banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Selasa, 20 Agustus 2019

Derajat ujian


Urutan tingkat ujian ini seperti mengurutkan tingkat pendidikan dari profesor, doktor, pascasarjana, sarjana, SMA, SMP, SD, dan TK.
.
Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” [HR. Tirmidzi]
.

Bila ingin menjadi orang sholeh tidak bisa didapat dengan bersenang-senang, tetapi melalui perjuangan yang berat. 
.
Bagaimana tidak, syariat mengatur setiap perilaku manusia, baik berupa perintah dan larangan yang demikian banyak. Sampai-sampai disebutkan dalam hadits bahwa dunia penjaranya orang beriman.
.
Juga, menjadi orang sholeh berarti harus siap dengan ujian Allah yang lebih berat dari yang lainnya. 
.

Tak ada pilihan untuk mengelak dari ujian Allah. Seperti halnya anak sekolah yang tak bisa mengelak dari ujian di sekolahnya. 

.
Semua proses yang berjalan harus dilewati. Siapa yang lulus, masuk ke tahap yang lebih tinggi. Siapa yang gagal, akan mengulang di kelas yang sama atau mungkin diturunkan ke kelas yang di bawahnya.
.
Harusnya ketika ujian datang, seorang mukmin bisa bergembira dan mensyukuri hal itu. Dengan adanya ujian berarti ia memasuki fase kenaikan kelas. 
.
Jika ia berhasil melewati dengan penuh kesabaran dan mendapat Ridho-Nya (dijalankan sesuai syariat),  maka ia naik ke kelas berikutnya. 

.

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian bala’ dan sesungguhnya siapa yang ridha mendapat ujian, tentu baginya keridhaan Allah, dan siapa yang murka mendapat ujian, tentu baginya murka Allah.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).
.

Minggu, 18 Agustus 2019

Cobaan hidup


Rasulullah ﷺ dan Para Sahabat yang dijamin masuk surga tak terlepas dari berbagai ujian.
.
Apalagi sebagai manusia biasa yang hidup di akhir zaman. Tidak akan bisa lari dari ujian.
.
Ibarat pepatah “mati satu tumbuh seribu”
.
Masalah kan selalu ada, selesai satu berganti ke yang lain.
.
Jangan mencoba lari.
.
Menghindar hanyalah PENUNDAAN ke masalah yang lebih besar.
.
Terima dan hadapi justru itulah yang mempercepat penghapus dosa di masa lalu.

.

Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” [HR. Tirmidzi]



Selasa, 13 Agustus 2019

Pengorbanan



Sunatullahnya barangsiapa bersungguh-sungguh akan menikmati hasilnya.

.

Yang ingin badan kurus bersungguh-sungguh olahraga, mengatur pola makan, menahan godaan makan enak.

.

Yang ingin sukses bisnis/karir bersungguh-sungguh ikhtiar diiringi jalankan syariat muamalah.

.

Yang ingin anak sukses (dunia-akhirat) bersungguh-sungguh belajar dan menjalankan ilmu parenting Islami.

.

Yang ingin keluarga samara bersungguh/sungguh belajar dan menjalankan fikih keluarga.

.

Dan seterusnya.. dan seterusnya..

.

Namun Bersungguh-sungguh membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.

Dibutuhkan tekad kuat, pikiran positif, konsistensi, kesabaran, ketaatan, keimanan (tauhid), dan keyakinan untuk mencapainya.

.

Terlebih bila tujuan besarnya untuk masuk surga-Nya Allah. Tidak ada ceritanya bersantai-santai tanpa perjuangan dan pengorbanan.

.

Maaf.. untuk ini agak “mahal” “harga” yang harus “dibayar”, hanya untuk yang rela berkorban untuk menggapai keridhoan Allah SWT.

.

"Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga." (HR. Al-Tirmidzi)

.

Minggu, 11 Agustus 2019

Bersikap adil


Seorang guru beri pelajaran hidup kepada muridnya yang suka bicara keburukan orang.

