banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Rabu, 27 Mei 2020

Kekuatan Niat











Kondisi krisis begini butuh banyak suntikan motivasi.

.

Namun kebanyakan motivasi sifatnya sementara.

.

Ibarat baterai yang butuh di charge ketika habis terpakai.

.

Lalu adakah motivasi yang selalu power full?

.

Saya tulis jawabannya dalam buku saya berjudul Jurus Jitu Membangun Bisnis Berkah Omset Milyaran.

.

Yang pada intinya manusia tergerak ketika ada tujuan besar yang hendak dicapai.

.

Atau biasa disebut dengan niat.

.

Ada yang ingin kaya, berarti niatnya untuk motif ekonomi.

.

Ada yang niatnya untuk kedudukan, ada yang untuk jabatan, atau ada yang berniat ingin dapat jodoh.

.

Dalam sebuah Hadits :

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Hanyalah amalan-amalan itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan….”

(HR. Bukhari - Muslim)

.

Nah disini kuncinya.. yaitu dengan NIAT yang benar.

.

Apabila niatnya untuk menggapai ridho Allah SWT, maka muncul kekuatan motivasi yang dahsyat.

.

InsyaAllah dengan niat yang benar, walau kerikil dan batu terjal menghadang jadi terasa ringan.

.

Contoh niat menguatkan:

Ketika Puasa wajib berniat karena Allah SWT. Entah kenapa saat sudah berniat puasa tubuh menyesuaikan dengan sendirinya. 

.

Siang hari menjadi kuat tidak terasa lapar atau lemas. 

.

Berbeda bila tidak puasa (tidak berniat puasa) ketika siang telat makan sedikit saja tubuh langsung lemas tak berenergi. 

.

Inilah yang dimaksud niat menguatkan. Pernah merasakan?

.

Kesimpulannya supaya diri selalu termotivasi NIATKAN segala perilaku untuk kebaikan mengharap ridho Allah SWT semata.

.

Misal saya berbisnis supaya hasilkan profit untuk bisa berikan manfaat ke banyak orang, bisa bangun pesantren, sekolah gratis, bangun masjid, support dakwah, dsb.

.

Ketika niat baik sudah terpatri, energi berlipat dan jalan kemudahan terbuka. InshaAllah..

Minggu, 24 Mei 2020

Optimasi Diri










Sudah sangat mahfum, untuk sukses butuh kerja keras maksimalkan sunatullah.

.

Juga butuh kerja cerdas supaya efektif hasilkan impact.

.

Supaya energi penuh terisi, butuh yang namanya kerja ikhlas.

.

Dan terakhir lakukan dengan kerja tuntas.

.

Jadilah rumus 4-AS : kerja ker-AS, cerd-AS, ikhl-AS, Tunt-AS yang fenomenal.

.

Rumus ini juga bisa diterapkan dalam berbagai aktivitas kehidupan lainnya.

.

Berdakwah, Mendidik Anak, Ibadah Sunnah, Berkeluarga, Menuntut Ilmu, dll.

.

Silahkan diuji..

.


Orang mukmin yang kuat (dalam iman dan tekadnya) lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan, bersemangatlah (melakukan) hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mintalah (selalu) pertolongan kepada Allah, serta janganlah (bersikap) lemah…”[HR Muslim]

Jumat, 22 Mei 2020

Episode Kehidupan










Tentu Pernah lihat film/sinetron/drama dengan banyak episode kan?

.

Film yang menarik berisi jalan cerita yang susah ditebak disertai intrik yang semakin menambah keseruan.

.

Kadang tampilkan kebahagiaan, kesulitan, kesedihan, kejahatan, penderitaan hingga berharap happy ending.

.

Demikian juga dalam memandang hidup, lihatlah dalam satu kesatuan film yang utuh, jangan hanya fokus pada satu episode saja.

.

Mungkin saat ini sedang galau merasakan kesulitan, kesempitan sampai dengan kesedihan yang bikin gamang hidup.

.

Namun apakah anda lupa bahwa dulu pernah juga merasakan kebahagiaan, kesenangan, keberlimpahan, dan kecukupan?

.

