim)

Salam sukses berkah berlimpah!

Minggu, 28 November 2021

Mencintai


Makna cinta bukan hanya untuk pasangan hidup saja.

Namun juga secara umum manusia.


Pesan Imam Syafii ini sebagai clue pertemanan dan bisnis.

Pilihlah partner bisnis yang mencintai Allah.

Apalagi bicara bisnis yang butuh pemahaman muamalah.


Kalau perkara halal haram saja tak peduli.

Maka bisa ditebak bisnis bakal tak berkah.

Malah menjadi dosa dibawa sampai akhir dunia.


Jadi “cintailah” yang mencintai Allah.