.

Diperlihatkan selembar kertas putih dengan titik hitam di tengah,  lalu ditanya “apakah ini?”

.

Jawaban muridnya yang juga seperti kebanyakan orang, “itu adalah titik hitam”. 

.

“Salah!” Tegas sang Guru, “Ini Selembar kertas putih yang bersih, dengan satu titik kecil saja.”

.

Gurunya melanjutkan, “Sama seperti orang yang banyak berbuat baik, kemudian lakukan kesalahan. Maka sebagian besar fokus pada kesalahannya. Padahal kebaikan yang dilakukan sangatlah banyak. Maka janganlah melihat orang hanya dari keburukannya, tentu banyak juga kebaikan darinya.”

.

Lanjut sang Guru “Setiap orang pasti punya salah. Kita wajib adil memandang kehidupan. Kita saja masih jauh dari sempurna, seandainya Allah SWT buka aib kita tentu terasa sangat hina-lah diri ini”

.

“...janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [QS. Al Maa’idah: 8]

.

“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar” [QS.an-Nahl:126]

.


Sabtu, 03 Agustus 2019

Kebahagiaan hakiki


Sebagai manusia wajar bila miliki impian hidup. Selama tidak bertentangan syariat boleh saja.

.

Namun pernahkah rasakan saat dapat yang dimau terasa biasa saja ?Tandanya keinginan itu masih berupa kesenangan.

.

Menurut seorang penulis buku, bahwa Kesenangan sifatnya sementara,sesaat, dan tidak ada pemaknaan didalamnya.

.

Seseorang menyangka perburuan kesenangan akan membawa pada kebahagiaan. Padahal tidak.

.

Yang bawa pada kebahagiaan adalah pemaknaan terhadap hidup itu sendiri. Demikian penulis itu sampaikan.

.

Al Quran berikan jawaban bahwa kita akan bahagia (tidak bersedih hati) ketika mengikuti setiap petunjuk (syariat-Nya)


.

Disanalah fitah manusia dari sang Pencipta Allah SWT.

.

Namun kita malah mencari jalan lain, yang malah menjauhkan dari kebahagiaan hakiki.

.

Bahagia  itu ketika Allah SWT ridho ntah dalam keadaan susah ataupun senang.

.


“Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (al-Baqoroh 38) 


- Agung Nugroho Susanto -


Rabu, 31 Juli 2019

Timbangan Kehidupan



Ketika mencoba bermuhasabah, introspeksi diri perjalanan hidup ternyata terkandung banyak hikmah luar biasa.

.

Kalau saya simpulkan menurut akal yang terbatas ternyata hidup butuh keseimbangan.

.

Ibarat “timbangan” hidup, sebagai manusia biasa bila ditimbang tabungan dosanya mungkin lebih berat dibanding tabungan pahalanya.

.

Terlebih “transferan” dosa khifayah yang terus mengalir akibat diamnya diri terhadap syariat-syariat yang belum terlaksana secara utuh (kaafah).

.

Pilihannya supaya timbangan pahala memberat adalah dengan ber amal kebaikan yang banyak / dirangkum dalam satu kata yaitu TAkWA.

.

Jalankan setiap perintah-Nya termasuk menuntut ilmu agama dan berdakwah. Juga menjauhkan setiap larangan-Nya.

.

Atau pilihan lain bila tidak mau bertakwa ya kalau Allah SWT masih sayang maka diberi berbagai ujian kehidupan sebagai penghapus dosa.

.

Atau kalau Allah SWT sudah murka diberikan istidraj kesenangan-kesenangan didunia yang tiada habisnya supaya terus merasa aman dan kelak di akhirat dibalas sejadi-jadinya.

.

Namun ada juga kok sudah bertakwa masih diuji? Yuk muhasabah lagi jangan-jangan masih ada yang kurang level takwanya. Atau juga mungkin sebab Allah SWT sayang supaya semakin diperberat timbangan pahalanya.

