banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Senin, 24 Juni 2019

Ujian hidup

Hidup itu singkat kawan.. .

Waktu terus berdetik tak peduli seberapa bekal diri..

.

Bersyukurlah atas setiap kondisi.. .

Yang terlihat belum tentu seperti yang dihati..

.

Yang berkebutuhan khusus, menjadi kesabaran baginya & keluarga alirkan pahala Illahi..

.

Yang hadapi ujian berat sebagai penghapus dosa-dosa diri..

.

Yang keberlimpahan materi hakikatnya ketaatannya sedang diuji..

.

Semua ada porsinya..

Yang pasti tak ada yang abadi..

.

Bersyukurlah.. terkadang ujian hidup itulah yang memberatkan timbangan di akhirat nanti..

. “Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah) #motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #suksesmulia #quotesagungns

Permudah Urusan Orang


Beberapa kali saya / team kantor mengurus berkas dan perijinan usaha kerap mendapat kesulitan. Lebih tepatnya dipersulit dengan segala macam alasannya.

.

Rasanya bikin darah naik, bingung, gemes, kesal, dll. Mau marah tidak bisa secara kita ada kepentingan dengannya. Ada yang pernah merasakan?

.

Sebenarnya apa sih alasan orang mempersulit urusan orang lain? Ada yang memang karena alasan uang, ina itu ini itu  muter-muter ternyata UUD (Ujung-Ujungnya Duit).

.

Ada juga yang merasa hebat karena miliki kuasa, akhirnya muncul “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?” Alasannya memang cenderung untuk kepuasan batinnya saja. Ntah apa maksudnya, mungkin memang jiwanya yang agak sakit sehingga dengki, iri dan tak ingin orang lain maju berkembang.

.

Ada juga karena kesempatan untuk meminta sesuatu (untuk kepentingannya) yang sebelumnya tidak pernah dipermasalahkan. Mirip-mirip yang UUD hanya bentuknya lain, prinsipnya tetap sama ambil kesempatan dalam kesempitan.

.

Apapun itu dampak perbuatan para oknum ini membuat timbul banyak kerusakan. Karenanya perbuatan mempersulit ini dilarang oleh Allah SWT. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

.

“Barang siapa yang menyulitkan (orang lain) maka Allah akan mempersulitnya para hari kiamat” (HR Al-Bukhari no 7152)

.

“Barangsiapa yang memberi kemudharatan kepada seorang muslim, maka Allah akan memberi kemudharatan kepadanya, barangsiapa yang merepotkan (menyusahkan) seorang muslim maka Allah akan menyusahkan dia."

(Hadits riwayat Abu Dawud nomor 3635, At Tirmidzi nomor 1940)

.

“Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya akan tetapi iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah kalian mengghibahi kaum muslimin, dan janganlah pula mencai-cari aib mereka, sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari kesalahannya, dan barangsiapa yang Allah mencari-cari kesalahannya maka Allah akan mempermalukannya meskipun ia berada di dalam rumahnya” (HR Abu Dawud no 4880)

.

Permudah urusan orang lain jika tidak ingin dipersulit dikehidupan nanti.

Salam Sukses Berkah Berlimpah! #yukhijrahbisnis #motivasiislami #quotesagungns

Sabtu, 22 Juni 2019

Karakter adalah anugerah


Abu Bakar Ash Shiddiq adalah seorang yang rendah hati, lemah lembut, dan tidak pernah berlaku angkuh, apalagi bertindak sewenang-wenang, baik semasa jaman jahiliyah maupun sesudah beliau masuk Islam, lebih-lebih sesudah menjadi Khalifah (Pemimpin umat Islam).

.

Sedang Umar bin Khattab sebagai khalifah kedua karakternya keras, tegas, dan pemberani. Ketika akan melakukan hijrah ke kota Madinah Umar berani terang-terangan, dan malah menantang orang-orang kafir Quraisy dengan perkataan “Siapa yang ingin istrinya menjadi janda, anaknya menjadi yatim maka halangilah saya untuk hijrah”.

.

Walau karakter nya terlihat berseberangan namun keduanya miliki persamaan yaitu sangat taat kepada Rasulullah atas setiap perintah dan larangan Allah SWT.

.

Kepribadian/karakter manusia adalah bawaan sejak lahir. Setiap manusia dilahirkan dengan masing-masing kepribadian yang berbeda dan unik. Perbedaan karakter untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. Apapun karakternya yang terpenting adalah ketaatan terhadap perintah dan larangan Allah SWT.

.

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (QS. An-Nisaa : 80)

.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

#motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #suksesmulia

Keinginan dan Perilaku Tak Sinkron


Sejak mulai bisnis tahun 2004 saya melakukan wawancara calon karyawan. Sampai sekarang pun level manajemen yang lolos psikotest saya wawancarai. Alasannya karena saya user yang nantinya berhadapan langsung dengan mereka. 

.