Nikmatilah setiap episode kehidupan.

.

Yakinlah selama berada dijalan taat semua kejadian dalam rangka menuju akhir yang baik (happy ending).

.


“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Senin, 18 Mei 2020

Semua Kondisi Adalah Kebaikan











Sudah fitrahnya manusia mengejar nikmat menghindari sengsara.

.

Pemahaman yang muncul sengsara/derita/kesulitan/sakit adalah buruk.

.

Sedang keberlimpahan/kelancaran/kemudahan adalah baik.

.

Padahal itu pemahaman yang salah!

.


Bagi seorang muslim semua kondisi adalah kebaikan. 

.


“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”[HR. muslim]

.


.

Manusia Sejatinya tempat salah dan dosa. 

.

Kesulitan hidup sebagai ladang penghapus dosa-dosa. Dan dengan sabar di berikan pahala tanpa batas.

.

Lalu manusia wajib bersyukur saat mendapat kebaikan, Allah SWT berjanji akan menambah lagi nikmat bagi hamba yg bersyukur.

.

Artinya saat hadapi wabah pandemi yang berdampak pada pendapatan turun, kekhawatiran, ketakutan, sampai ada yang di PHK / dirumahkan, maka hadapilah dengan penuh kesabaran dan syukur.

.

Bila masih diberi kesehatan syukuri merupakan nikmat yang besar, sementara diluaran sana sudah ribuan orang positif covid.

.

Yakinlah ada hikmah kebaikan, dan yakin Allah SWT akan selalu menyertai setiap insan bertakwa.

.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(Al Baqarah 155-157)

Sabtu, 16 Mei 2020

Jangan Salah Fokus


“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya.
.

Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“

Customer Path


Sebagai Pengusaha anda harus kuasai 5 customer path supaya bisnis bisa banjir order! Apakah itu ?
.

1. Dari mana mereka tau ?
Bisa dari promosi, pengalaman mereka menggunakan, dan rekomendasi dari orang lain.
.
2. Kenapa bisa terarik ?
Ingatan jangka pendek akibat pesan yang di dapatkan saat itu juga, Ingatan jangka panjang karna pernah merasa di layani dan puas terhadap kita sebelumnya.
.
3. Kenapa bertanya ?
Biasa karna konsumen belum yakin dan mulai mecari informasi terlebih dahulu. Bisa melalui media sosial, teman atau langsung kepada kita.
.

4. Membeli
Jika konsumen percaya atau puas maka ia akan memutuskan untuk membeli dan menggunakan produk kita. Kita hanya perlu memahami dan meyakinkan, selanjutnya biarkan mereka yang memutuskan.
.
5. Merekomendasikan
Jika puas, konsumen akan merekomendsikan produk atau pelayanan kita kepasa teman dan keluarganya. Orang ini juga tidak akan segan-segan membela produk kita jika ada yang menjelek-jelekan.

Dapatkan Penjelasan lengkapnya dibuku “Jurus Jitu Membangun Bisnis Berkah Omset Milyaran”
.

Info WA 0812-2223-0540 atau pesan langsung di edubuku.com

Jumat, 01 Mei 2020

Ujian Kehidupan



Manusia punya “perangkat” canggih sebagai “radar” untuk membantu  mengarungi samudra kehidupan.


Dengannya tahu kemana diri ini sedang condong. 


Apakah condong kepada yang fana (dunia) atau condong kepada yang kekal (akhirat).


Perangkat itu adalah HATI.


Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).


Dalam kondisi pandemi covid-19 semua manusia hadapi persoalan. 


Ada yang persoalan kesehatan, bisnis, dirumahkan, PHK, nafkah, bahkan sampai urusan kebutuhan pokok.


Apapun, semua ada kadar ujiannya masing-masing.


Saat inilah gunakan radar HATI, bermuhasabah, merasakan kemana diri ini condong.


Ketika dunia jadi tujuan ujian covid adalah kiamat kehidupan. Stres, gelisah, sedih, bingung, marah pada keadaan.


Namun saat akhirat sebagai tujuan, wabah ini sebagai ujian kesabaran, hikmah, kenikmatan penghapus dosa-dosa, yakin semua adalah Qadha yang harus dilalui. 