.

Yang terpenting apapun kondisinya terus berada di jalan TAAT.

.


“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ( Al Ahzab 70-71)


 - Agung Nugroho Susanto -

Senin, 29 Juli 2019

Saling Mencintai Karena Allah



Selama kami membangun bisnis tidak selalu berjalan dengan mulus. Diantaranya seputar karyawan.

.

Manusia bukanlah robot yang bisa sesuai kehendak kita bekerja tanpa banyak tanya cukup dengan hanya menekan tombol.

.

Namun masing-masing punya pemikiran dan perasaan yang berbeda-beda.

.

Pengalaman di bisnis walau sudah dibangun sistem, ternyata kadang masih terjadi juga kesalahan.

.

Sanksi pun harus diberikan sebagai bentuk keadilan dan pertanggungjawaban.

.

Demikianlah manusia tidak akan lepas dari salah dan dosa. Namun seperti dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam setiap kesalahan dapat ditebus dengan tobat, penyesalan dan penghentian perbuatan maksiat tersebut.

.

Kami di manajemen melihat tingkat kadar kesalahannya terlebih dahulu, ada yang masih diberi kesempatan, ada yang langsung diberhentikan.

.

Itu diseputar dunia profesional bekerja, Terlebih pada kehidupan bermasyarakat dalam terminologi Islam kita harus mencintai dan memberikan wala’ (loyalitas) kepada kaum Mukminin.

.

Apalagi bila orang tersebut adalah orang sholeh / pengemban dakwah, ketika ada salah tidak langsung memusuhi/menjatuhkan kehormatannya, namun meluruskan mengajak kepada yang haq dengan adab yang baik, bersama-sama saling menguatkan.

.

“Salah seorang di antaramu tidaklah dikatakan beriman sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” [HR Bukhori Muslim]

.

“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Mana orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku? Hari ini Aku lindungi mereka di bawah naunganKu pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.” (Hadits Qudsi riwayat Muslim)” .

Minggu, 28 Juli 2019

Hikmah dibalik secangkir kopi


Seorang Ustadz memberikan nasihat kepada muridnya yang banyak mengeluh dan kurang mensyukuri hidup.
.
Ustadz : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

.
Tidak berapa lama, sang santri membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula beserta sendok kecil.
.
Ustadz : Coba kamu rasakan kopimu, bagaimana rasanya?
.
Santri : Rasanya sangat pahit sekali, ustadz
.
Ustadz : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?
.
Santri : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ustadz.
.
Ustadz : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
.
Santri : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak ustadz.
.
Ustadz : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
.
Santri : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ustadz.
.
Ustadz : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
.
Santri : sangat manis sekali, ustadz.
.
Ustadz : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
.
Santri : Terlalu manis. Malah tidak enak, ustadz.
.
Ustadz: Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
.
Santri : Aduh ustadz, rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa.
.
Ustadz : Ketahuilah santriku, jika rasa pahit kopi ibarat ujian hidup dan rasa manis gula ibarat kebahagiaan, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa santriku?
.
Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.
.
Santri : Ya ustadz, sekarang saya tahu, kenikmatan hidup dapat aku rasakan jika aku menjalankan hidup tidak berlebihan,baik dalam keadaan sedih ataupun bahagia.
 Terimakasih atas pelajaran ini, ustadz.
.
Ustadz : 
Manusia tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depannya. Saat ini kita bahagia, sejam kemudian kita bisa dirundung sedih. Saat ini kita sedih, siapa tahu lima menit lagi kabar bahagia datang. Pada akhirnya tidak ada yang patut kita sombongkan. Kita tidak perlu berlebihan menyikapi segala sesuatunya. Yakini bahwa kebahagiaan dan kesedihan pasti berjalan seimbang. Tidak tahu kapan waktunya, yang bisa kita lakukan hanya berusaha taat dan berdoa.
.