Sepertinya sudah ratusan orang saya bertatap muka dengan para pencari kerja ini. Ada satu pertanyaan yang saya tanyakan untuk ketahui kedalaman visi hidupnya. Yaitu “Apa filosofi/moto hidup anda ?”

.

Saya yakin rata2 orang tujuan hidup sebenarnya adalah ingin masuk surga. Mana ada sih yang cita-citanya disiksa di neraka ? Sudah fitrahnya manusia mengejar nikmat dan menghindari sengsara.

.

Namun lain di hati lain di sikap, banyak yang perilakunya tidak sinkron dengan keinginannya. Banyak yang tertipu dengan kebahagiaan sesaat yang dirasakan di dunia ini, sehingga tetap berani dan nekad melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT. 

.

Untuk itu diperlukan penguatan terhadap diri supaya tetap berada di jalan yang lurus, seperti rutin ikuti pengajian, banyak bergaul dengan orang-orang sholeh, gabung dalam komunitas muslim yang aktif pada kegiatan positif. Sebagai benteng diri agar terhindar dari kemaksiatan.

.

Ingatlah  Allâh Azza wa Jalla berfirman :


"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui" [al-‘Ankabût/29: 64]

.

Kejarlah AKHIRAT maka dunia kan tunduk hina padamu, kejarlah DUNIA maka kan dihinakan oleh dunia.

.

SALAM SUKSES BERKAH BERLIMPAH! #motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #quotesagungns #suksesmulia 

Minggu, 16 Juni 2019

Semakin tinggi cita-cita Semakin Besar Pengorbanan


Ketika kecil saya bercita-cita menjadi tentara, alasannya simple karena keliatan gagah dan bisa perang.

.

Lain lagi dengan anak saya Sofie, cita-cita mengikuti kunjungan sekolahnya, saat ke pemadam kebakaran cita-cita ingin jadi pemadam. Saat ke pabrik bakpia berubah lagi mau jadi pengusaha bakpia. Entah nanti kemana bisa berubah lagi. Hehehe..

.

Begitulah kesederhanaan berpikir seorang anak kecil tentang cita-cita atau harapan ketika dewasa.

.

Yang pasti apapun Cita-citanya semua butuh pengorbanan. Mau sukses karier/bisnis harus berkorban kerja keras jalankan sunatullah. Mau sukses pendidikan harus berkorban rajin belajar.

.

Apalagi mau sukses masuk surga tentu pengorbanannya juga harus luar biasa. Digambarkan saking indahnya surga sampai tak terbayang akal manusia di dunia.

.

. “Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)

.

Nasehat Ibnul Jauzi sebagai berikut,

“Ketahuilah, semoga Allah memberikan taufiq kepadamu. Sesungguhnya watak dasar jiwa manusia itu cinta kepada hawa nafsunya. Telah berlalu penjelasan tentang begitu dahsyatnya bahaya hawa nafsu, sehingga untuk menghadapinya engkau membutuhkan kesungguhan dan pertentangan dalam diri jiwamu. Ketika engkau tidak mencegah keinginan hawa nafsumu maka pemikiran-pemikiran sesat (kejelekan-kejelekan) itu akan menyerang sehingga tercapailah keinginan hawa nafsumu.” (Dzammul Hawa, hal.36, Asy-Syamilah)

.

Salam Sukses Berkah Berlimpah! #motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #quotesagungns

Jumat, 14 Juni 2019

Ilmu bisa menjadi beban

Imam Ghazali pernah berkirim surat kepada muridnya. Isinya menggambarkan betapa pentingnya perbuatan saling menasihati. Demikian pula, kelapangan hati dalam menerima nasihat.

.

"Nasihat itu mudah, yang sukar adalah menerimanya. Bagi mereka yang mengikuti hawa nafsunya, maka nasihat akan terasa pahit," kata Imam Ghazali dalam pembukaan suratnya itu.

.

Terhadap sang murid, Hujjatul Islam berpesan agar hidup sebagai pemuda Muslim yang mencintai ilmu pengetahuan dan mengamalkan ilmu itu. "Subhanallah, mereka tidak menyadari bahwa ilmu yang telah diamanatkan kepadanya mesti diamalkan. Bila tidak, ilmu hanya akan menjadi beban, memperberat siksa yang ditimpakan kepadanya," lanjut sang imam.

.

Sosok yang lahir di Tus (Persia) itu mengutip sebuah hadits Nabi SAW, "Orang yang mengalami siksaan berat pada Hari Kiamat adalah ilmuwan dan kaum cendekiawan yang tidak menebarkan manfaat dengan ilmunya."

.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

#motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #suksesmulia #quotesagungns

Ukhuwah


Ukhuwah dimaknai ikatan persaudaraan. Secara luas Ikatan bisa muncul karena ikatan darah, persamaan daerah /suku, persamaan bahasa, atau akhir-akhir ini yang sedang ‘panas’ adalah ikatan karena pilihan politik.

.

.