Satu kondisi, berbeda arti.


Tetap tenang, khusnudzon kepada Allah SWT, tugas kita untuk terus ikhtiar dan tawakal, yakin semua kan berlalu dengan baik.


“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2] : 155).

Jumat, 24 April 2020

Selling Anything


Bill Gates mengatakan “you can be a millionaire by selling anything but to become billionaire you have to have a business system”.
.
Ungkapan yang benar adanya (saat kondisi ekonomi dunia dalam keadaan normal).
.
Hal ini yang dulu biasa kami lakukan, bisnis membangun sistem, bukan berganti-ganti jualan produk ikuti arus trend saja.
.
Namun teori ini tidak berlaku ketika dunia sedang berhadapan wabah pandemi covid-19.
.
Semua level bisnis mulai dari UMKM sampai dengan perusahaan Tbk terkena imbas krisis yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
.
Krisis ekonomi ini berbeda dari krisis-krisis sebelumnya, jauh lebih kompleks, tidak bisa dipastikan karena memang belum pernah hadapi.
Akhirnya teori Bill Gates tak berlaku, Berubah menjadi “selling anything” supaya bisa bertahan “kapal” tak karam.
.
Bisnis dipaksa untuk segera pivot menjual produk yang dibutuhkan masyarakat. Ada juga yang cukup merubah bisnis model fokus menyasar pasar online.
.
Apapun itu semua melakukan perubahan menemukan pola yang tepat.
.
Terus bergerak, selama produknya halal, muamalahnya benar (sesuai syariat) maka lanjut maksimalkan.
.
Namun jangan berharap making profit yang besar, bisa bertahan saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Apalagi untuk bisnis dengan banyak karyawan.
.
Semua ada hikmahnya menuju perubahan peradaban yang lebih baik.
.
Bersyukur, Ikhtiar maksimal, Tawakal sebelum-saat-sesudah ikhtiar, Istighfar tiada putus, Doa setiap waktu, dan pastinya terus ber amar maruf nahi munkar.
.
Yakinlah Allah SWT berikan yang terbaik. 

Jumat, 17 April 2020

Doa



Abu Darda ra.  mengabarkan,  Rasulullah SAW bersabda,  "Apabila seorang muslim mendoakan kebaikan untuk saudaranya (sesama muslim)  yang berjauhan,  maka malaikat mendoakan (orang yang berdoa)  pula : 'Semoga engkau memperoleh kebaikan juga'. " (HR. Muslim) 
Ya Allah, berilah ampunan kepada saudara-saudara kami yang beriman diseluruh penjuru negeri. 
Ya Allah,  berilah semua kesabaran,  keberkahan, kemudahan, kebaikan, kekuatan, kesehatan, keberlimpahan dalam hadapi wabah pandemi covid-19 ini. 
Ya Allah,  berikanlah semua kebaikan didunia dan di akhirat,  serta hindarkanlah semua dari siksa neraka.  
aamiin ya Rabbal alamin.

Kamis, 16 April 2020

Muslimpreneur Fight


Muslimpreneur FIGHT!!!

Wabah Pandemi Covid-19 akibatkan dampak yang luar biasa di berbagai sektor kehidupan. 
PHK dan pekerja yang dirumahkan karena dampak ekonomi wabah corona sudah tembus 2,8 juta orang. Ditambah lagi krisis keuangan terjadi, Rupiah melemah drastis terhadap Dollar.

Menteri Keuangan sampaikan “…Kami sampaikan COVID jauh lebih kompleks bahkan dari krisis 1997-1998 karena kita tahu penyebabnya,” ungkapnya. Senada disampaikan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) menilai situasi ekonomi saat ini lebih "berat" jika dibandingkan dengan kondisi krisis pada tahun 1998 lalu. "Krisis kali ini lebih berat, sangat lebih berat, dulu 97-98 sifatnya domestik dan regional." kata Sekretaris Jenderal HIMKI Abdul Sobur saat dihubungi Industry.co.id di Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Serupa yang juga saya rasakan, sudah 16 tahun berbisnis inilah tahun terberat, yaitu efek dampak Covid-19 ini. Baru kali ini setelah sekian lama, saya harus bawa kunci ngantor sendiri karena karyawan dirumahkan. 