“...dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-‘An`am [6] : 141)

Sabtu, 27 Juli 2019

Masalah hidup



Bila memutuskan menjadi pengusaha maka harus SIAP konsekuensi menghadapi banyak tantangan (masalah).
.
Karena sejatinya “tugas” pengusaha itu memecahkan berbagai masalah di bisnisnya. 
.
Mulai dari urusan karyawan (rekruitmen, penggajian, culture, dsb) , sistem (manajemen, SOP, struktur, dsb) , strategi (produk, marketing, selling, branding, dsb), dan lain-lain.
.
Sudah semenjak kuliah hingga sekarang, sekitar 15 tahun saya berbisnis dan harus terus belajar supaya bisa tuntaskan problem bisnis.
.
Demikian pula dalam hidup, kita bisa lari dari masalah namun kita tidak akan bisa menghindar dari masalah yang akan selalu muncul.
.
Selama manusia masih bernapas selama itu pula ujian kehidupan ada. Fokusnya bukan pada masalah itu sendiri, namun KEMAMPUAN menyelesaikan setiap masalah dengan baik.
.
Baik itu seperti apa ? Yaitu setiap masalah diselesaikan sesuai aturan-Nya (syariat),  tanpa harus mendzalimi diri sendiri, orang lain dan Allah SWT.
.
Terlebih yang terpenting ujian/cobaan/masalah hidup adalah bentuk kasih sayang Allah SWT sebagai penghapus dosa, pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
.

“...Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” [HR Tirmidzi]  
.
Jadi orang hebat tidak akan takut dengan masalah.. kalau kamu??

Kamis, 25 Juli 2019

Hidup adalah Pilihan



Dari ‘Atha’ bin Abi Rabah ia berkata, Ibnu Abbas berkata kepadaku, “Inginkah engkau aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku pun menjawab, “Tentu saja.”

Ia berkata, ”Wanita berkulit hitam ini (orangnya). Ia telah datang menemui Nabi shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata:

“Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.” Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”

Maka ia berkata:”Aku akan bersabar.” Kemudian ia berkata:”Sesungguhnya aku (bila kambuh maka tanpa disadari auratku) terbuka, maka mintakanlah kepada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Maka Beliau shallallahu ’alaihi wasallam pun mendo’akannya. (HR Al-Bukhari 5652)

.

MasyaAllah.. Ketika wanita tersebut diberikan PILIHAN antara surga dan kesembuhan, maka ia lebih memilih BERSABAR untuk peroleh pahala tanpa batas yang kelak terbayar dengan surga yang abadi. 


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan diberi pahala tanpa batas.” (QS Az-Zumar :10)

.
Hidup Adalah Pilihan.. Berjuang Penuh Kesabaran atau Kefanaan dunia..


Senin, 22 Juli 2019

Hidup itu Simple




Sejatinya hidup ini sederhana, tapi kita sendiri yang membuatnya jadi rumit dan kompleks. 

.

Terlebih panduan kehidupan manusia telah diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Al Quran dan As Sunnah untuk dijalankan supaya selamat dunia akhirat.

.

Dalam buku yang ditulis Jack Canfield bahwa setiap hari manusia menerima lebih dari 60.000 pikiran.

.

Sedangkan akal manusia hanya bisa fokus satu informasi dalam satu waktu.

.

Tinggal memilih anda mau fokus pada kegagalan, kesulitan, ketakutan, keraguan, kecemburuan.

.

ATAU anda fokus pada kesuksesan, keyakinan, kemudahan, keberanian, kasih sayang, dsb. Semua adalah pilihan sadar masing-masing.

.


Alihkan setiap fokus pada prasangka baik dan jalankan setiap panduan kehidupan yang haq. Disanalah yang membawa pada kesuksesan (bahagia) hidup dunia akhirat. 


.


“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [HR Bukhori Muslim]

.


Hidup itu sederhana tidak perlu dibuat rumit.