Namun ikatan yang saya sebut diatas sifatnya rapuh karena pondasinya lemah mudah sekali dicerai beraikan.  Lalu ikatan apa yang hakiki ?

.

Tidak ada ikatan yang benar (haq) kecuali ikatan yang berdasarkan aqidah Islam yaitu Ukhuwah Islamiyah. ‘’Orang Mukmin itu bagaikan satu jasad, atau bagaikan bangunan yang saling mengukuhkan,’’ sabda Nabi SAW dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

.

Konsekuensi akidah Islam adalah KETAATAN kepada hukum Allah (Syariat). Sabda beliau “Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya’” (HR. Bukhari no. 6788 dan Muslim no. 1688).

.

Menunjukkan bahkan ikatan darah tidak ada pengecualian dihadapan penegakkan hukum Allah, yaitu bukan dengan mengikuti hawa nafsu. Rasulullah bersumpah, jika Fatimah binti Muhammad mencuri –dan Fatimah tentu lebih mulia secara nasab dibandingkan dengan wanita bani Makhzum (klan suku Quraisy) karena Fatimah adalah pemimpin para wanita di surga- maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang akan memotong tangannya.

.

Dengan demikian WAJIB bagi muslim kedepankan ikatan akidah Islam, dahulukan persamaan ketimbang perbedaan, jangan mau dipecah belah. Walau demikian tetap wajib ber-amar maruf nahi mungkar karena ini juga perintah Allah SWT supaya saudaranya tidak salah jalan.

.

Sejatinya ukhuwah itu ibarat simpul tali pendaki gunung yang KUAT mengangkat beban berat, namun juga mudah DIURAI (saling pengertian). Sifat demikian penting untuk hadapi tantangan zaman yang penuh cobaan.

.

Bersama menguatkan menuju jannah, bukan melemahkan dengan kebencian yang membawa ke Neraka.

.

Salam Sukses Berkah Berlimpah! #motivasiislami #yukhijrahbisnis #quotesagungns #suksesduniaakhirat

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan


Bertambahnya usia tidak serta merta pribadi menjadi lebih dewasa. Dewasa tidaknya seseorang ditentukan oleh banyak hal yang berhubungan langsung dengan kehidupannya. Kemajuan kepribadian sangat dipengaruhi oleh perkembangan otak. 
.
Berdasarkan penelitian (salah satunya Jurnal Cerebral Cortex) menyatakan bahwa telah terjadi pengurangan hubungan antar sel dalam otak untuk membuatnya lebih efisien dan efektif dalam bekerja. 
.
Ini dapat diibaratkan ketika sebuah rangsangan diterima biasanya impuls syaraf mengalirkannya kesemua sel yang lain (keseluruh otak) akan tetapi setelah proses pendewasaan setiap rangsang yang di terima akan dikonsentrasikan ke bagian tertentu saja. Penyusutan ini menunjukkan bahwa orang dewasa lebih efektif dan efisien dalam berpikir.
.
Contohnya ketika seorang bayi diperintahkan untuk mengangkat tangannya maka perintah itu dikirimkan keseluruh bagian otak namun ia tidak melakukan apa-apa. Setelah memasuki umur 3 tahun, ia dirangsang dengan perintah yang sama maka langsung saja otaknya merespon rangsangan tersebut dengan mengalirkan perintah hanya di bagian otak yang mengendalikan tangan untuk diangkat.
.

Pembeda utama antara orang yang sudah dewasa dan yang belum dewasa adalah pengalaman. Satu-satunya cara untuk meningkatkan kedewasaan seseorang yaitu dengan menambah pengalamannya. Seperti dengan pengalaman belajar, pengalaman panca indra, pengalaman bertanggung jawab, bergaul, berkomunikasi, pengalaman hadapi masalah, mandiri, bermanfaat, bekerja, beragama, dll.
.
Kedewasaan bisa terlihat dari bagaimana seseorang dalam berpikir dan berperilaku. Semakin matang seseorang semakin cemerlang dalam memutuskan sesuatu. Pikirannya jauh kedepan melampaui orang kebanyakan, bahkan pemikirannya jauh sampai kehidupan setelah kematian (akhirat). 
.
Otomatis Kemampuan pengendalian dirinya hebat, tenang ketika hadapi masalah, adil dalam analisis, tekun dalam lakukan suatu hal, dll. Demikian karakter dewasa yang biasanya terdapat pada orang-orang yang sukses (dunia akhirat) seperti Rasulullah SAW contohkan. Semua pemikiran dan perbuatannya selalu berdasarkan aturan (syariat) dari pencipta manusia yaitu Allah SWT. Sehingga semua yang dilakukan adalah yang terbaik, adil, dan berikan maslahat.
.

وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Hujurat: 9)

Salam Sukses Berkah Berlimpah!


Minggu, 09 Juni 2019

Hidayah dikejar, Istiqomah dipaksa




Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, 

.

‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” 

.

Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, 

.

‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalamminya” (HR. Muslim no. 2807).

.