Pun rata-rata teman-teman pengusaha yang saya kenal merasakan penurunan omset drastis, sehingga pusing memikirkan untuk bisa survive membayar tanggungan cost operasional termasuk gaji karyawan.

Namun ada juga yang sebaliknya malah kebanjiran order sebab bisnisnya seputar dunia kesehatan, alat kebersihan, alat proteksi diri dan berbagai turunannya.

Demikianlah kehidupan semua akan dipergilirkan, semua ada masanya. Sebagai Muslim harus menyadari bahwa kejadian luar biasa ini merupakan Qadha yang tak bisa dihindarkan. Tinggal bagaimana bersikap untuk tetap tenang, bersabar serta ikhtiar maksimal. 

Seperti hikmah Rasulullah SAW perang Khandaq, atas saran Salman Al-Farisi yang orang Persia untuk membuat parit di sekeliling kota Madinah. Nggak main-main panjangnya sampai 5,5 km dengan lebar 4,62 meter dan kedalaman sekitar 3,2 meter. Merupakan strategi yang tidak umum bagi kalangan orang Arab saat itu, sehingga mengejutkan para musuh yang menyerang.

Demikian dalam bisnis harus siap OPEN MIND melakukan perubahan mulai dari efisiensi, merubah model bisnis, menyesuaikan produk, dan mencari berbagai peluang.

Walau berat, merepotkan, dan harus berurusan dengan banyak hal teknis namun harus dilakukan, persis kisah perang Khandaq dimana setiap 10 sahabat Nabi diwajibkan menggali tanah sepanjang 40 meter selama 10 hari.

Tugas kita berusaha di area yang dikuasai, hasil akhir biarlah Allah SWT yang tentukan. 

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”(HR.Muslim)

Jumat, 10 April 2020

Visi hidup yang haq


Apa Visi Hidupmu?


Waktu masih kecil pernah ada kejadian mengagetkan yang sampai sekarang masih lekat dalam ingatan.


Saat itu tinggal di Lampung, seperti biasa rutinitas menjelang tidur sikat gigi, cuci tangan, cuci kaki, ke kamar, doa “bismika Allahuma ahya wa bismika amuut” dan akhirnya tidur lelap.


Pagi hari bangun, langsung kaget dan bingung bukan lagi ada di kasur semalam, tapi sudah dikasur lain, di kamar hotel, dan di jakarta.


Padahal waktu dari lampung - jakarta jalur darat sekitar 8 jam. Harus nyebrang naik kapal very. Dan anehnya saya nggak terbangun sama sekali. Apalagi sebelumnya juga tak ada rencana dari Ayah saya.


Kejadian semacam ini saja sudah buat bingung. Coba bayangkan seandainya kejadian serupa terjadi pada anda. Anda tidur nyenyak dan tiba2 bangun pagi di sebuah istana yang mewah, lengkap dengan makanan, fasilitas bioskop pribadi, kolam renang besar, lengkap dengan mobil mewah, motor besar, dan pelayan bagai bidadari yang siap melayani apapun mau anda.


Sebagai orang yang diberikan akal sehat, tentu anda akan bertanya dimana saya ? bagaimana saya bisa disini? Untuk apa saya dibawa ke istana ini? Apakah semua fasilitas ini untuk saya ? Apakah saya akan terus berada disini? Akan kemana setelah ini ?


Anda akan terus merasa gelisah hingga menemukan jawaban yang memuaskan akal dan menentramkan jiwa.


Sebagai orang yang berakal sehat anda tidak akan melakukan apapun sebelum semua itu terjawab. 


Kecuali anda orang yang bebal atau bahasa tren sekarang GOBLOK, mendapat semua fasilitas itu tanpa pikir panjang langsung dinikmati semua tanpa perlu jelas jawabannya.


Begitulah gambaran dalam hidup, seharusnya sebagai manusia berakal sehat memiliki kesadaran tentang keberadaanya dimuka bumi. 