.


Salam Sukses Berkah Berlimpah! #yukhijrah #sukses #suksesberkah #suksesmulia #sukses

Sabtu, 20 Juli 2019

Ridho Allah SWT



Kalau perilaku diri hanya untuk tujuan dunia maka takarannya adalah asas manfaat saja.

.

Yaitu apa untungnya buat saya ?

.

Bisa berupa untung materi (harta) atau non materi (kedudukan, status, perasaan)

.

Sangat merugi bila hidup yang hanya sesaat ini hanya untuk mengejar dunia yang fana.

.

Jadikan setiap perbuatan untuk keridhoan Allah SWT semata. Berbisnis, bekerja, berumah tangga, belajar, menuntut ilmu, bahkan ketika makan dan minum diniatkan untuk Keridhoan Allah SWT semata. Bukan kepada yang lain / ridho makhluk.

.



“…Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Al Imraan [3]: 145)

Rabu, 17 Juli 2019

Kebenaran VS Pembenaran



Hal-hal yang dinilai benar tidak semuanya berdasarkan pada Kebenaran. Terkadang yang tampak benar ternyata pembenaran semata.

.

Ada jarak yang jauh antara kebenaran dengan (yang sekedar) pembenaran. Karena: Kebenaran bersumber dari Allah, sedangkan pembenaran bersumber dari hati yang bermasalah (sedang sakit).

.

Dimulai dengan belajar Jujur terhadap Hati Nurani Sendiri, Agar kita Bisa Jujur dan adil Terhadap Orang Lain.

.

Pencari kebenaran selalu mengintrospeksi diri bermuhasabah menjernihkan hati, sedangkan pengguna pembenaran berusaha mencari-cari 1000 dalih.

Rasulullah bersabda,

.

“Orang yang pandai adalah yang mengekang jiwanya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang lemah adalah yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan terhadap Allah. (HR at-Turmudzi dan Ibnu Majah)


.

Kebenaran terkadang pahit dan tidak sesuai dengan hawa nafsu sedangkan pembenaran selalu mengikuti hawa nafsu.

.


“Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

.

Tulisan ini sebagai pengingat diri pribadi dan untuk diresapi. 

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Minggu, 14 Juli 2019

Hidup di “backing” Allah SWT



Dalam buku pertama yang saya tulis, dijelaskan supaya bisnis di “backing” Allah SWT itu prinsipnya ada 3 :
1. Tujuannya untuk keridhoan Allah SWT.
2. Dijalankan sesuai syariat.
3. Menjalankan sunatullah secara maksimal.
.
Serta tambahan satu lagi bertawakal sebelum, ketika, dan sesudah ikhtiar. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus totalitas berserah kepada Allah SWT setiap saat.
.
Prinsip tersebut berlaku universal, terkait segala bidang kehidupan. Ingin sukses berkarier, sukses pendidikan, sukses rumah tangga, dll dll.
.
Tinggal di cek saja mana yang harus dibenahi. Cek apakah tujuan kita sudah benar, salah menetapkan tujuan bisa salah orientasinya. Tujuan disini juga bagian dari doa, pastikan doanya hanya untuk keridhoan Allah SWT. 
.
Lalu benarkah semua sudah sesuai syariat, cek satu persatu terkait yang kita kerjakan selama ini dari sisi fikih. Jangan-jangan tanpa sadar merupakan hal yang diharamkan tapi kita tidak paham karena kurang ilmu.
.
Lalu sudahkah kita menjalankan sunatullah secara maksimal? Misal sunatullahnya bisnis diketahui banyak orang ya ada marketing. Berusaha maksimal tidak berdiam diri juga merupakan perintah Allah SWT. 
.
“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’du: 11)
.