Subhanallah... yang tampak baik dan indah didunia belum tentu merupakan kebaikan di akhirat. Sebaliknya yang tampak buruk dan sulit belum tentu merupakan keburukan di akhirat.

.

Tidak semua Orang memiliki visi kehidupan jauh kedepan (akhirat). Hanya mereka yang tunduk taat istiqomah memegang kuat syariat yang kan diberikan hidayah taufik oleh Allah SWT. Semoga kita bisa mendapatkannya. Aamiin.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!


Jumat, 07 Juni 2019

Bubur Lezat



Dalam menjalankan kehidupan, manusia harus berusaha di area yang dikuasainya dengan mengikuti syariat (aturan yang diturunkan Allah SWT), dan menjalankan setiap sunatullahnya supaya hasilnya maksimal. Di area ini akan terkena hisab di akhirat kelak.

.

Hasil akhir merupakan area yang menguasainya, manusia tidak dikenakan hisab akannya, merupakan ketetapan Allah SWT yang harus diterima dan dilarang untuk berkeluh kesah bila tidak seperti yang diinginkan.

.

“....janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

.

Ketika nasi sudah menjadi bubur, maka buatlah menjadi bubur yang lezat. Beri bumbu dengan takaran yang pas, lalu Nikmati setiap suapannya hingga habis tak bersisa (ajal datang menjemput).

.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!


Kamis, 06 Juni 2019

Latih Otot Taat





“Otot” Semakin Dilatih Semakin Kuat

Tahun ini Berkesempatan merasakan mudik lintas moda transportasi. Nyupir lintas Sumatra ini beda dengan nyupir di Jawa. Kalau di Jawa tantangannya kepadatan kendaraan, kalau di Sumatra selain kendaraan juga medan jalan yang tidak rata dan berlubang.
.
Alhasil dibutuhkan ekstra fokus supaya  mobil tidak terperosok lubang atau ‘terbang’ karena sambungan jalan yang tidak rata.
.
Karena tidak terbiasa rasanya nyupir di lintas Sumatra ini bikin cepat lelah. Mungkin tidak bagi yang terbiasa.
.
Begitulah seperti otot semakin dilatih angkat beban maka semakin kuat, lama-lama yang dulu berat jadi terasa ringan.
.
Begitu juga tentang ketaatan, sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapi. Ketika kurang dilatih maka mental belum terbentuk jadi terasa berat.
.
Yang diperlukan adalah sikap IKHLAS, niatkan setiap langkah untuk ridho Allah SWT semata. Seperti saya bahas ditulisan “NIAT itu menguatkan!”
.
“Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji kalian; siapakah di antara kalian orang yang terbaik amalnya.” (QS. al-Mulk: 2)
.
Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Minggu, 02 Juni 2019

Orang ‘berani’ banyak untungnya

Orang “Berani” banyak untungnya





Kutipan ini kalau tidak salah ingat saya baca dari buku bisnis. Artinya mereka yang berani ambil resiko kemungkinan berhasil lebih besar dibanding yang berdiam diri banyak pertimbangan.
.
Juga melihat para pemimpin, pahlawan dan pelaku perubahan sepanjang sejarah adalah mereka para pemberani. 
.
Namun berani yang ingin saya bahas disini bukan sekedar berani. Namun berani karena benar. 
.
Apa standar benarnya ? Semua orang bisa mengklaim kebenaran.
.
Jelas benar sesuai tuntunan syariat. Karena disitulah letak hisab di akhirat yang kan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
.
Mereka miliki visi jauh kedepan, mampu “melihat” sesuatu yang tidak bisa dilihat orang. 
.
Dia rela berkorban untuk kemaslahatan yang besar. Seperti Rasulullah SAW yang sangat peduli terhadap umatnya.
.

Kasih sayang Rasulullah Saw kepada umatnya tidak dapat diukur dengan harta ataupun tahta. Kasih sayang Rasulullah Saw sepanjang zaman, hingga pada detik-detik akhir dari kehidupannya pun Nabi Muhammad Saw senantiasa memikirkan dan menyebut-nyebut umatnya … Ummati … Ummati … Ummati …

Do’a dan Tangis Rasulullah Saw untuk Umatnya“Ya Allah, umatku, umatku.” (HR. Muslim)

.
Semoga kita dikuatkan jiwanya menjadi para pemberani hingga Islam menjadi Rahmatan lil alamin mewujud nyata.
.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)
.
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” (QS. Ali Imran, 3: 160)

Rabu, 29 Mei 2019

Ikhlas Karena Terbiasa



Secara bahasa, ikhlas memiliki arti bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. 

Menurut agama ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja,  memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

.

Kata Ikhlas sering kita dengar saat bersedekah. Bahwa berilah dengan ikhlas.. Keikhlasan membuat terhindar dari penyakit hati yang akan merusak niat untuk memberi itu sendiri. .