Visi kehidupan didapatkan ketika berhasil menemukan jawaban dari 3 pertanyaan mendasar : 

(1) Dari mana ia berasal?

(2) Untuk apa hidup didunia ?

(3) Akan kemana setelah meninggal dunia?

 

Konsekuensi atas Jawaban pertanyaan ini membuat diri selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan & selalu menyesuaikan perbuatan dengan apa yang diridhoi penciptanya, Allah SWT.



“Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (al-Ahzab: 36)

Minggu, 05 April 2020

Air tenang


Diem Dirumah Aja
Sehari, dua hari, tiga hari masih oke.
Hari Ke-4, Ke-5, ke-6 mulai sumpek.
Hari ke-7 dst kebingungan melanda.
.
Kalau mau ikutin nafsu reaksi yang timbul bisa stress, uring2an ga jelas, salahkan keadaan, dan hal negatif lainnya.
.
Ada yang pembenaran, udah karakter bawaan sejak lahir nya gitu gampang naik darah kali?
.
Walau Abu bakar dan Umar bin Khattab pembawaannya beda bagai bumi dan langit. Yang satu kalem dan yang satu tegas lagi keras.
.
Tapi ketika pola pikir dan pola sikap Berlandaskan Akidah Islam otomatis terbentuklah kepribadian/shaksiyah Islamiyah.
.
Abu Bakar dan Umar menjelma menjadi seorang dengan kepribadian yang dituntun syariat.
.
Menjadi manusia unggul yang tidak dipimpin oleh hawa nafsu, tapi oleh Semangat menggapai keridhoaan Allah SWT.
.
“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka” (QS. An-Nisaa : 80) #motivasiislami #quotesislami #quotesagungns

Berkata Positif Versi Sekuler

Berkata Positif Versi Sekuler ?
.

Sebagai seorang yang berusaha mau tak mau, suka tidak suka harus siap hadapi berbagai tantangan usaha.
.
Mulai dari urusan karyawan, keuangan, pemasaran, branding, manajemen, bahkan sampai urusan hukum.
.
Akhirnya mencari bekal teori-teori pengembangan diri.
.
Saat itu saya belum mengenal Islam lebih dalam, dianggap Islam hanya mengatur urusan seputar ibadah saja. Padahal jawaban atas masalah diatas sudah tersedia dalam bahasan syakhsiyah Islamiyah (Kepribadian Islam).
.
Saya pelajari buku2, seminar, workshop yang salah satu teorinya adalah untuk “Positive Thinking”. Teori ini berasal dari para pemikir barat.
.
Sebenarnya dalam Islam konsep ini juga sudah dibahas yaitu untuk ber-Husnudzon.
.
Teori barat menekankan untuk ber-positive thinking terhadap hal apapun. Bahkan sampai-sampai sebuah kata negatif harus dirubah dengan paduan kata sebaliknya dengan pesan yang positif.
.
Contoh : “kamu besok jangan telat lagi ya.” Diganti yang benar “Besok yang ontime ya”
.
Pertanyaannya apakah salah ? Tidak juga, karena memang begitulah cara kerjanya.  Namun ada Tapinya..
.
Jadi begini, yang menentukan sebuah kata menjadi positif dan negatif adalah emosi yang dikandungnya.
.
Bisa jadi kata yang harfiah positif menjadi bermakna (emosi) yang negatif. Contoh seorang anak mendapat nilai ujian yang jelek, orang tuanya berkata “Kamu itu PINTER banget sih..” dengan sedikit geram. Kata pinter yang harfiahnya baik berubah sebaliknya menjadi negatif karena maksud emosi disitu adalah pinter=bodoh.
.
Dalam Al Quran dan Hadits banyak dijumpai kata-kata yang harfiah secara awam sebagai kata negatif. Kalau pakai teori barat yang semua kata harus berupa kata positif, mereka akan bilang Quran ajarkan kebencian. Bagaimana mungkin Sedangkan Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
.
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Q.S Al-Isra'[17]: 82).
.
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (Q.S Al-Baqarah[2] : 2)
.
“Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (Q.S Al-Isra'[17]: 9).
.
Quran ini ditujukan kepada orang beriman (muslim) sebagai petunjuk jalan yang lurus, mengokohkan jiwa untuk tetap kuat dan sabar yang kelak di akhirat ada balasan setimpal (keadilan).
.
Jadi kembali lagi bahwa tak semua kata negatif adalah sebagai kebencian.
.
Begitu juga bagi yang kritis ber amar maruf nahi munkar, bukan merupakan wujud kebencian, justru sebaliknya wujud kasih sayang supaya kembali ke jalan yang benar, supaya selamat di negeri akhirat yang kekal abadi.
.
Terlebih amar maruf mahi munkar adalah perintah Allah SWT. Mana mungkin perintah Allah SWT salah, yang salah adalah justru mereka yang berdiam seperti diucapkan ulama terdahulu berikut :
.
“Orang yang diam dari kebenaran adalah syaithan yang bisu sedangkan orang yang berucap dengan kebatilan adalah syaithan yang berbicara.”