Demikian supaya kehidupan kita selalu “dibacking Allah SWT”. Walau tetap hasil akhir kembali kepada-Nya, setidaknya kita sudah ikhtiar maksimal sesuai tuntunan-Nya. Sehingga menerima setiap Ketetapan-Nya dengan kepasrahan maksimal, yakin merupakan yang terbaik.
.
Salam Sukses Berkah Berlimpah!
- Agung Nugroho Susanto -

Kamis, 11 Juli 2019

Pencitraan


Zaman sekitar tahun 2002 masih ingat Media Sosial yang nge-hits? YA BENAR! Friendster namanya. Friendster yang didirikan oleh programmer Jonathan Abrams ini menjadi terobosan baru seiring berkembangnya internet.

.

Namun Zaman segitu internet belum seperti sekarang, kalau mau online harus pake komputer via sambungan telpon, belum lagi loading koneksi yang butuh perjuangan. Rasanya anak zaman now nggak bakalan sabar deh..

.

Alhasil WARNET alias warung internet menjadi solusi. Pulang sekolah kadang mampir ke warnet hanya untuk Friendster-an dan MIRC-an. hehehe..

.

Semua sosial media polanya sama yaitu EKSISTENSI tunjukkan Sudut Pandang Diri dari sisi yang terbaik. 

.

Eksistensi diri merupakan pengakuan keberadaan seseorang dalam suatu lingkungan. Semakin banyak tanggapan positif semakin diakuilah keberadaannya.

.

Sah-sah saja selama tidak melanggar batasan syariat dan diniatkan untuk kebaikan.

.

Namun yang di posting di sosmed jangan sampai bertolak belakang dengan aslinya. Misal tampak bijaksana, mulia, sabar, rela berkorban, penyayang, ternyata berbeda 180 derajat.

.

Sebagai pengingat saya pribadi khususnya bahwa “Antara Kata dan Perbuatan Haruslah Selaras sehingga menghasilkan sebuah Harmoni”. 

.

Dengan harmoni tercipta tatanan kehidupan yang indah dan teratur. Harmoni bukanlah keterpaksaan. Dengan harmoni, akan menjadi indah, enak dibayangkan, dilihat, dan dirasakan.

.

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3) #motivasiislami #quotesagungns #suksesmulia #suksesduniaakhirat #yukhijrahbisnis 


Selasa, 09 Juli 2019

Tak Ada yang Sempurna


Proses rekruitmen staff merupakan tahapan penting guna menempatkan “man in the right place”. 


.


Selain menggunakan tools-tools psikotes,  tahapan wawancara juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan.


.


Namun seringkali saya bersama team mendapatkan hasil yang tidak sesuai standart penempatan.


.


Saya, HRD dan Manager pun kadang berbeda pendapat apakah calon staff tersebut layak diterima / ditolak.


.


Namun biasanya sebagai jalan tengah kami putuskan untuk beri kesempatan percobaan terlebih dahulu. 


.


Saya pahami tidak ada orang yang sempurna, setiap orang PASTI ada kekurangan dan kelebihannya. 


.


Seseorang layak diberi KESEMPATAN untuk BUKTIKAN. Bisa jadi hasil tes tidak sesuai dengan jati diri sesungguhnya, bisa karena  banyak pikiran (masalah), kecapekan, tegang (stress), dan kondisi lainnya.


.


Berbagai kondisi yang akibatkan tidak perform adalah suatu hal yang manusiawi, berkaca pada diri bahwa kita juga pasti pernah melakukan yang serupa baik secara sadar / tanpa disadari.


“Maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

#motivasiislami #quotesagungns #yukhijrahbisnis #muslimpreneur #suksesmulia #suksesduniaakhirat 




Minggu, 07 Juli 2019

Pemenang tidak Pernah Menyerah


Pengalaman saya belasan tahun bisnis bahwa kenaikan dan penurunan bisnis merupakan hal yang biasa.


.


Bagi yang MEMUTUSKAN menjadi pengusaha MAU TIDAK MAU, SUKA TIDAK SUKA ia harus siap hadapi apapun kondisinya. 


.