Bagaimana supaya bisa melatih keikhlasan? Ada suatu pandangan salah kaprah menurut saya "Memberi sedikit saja yang penting Ikhlas" Sebagai pembenaran bahwa dengan memberi sedikit saja itu lebih baik, daripada banyak-banyak tapi tidak ikhlas. hehe... Ya jelas beri sedikit lebih ikhlas karena beri sesuatu dalam jumlah yang tidak membebani segala kebutuhan hidup. Namun jika terus-terusan lalu kapan kita ikhlas memberi yang banyak ? .


Ternyata keikhlasan itu muncul dengan sendirinya seiring kebiasaan. Jadi untuk bersedekah jangan takut tidak ikhlas, yang penting niatnya hanya untuk memberi karena Allah, dan yakin walau sedekah banyak Allah akan membalas berlipat dalam berbagai macamnya bentuknya, tidak usah khawatir tidak tercukupi. Ini janji Allah yang PASTI!

.


Rumus IKHLAS MUNCUL KARENA TERBIASA juga berlaku untuk hal lainnya. Rutinitas kerja awalnya berat akhirnya terbiasa dan terasa ringan. Sholat di masjid awalnya malas akhirnya terbiasa dan rajin. Berolahraga awalnya capek akhirnya terbiasa dan ringan. Berangkat pengajian awalnya susah akhirnya terbiasa dan semangat. Dendam/benci awalnya kesal akhirnya terbiasa bertemu dan saling memahami. Dsb dsb.. .


Seperti bernapas Tak ada napas yang bisa kita pertahankan karena amat menyayanginya. Kita justru melepasnya, karena kita menyayangi hidup. Menerima dan melepaskan sejatinya hal paling alami yang bisa kita pelajari dari tubuh.

.

Semua tidak ada yang instan, apalagi urusan hati/tekad dibutuhkan latihan “otot” ikhlas hingga semua terasa mudah. Semoga hati ini ikhlas bersih dari kotoran dan menjadikan semua untuk keridhoaan Allah SWT semata. Aamiin. #motivasiislami #yukhijrahbisnis


Minggu, 26 Mei 2019

Niat yang Benar


Niat Yang Benar Itu Menguatkan

.


Sabda Nabi SAW “Setiap amalan itu dengan niat.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

. .

Kadang kala dalam hidup sering dapatkan cobaan yang berat.Kuncinya adalah dengan niat yang benar sejak awal. Karena niat itu MENGUATKAN.

.

Pastikan Niat kita adalah untuk keridhoan Allah SWT semata. InsyaAllah dengan niat yang benar maka jalan apapun yang dihadapi walau berupa kerikil bahkan batu terjal sekalipun jadi terasa ringan.

.


Contoh sederhana bahwa niat menguatkan:

Saat berpuasa, diwajibkan untuk niat terlebih dahulu. Entah kenapa saat berniat berpuasa maka tubuh dengan sendirinya menyesuaikan, sehingga saat siang hari tidak terasa lemas berlebihan.

.

Berbeda saat sedang tidak berpuasa (tidak berniat puasa karena Allah) walau pagi sudah sarapan, namun bila siang hari telat makan sedikit saja tubuh langsung lemas lunglai tak berenergi.

.

Disini bisa kita lihat bahwa niat yang salah (bukan untuk ridho Allah SWT) bila tidak tercapai yang di inginkan diri mudah sekali menyerah dan kecewa. Sebaliknya bila niatnya benar, maka betapa kesulitan/cacian/makian menerpa tak begitu di pedulikan karena semata dilakukan untuk keridhoan Allah SWT semata.

.

Nah.. jadi mudah sekali kita ketahui niat sudah lurus / belum. Tinggal temukan kemana hati condong ketika diterpa badai cobaan. Bila mudah kecewa dan menyerah artinya niat masih seputar remeh temeh dunia.

.

Niat yang Benar itu Menguatkan!

Pict sesaat kajian di @terasdakwah #yukhijrahbisnis 

#suksesduniaakhirat #motivasiislami

Sabtu, 25 Mei 2019

Hawa Nafsu



Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengingatkan bahwa mengikuti hawa nafsu akan membawa kehancuran. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَ ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

.

و ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ : خَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ والعلانيةِ وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا

.

“Tiga perkara yang membinasakan dan tiga perkara yang menyelamatkan.


Adapun tiga perkara yang membinasakan adalah: kebakhilan dan kerakusan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan  seseorang yang membanggakan diri sendiri.


Sedangkan tiga perkara yang menyelamatkan adalah takut kepada Allâh di waktu sendirian dan dilihat orang banyak, sederhana di waktu kekurangan dan kecukupan, dan (berkata/berbuat) adil di waktu marah dan ridha.”


[Hadits ini diriwayatkan dari Sahabat Anas, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abdullah bin Abi Aufa, dan Ibnu Umar g . Hadits ini dinilai sebagai hadits hasan oleh syaikh al-Albani di dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahihah, no. 1802 karena banyak jalur periwayatannya]




#motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #suksesmulia #quotesANS


Senin, 20 Mei 2019

Strategi Menangkan Persaingan


#Strategi menang persaingan bisnis lawan pemain besar yaitu dengan keluar dari pola permainan mereka,buat persaingan tidak relevan
.
Mengikuti pola permainan lawan dengan segala variabel yg dikuasainya akan sangat sulit untuk menang
.

