banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Minggu, 24 Maret 2024

Fisika Quantum Aplikasi Islam

Akhir-akhir ini saya kembali membaca buku-buku terkait hukum fisika quantum yang bisa berikan pengaruh besar dalam perubahan kehidupan. Namun memang ilmu ini tidak bisa ditelan mentah-mentah untuk dipraktekkan, karena faktanya masih banyak pemahaman yang bertentangan dengan Islam.

Namun dari beberapa ilmu tersebut seperti yang diutarakan oleh David Hawkin, Dr Joe Dispenza dan lainnya ada yang ternyata relevan dengan apa yang selama ini saya pelajari dalam Alquran dan As Sunnah , berikut rangkuman diantaranya  yang sudah di buat langkah praktisnya yang sesuai tuntunan:

1.Pikiran dan Hati harus selaras ( penelitian heart math : otak itu sebagai medan listrik, jantung medan magnet, harus keduanya koheren.) , caranya yaitu dengan masuk kondisi ikhlas pasrah bertawakal kepada Allah. diawali dengan tarik napas panjang tenang dan lepaskan penuhi dengan ke ikhlasan, ditambah dengan senyuman dan dada di penuhi dengan keyakinan - ikhlas  - optimis, lalu juga disertai istighfar. Kemudian berdoa kepada Allah SWT rasakan dan bayangkan apa yg diinginkan seperti sudah terjadi untuk menambah keyakinan. Jaga kondisi hati penuh keikhlasan, cinta kasih dan damai.

SUMBER AYAT HADITS -nya :

“Iblis berkata, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”  (QS.Al Hijr ayat 39-40.)


"Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada seekor burung, yang keluar pada pagi hari dalam keadaan lapar lalu sore harinya pulang dalam keadaan kenyang.”(HR.Ahmad)


 "Siapapun yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka." (Abu Dawud)


"Doa setiap kalian dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan, 'Aku telah berdoa, namun belum dikabulkan juga'." (HR Bukhari)


Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

2.Di alam quantum ruang dan waktu tidak ada. jadi bisa jadi apa yg kita pikirkan pengaruhi juga masa lalu, yang mewujud jadi masa kini. Bahwa dari para peneliti serba tidak pasti di alam quantum tergantung dari pemikiran yg meriset.

Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Oleh karena itu, berprasangkalah terhadap-Ku sesuka hatinya.” (HR. Bukhari - Muslim)

3. Hidup di masa sekarang, bukan masa lalu. Yaitu berpikir dan merasakan seperti kejadian masa lalu, sehingga otomatis menarik alam bawah sadar masa lalu. Hidup masa sekarang dengan seperti sudah peroleh apa yg diimpikan.

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

4.Jaga level energi emosi diatas 200 yaitu dengan selalu berpikir positif hal yang baik,

“Allah SWT berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingat-ku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalua dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Muslim dan Bukhari no. 4850)


 


Minggu, 07 Januari 2024

Hukum Ambil Buah Jatuh


Apa hukumnya mengambil buah yang jatuh didalam pagar pemiliknya? 


Imam Nawawi dalam kitabnya Al Majmu' pernah menjelaskan hukum buah yang jatuh di kebun berpagar sebagai berikut :

(Imam Nawawi, Al Majmu' Syarah Al Muhadzdzab, Juz 9, hlm. 59).

Artinya :

1. Jika buah itu jatuh di dalam pagar kebun, maka buah itu dihukumi tetap miliknya si pemilik kebun. [Jadi tidak halal diambil masyarakat sekitar].

2. Jika buah itu jatuh di luar pagar kebun, maka hukumnya sama dengan hukum sebelumnya [yaitu dihukumi tetap miliknya si pemilik kebun], jika tidak ada kebiasaan di masyarakat yang membolehkan mengambilnya.


Ini seperti seorang anak kecil yang mumayyiz yang membawa hadiah (untuk kita) maka halal memakan hadiah itu. (Imam Nawawi, Al Majmu' Syarah Al Muhadzdzab, Juz 9, hlm. 59).


( Di ambil dari materi KH.M. Shiddiq Al Jawi)