Namun tidak bagi staff/karyawan, penurunan bisa dianggap perusahaan sudah tidak memiliki masa depan. Akhirnya resign menjadi sebuah pilihan.


.


Padahal terkait gambaran masa depan masih dalam taraf asumsi-asumsi. Bisa benar bisa salah belum sampai tahapan pasti.


.


Nyatanya team yang tetap perform bekerja sesulit apapun kondisi perusahaan justru merekalah yang kini menjadi leader di berbagai posisi.


.


Seorang pelatih New York Giant yang fenomenal mengatakan “Pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menang”


.


Apalagi kalau tujuan yang dikejar adalah kesuksesan hakiki (akhirat) tentu perjuangan dan ujiannya akan jauh lebih dahsyat, dan hanya orang-orang hebat yang mampu melewati. 




.


“Syaitan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengatahui.” (Al-Baqoroh [2]: 268)

.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!


Sabtu, 06 Juli 2019

Karakter

Frustasi karena perilaku seseorang tidak seperti yang kita harapkan itu merupakan keanehan.

.

Orang punya standarnya masing-masing dan selama itu tidak melanggar syariat maka sah-sah saja.

.

Seperti respons sahabat Umar bin Khattab yang cenderung “meledak-ledak” sedang Abu Bakar yang kalem, Rasulullah SAW tidak berusaha merubah karakter keduanya.

.

Jadi lebih baik sesuaikan harapan kita atas perilaku orang yang berbeda-beda.

.

Pahami dan pelajari bagaimana individu tersebut beroperasi kemudian sesuaikan pendekatan kita dengannya.

.

Demikianlah karakter pemimpin hebat yang bisa mengikuti gaya karakter semua orang.

.

#motivasiislami #suksesmuda #suksesmulia #quotesagungns #yukhijrahbisnis #yukhijrah 


Saling Melengkapi


Manusia diciptakan dengan karakter berbeda-beda, bahkan yang kembar identik sekalipun. 


.


Konsekuensinya akan muncul perbedaan pemikiran dan perilaku dalam interaksi. 


.


Semua karakter itu baik, memiliki kelebihannya masing-masing, tugas kita bukan untuk memperuncing perbedaan namun saling menerima apa adanya.

.

Setiap manusia mempunyai kelemahan, jadi tidak boleh merasa lebih baik / merasa paling sempurna.


.

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (QS. Al hujurat :11)

#suksesmuda #suksesmulia #motivasiislami #quotesagungns #yukhijrahbisnis #yukhijrah 


Kamis, 04 Juli 2019

Tabungan pahala



Kita tahu, paham, bahkan sampai taraf yakin bahwa hidup didunia itu sementara, hanya “mampir ngombe” saja. 

.

Ngerti bahwa Kehidupan sesungguhnya adalah nanti di akhirat, mengejar yang fana didunia menjadi hal yang sia-sia, tak membawa manfaat untuk kehidupan yang abadi nanti

.

Nyatanya peluang pahala di depan mata malah sering kita lupakan, seperti kita sebagai anak ke orang tua

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa … ” [an-Nisâ`/4:36].
.

Orang tua kepada anak :

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).

.

Suami kepada istri dan anaknya

Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang  paling berbuat baik pada keluargaku” (HR. Tirmidzi)
.

Istri kepada suami dan anaknya

“..Dan maukah aku tunjukkan kepada kalian wanita ahli Surga? Yaitu setiap istri yang penuh cinta kepada suami serta penyayang kepada anaknya, yang ketika suaminya marah kepadanya ia berkata, ‘inilah tanganku berada ditanganmu, aku tidak bisa tidur memejamkan mata sehingga engkau ridho kepadaku.” (HR. Nasai)

.

Dan peluang pahala masih terbuka lebar melakukan amar maruf nahi munkar ke keluarga, teman, sahabat, lingkungan tempat bekerja, relasi, masyarakat, bahkan sampai level penguasa.