Seperti Daud mengalahkan Jalut bukan dengan pedang & perisai namun dgn ketapel yg tdk terbayangkan 
.

Rasulullah SAW tidak menerima kekuasaan dari kafir quraisy yg bersyarat,namun menerima nusroh dr suku auz & khasraz 
.
Strategi ini berlaku universal bukan hanya dalam bisnis, jadi jangan remehkan pemain kecil bila konsisten dengan tekun menggunakan cara ini niscaya atas izin Allah akan dimenangkan.
.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur: 55)
#yukhijrahbisnis #suksesmulia #motivasiislami

Minggu, 19 Mei 2019

Tanda diSayang Allah


Insan yang hatinya selalu melekat hanya untuk keridhoan Allah SWT semata maka semua tindak tanduknya selalu terikat dengan syariat-Nya semata.

.

Hidupnya selalu diuji dalam berbagai bentuk, bukan karena Allah murka namun sebagai wujud kasih sayang Allah SWT kepadanya. Supaya dirinya selalu mendekat dan mencurahkan, berpasrah total kepada Allah semata.

.

“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani)

.


Allah memberikan ujian kepada para Nabi dengan ujian yang berat. Di antaranya ada yang dibunuh, ada yang disakiti masyarakatnya, ada yang sakit dengan penyakit yang parah dan lama seperti Nabi Ayyub, dan Nabi kita Muhammad shallallahu’alai wa sallam sering disakiti di Makkah, namun beliau tetap sabar menghadapinya. Intinya, gangguan semacam ini terjadi terhadap orang yang beriman dan bertaqwa sesuai dengan kadar iman dan taqwanya.

.

“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya” (HR. Ahmad,

.

Berbahagialah.. semoga kita masuk dalam barisan orang-orang yang salih tersebut. Aamiin..

.

#motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #suksesmulia

Kamis, 16 Mei 2019

Awas ajak maksiat


Karena setiap diri adalah pemimpin maka jangan sampai kepemimpinan kita membawa diri dan orang yang dipimpin kedalam neraka (kemaksiatan).

.

Misal Dalam lingkup kantor, atasan salah membuat keputusan perintahkan bawahan gunakan permodalan/ transaksi berbasis riba. Sehingga bawahan terkena status saksi/pencatat yang sama dosanya dengan pelaku riba.

.

Dalam lingkup negara, penguasa membuat kebijakan perbolehkan khamar/prostitusi maka terjerembablah rakyat dalam kemaksiatan.

.

Dalam lingkup keluarga suami/istri melanggar syariat (alih peran/ ketidaktaatan) sehingga muncul permasalahan yang akibatkan kerusakan.

.


“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.” (HR-Bukhori)

Kamis, 09 Mei 2019

Umat Pertengahan



Sedih teringat diri yang dulu. Demikian tekun pagi, siang, malam tak kenal waktu, tak kenal lelah tapi bukan untuk meniti jalan keridhoan, namun hanya untuk mengejar sejumput kenikmatan fana dunia.

.

Tak bolehkah menjadi muslim yg berkelimpahan? Justru seorang muslim yang kuat (berkecukupan/kaya) lebih diutamakan daripada yang lemah. Namun bukan berarti sepanjang waktunya hanya untuk mengejar harta melupakan kewajiban-kewajiban seperti mencari ilmu, berdakwah, amar maruf nahi munkar, dll.

.


“Dan demikian (pula) Kami menjadikan kamu (umat Islam) ummatan  wasathan (umat yang adil/pertengahan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan manusia) dan agar Rasul (Muhammad) menjadi  saksi atas (perbuatan) kamu…” (QS. al-Baqarah/2: 143).

 .

Artinya Islam memandang sesuatu secara adil menurut porsinya tidak melampaui batas. Ketika berpuasa ada waktu diwajibkan berbuka, malah haram bila tak berbuka. Dalam harta dilarang boros dan pelit, namun ditengah-tengah untuk bersikap Dermawan. Diwajibkan ibadah namun juga diperintahkan mencari  nafkah. Posisi tengah mejadikan diri mampu memadukan ruhani dan jasmani, material dan spiritual, dalam segala sikap dan aktivitas.

.

Manusia memiliki sikap cenderung kepada yang disukai (hawa nafsu), sehingga seadil-adilnya perilaku / sikap adalah yang berasal dari Allah SWT, yaitu syariat-Nya sebagai petunjuk jalan yang lurus. Al Quran Sebagai mukjizat dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk dijalankan umatnya supaya tidak salah jalan.

.

Jadi bila ingin tak salah jalan/tersesat cukup ikuti jalan kebaikan, jalan yang diridhoi-Nya. Taat tanpa TAPI dan NANTI jika tak ingin menyesal NANTI.


Selasa, 07 Mei 2019

Taat Tanpa Tapi



Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Terlebih sebagai manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, ditambah godaan setan yang terus mengganggu sehingga diri ini mudah jatuh pada dosa.

.

Dosa bisa disebabkan karena perilaku yang dilarang Allah SWT, karena diamnya diri membiarkan kemaksiatan tak mau ber amar maruf nahi mungkar, serta bisa juga mendapat aliran dosa karena fardhu kifayah yang tak juga terlaksana.

.

Akibatnya bencana/kesusahan/ kesulitan akan menimpa seorang Mukmin, besar atau kecil. Karena sesungguhnya kesusahan tersebut menjadi wasilah bagi penghapusan dosa-dosanya, selain sebagai ujian kehidupan.

.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahgulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari  kesalahan-kesalahannya.” (HR.Bukhori)

.

Tentu, dosa-dosa terhapus dari orang yang tertimpa musibah jika ia menyikapi musibah itu dengan keridhaan dan kesabaran (Lihat: Ibn Qudamah al-Maqdisi, Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, 1/272; As-Samarqandi, Tanbih al-Ghafilin, 1/255).

.

Kita diberikan akal, sudah semestinya bisa mengambil hikmah dari kesulitan/cobaan yang diberikan, bermuhasabah supaya jangan sampai mengulangi kesalahan yang akibatkan berbagai persoalan hidup.

.

Taat Tanpa Tapi dan Nanti!

#motivasiislami #suksesmulia #yukhijrahbisnis 

Jumat, 03 Mei 2019

Lupa Daratan

LUPA DARATAN


Istilah lupa daratan sering digunakan kepada siapa yang melampaui batas sehingga melupakan batasan-batasan.

.

Batasan yang dimaksud ditulisan ini adalah batasan yang diberikan Allah SWT (syariat).

.

Sebagai manusia dengan segala keterbatasannya perilaku lupa daratan ini pernah saya alami. Dari hasil muhasabah setidaknya ada beberapa penyebab.

.

Pertama,Faktor Lingkungan. Saat itu saya senang bergaul dengan yang hanya jadikan dunia sebagai tolak ukur, tak peduli halal-haram dalam muamalah, apalagi ngomongin dakwah. Akibatnya bisa ditebak fokus hidup sebagian besar hanya untuk harta semata. Hidup mikirnya hanya bisnis,bisnis dan bisnis.

.

Kedua,Sanjungan & Pujian. Bagaimana tidak lebih dari 30 penghargaan didapat, alhasil media cetak dan TV nasional kerap meliput. Nggak salah memang, namun bila tidak miliki pondasi ilmu membuat diri lupa daratan , jadi besar kepala, munculkan perasaan paling hebat, sehingga tidak mau dengarkan orang lain, terutama ajakan untuk belajar ilmu agama.

.

Ketiga, Kufur Nikmat. Ketika itu Usia 20-an tahun duit banyak, punya mobil mewah, motor gede, rumah megah, aset berlimpah tanpa sadar membuat hati mengeras menjadi sombong. Tidak mensyukuri nikmat yang didapat dengan taat SYARIAT secara utuh. Ngomongin agama baru sebatas sedekah dan ibadah. Padahal perintah dan larangan Allah SWT itu banyak, termasuk untuk ber amar maruf nahi munkar berjuang dijalan dakwah.

.

 Semoga bisa diambil hibrohnya, muhasabah diri untuk kita semua supaya tidak lupa daratan kedepankan HAWA NAFSU ketimbang KETAATAN . Paham hakikat hidup dari mana kita berasal, untuk apa diciptakan, dan akan kemana setelah kematian. Banyak sekali fardhu khifayah yang belum berjalan, berakibat “transferan” dosa terus mengalir apabila tidak berjuang.

.

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. [al-Mâ`idah/5:77]


Rabu, 01 Mei 2019

Taat buah orang kuat



Kala hidup hanya “setetes air” tak layak rasanya dikejar-kejar hanya untuknya. Tiba-tiba ajal datang menjemput dan tak punya bekal untuk kehidupan akhirat yang “seluas samudra.” 

.

. “Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?”(HR Muslim no 2868). .


Demikianlah. Seorang muslim sudah seharusnya sadar betapa dunia hanya negeri yang penuh dengan fatamorgana. Dunia bukanlah tempat bersenang-senang dan beristirahat. Dunia merupakan kampung mencari bekal. Sebaliknya, akhiratlah tempat memetik buah amal. Jika perbuatan yang diusahakan di dunia baik, tentu balasan di akhirat pun akan baik, dan demikian sebaliknya.


#taattanpatapidannanti #motivasiislami


Minggu, 28 April 2019

Cinta dan Benci



Rasa Cinta dan Benci tak pernah salah karena merupakan fitrah yang diberikan Allah SWT. 

.

Menjadi TIDAK TEPAT bila salah meletakkan perasaan cinta dan benci tersebut. Bagaimana cara mencintai dan membenci yang benar ? 

.

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

.

Bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah.

.

Imam an-Nawawi berkata, “Kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya –subhanahu wa ta’ala– ialah dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan tidak menyelisihi aturan-Nya, demikian pula halnya kecintaan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(lihat Syarh Muslim [2/96])

.

Kesimpulannya tempatkan rasa cinta dan benci pada STANDAR yang Allah SWT tempatkan.

.

Jangan jadikan hawa nafsu sebagai standar, kebenaran hakiki hanya yang berasal dari Allah SWT semata. Kuatkan tekad dimana ada syariat disitu pasti ada maslahat!

.

#motivasiislami #yukhijrahbisnis  #suksesmulia


Jumat, 26 April 2019

Kesombongan



MENERIMA TANPA MENJALANKAN

.

Bukti ketaatan diri kepada Allah SWT adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya.

.

Belum dianggap taat apabila menerima dan mengakui Islam namun tidak mau untuk menjalankan dalam setiap perilaku kehidupan.

.

Dikutip dari Kisahmuslim, alasan Abu Jahal menolak beriman. Bukan karena Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu berdusta. Tapi yang menghalanginya adalah kesombongan. Jika dia beriman, berarti kabilahnya kalah dalam kemuliaan. Kabilahnya kalah gengsi dengan bani Hasyim. Dan di zaman sekarang, alasan ini pula yang menjadi latar belakang seseorang menolak untuk taat.

.

Di hari Perang Badar, al-Akhnas bin Syuraiq bertanya kepada Abu Jahal, “Abul Hakam (sebutan Abu Jahal di tengah kafir Quraisy), beritahu aku tentang Muhammad. Apakah ia orang yang jujur atau pendusta? Karena di sini tak ada seorang Quraisy pun selain aku dan engkau yang mendengar pembicaraan kita.” Abu Jahal menjawab, “Celaka engkau! Demi Allah, sungguh Muhammad itu seorang yang jujur. Dia sama sekali tak pernah berbohong. Tapi, kalau anak-anak Qushay dengan al-liwa’ (mengatur urusan perang), hijabah (memegang kunci Ka’bah dan pengaturannya), siqayah (memberi jamaah haji minum), dan juga nubuwwah (kenabian), Quraisy yang lain kebagian apa?” (Ibnul Qayyim, Hidayatul Hayara, Hal: 50-51). .


Semoga kita dihindarkan dari sikap sombong yang menolak taat karena kedepankan nafsu (perasaan, harta, kedudukan, jabatan) dibanding keridhoan Allah SWT. aamiin. .

Salam Sukses Berkah Berlimpah!

#kerashati #motivasiislami #yukhijrah #yukhijrahbisnis


Kamis, 18 April 2019

Urgensi Sistem Kehidupan



Urgensi Sistem Kehidupan

Menurut KBBI arti dari sistem adalah   perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. 
.
Dalam buku pertama yang saya tulis, dijelaskan bahwa membangun bisnis yang hebat selain harus sesuai syariat juga harus sesuai sunatullah,  yaitu dengan Great Team, Great System dan Great Strategy.
.
Great System/ Sistem yang hebat dibutuhkan bila ingin membesarkan skala bisnisnya. Tanpa dukungan sistem yang hebat maka sebagus apapun teamnya akan sulit untuk maju berkembang maksimalkan potensinya.
.
Dalam level keluarga juga demikian dibutuhkan sistem berkeluarga yang mumpuni bila ingin terbentuk keluarga yang kokoh, tahan dari serangan gaya hidup rusak di zaman jahiliyah moderen ini.
.
Yaitu dengan meneladani Rasulullah SAW. Seperti suami menjadi pemimpin (qowam) bagi istri dan anaknya,  wajib mendidik dengan baik (sesuai syariat), serta ketundukan anak istri kepada pemimpin keluarga tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
.
Apalagi di level negara yang demikian rumit terdiri banyak kepala, dengan berbagai ide, kebiasaan, perilaku, dan pemikiran yang berbeda-beda. Serta banyaknya berbagai bidang yang diatur mulai dari sosial, ekonomi, politik, persanksian, dll. Akal manusia yang terbatas akan sangat sulit menjangkau itu semua untuk membuat sistem dan aturan yang komperehensif berikan keadilan, kebaikan merata, efek jera, dsb.
.
Bahagianya kita hidup dizaman ketika risalah Islam telah diturunkan secara sempurna, nyata dan terang benderang, sehingga umat-Nya tinggal menjalankan panduan tersebut. Syariat mengatur secara tuntas urusan bernegara supaya tercipta negeri yang BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR, sebuah negeri yang diberkahi menyinari dunia memberikan Rahmat bagi semesta alam. 
.
Semoga para pemimpin negeri menyadari urgensi dibutuhkannya sistem terbaik ini.
.

"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (Para Rosul), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." QS Al A’raf: 96