- Agung Nugroho Susanto -

Jumat, 27 Maret 2020

Gelombang Perubahan

Hikmahnya seluruh dosa umat muslim sedang di “cuci” dosa2nya dengan wabah covid-19, hingga kemudian keberkahan turun ke seluruh penjuru bumi.
.
“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rabu, 25 Maret 2020

Pahala Investasi

Pahala Investasi
.
Bila sekarang ada 264 juta penduduk Indonesia berapa pahala yang terus mengalir kepada wali songo (utusan khilafah utsmani) dan para ulama yang membawa dan mengajarkan Islam ke nusantara ?
.
Bila sekarang banyak yang mengamalkan kitab yang ditulis Imam Syafii (madzhab mayoritas negeri ini) berapa pahala yang mengalir kepada Imam Syafii?
.
Bila di bumi ini ada 1,8 Milyar umat Islam berapa pahala yang mengalir kepada Rasulullah SAW dan para sahabat ?
.
Bagaimana dengan kita ?
Mungkinkah kita ikuti jejak para ulama dan Nabi kita ?
.
Orang pintar adalah yang bisa memanfaatkan hidup yang singkat ini untuk beramal sebanyak-banyaknya.
.
Namun bukan sembarang amalan, amalan apa yang bisa terus mengalirkan pahala dari Milyaran umat Islam sedunia ?
.
Yang bisa membuat seluruh umat Islam melakukan kemarufan dan yang bisa mencegah seluruh umat Islam melakukan kemungkaran.
.
Yaitu amar maruf nahi mungkar kepada para penguasa seluruh negeri muslim untuk mau mengatur penduduknya dengan syariat Islam.
.

“Jihad yang paling utama adalah berkata benar di hadapan pemimpin zhalim” (H.R. Abu Dawud no. 4344, Ibnu Majah no. 4011, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani).
.
Betapa berkah dan selamatnya seluruh penduduk bumi (Rahmatan lil alamin) ketika perintah Allah SWT yaitu tegaknya syariat Islam secara kaffah terwujud.
.
Namun amalan ini tidak bisa sendiri, harus dilakukan berjamaah secara bersama diseluruh dunia.
.
Tugas manusia hanya berikhtiar sesuai tuntunan Rasulullah SAW, hasil akhir Allah SWT yang tentukan.
.
Terakhir, sungguh rugi yang tidak maksimalkan waktu hidupnya yang hanya sekali, sebentar, dan tidak terulang lagi ini habis untuk selesaikan perkara cabang.
.
Sementara akar masalahnya tidak diperjuangkan ATAU jangan sampai malah memusuhinya. Naudzubillah min zalik.

Senin, 23 Maret 2020

Ghazwul Fikri

Sepanjang sejarah peperangan hebat sangat sulit bagi musuh menaklukan pasukan muslim karena keyakinan yang kokoh tentang syahid.
.
Khalid bin Walid yang dijuluki Rasulullah sebagai“Si Pedang Allah” adalah seorang panglima perang yang tak terkalahkan sepanjang karirnya.
.
Khalid pernah berkata kepada Gubernur Persia sebelum menyerbunya “Aku akan membawamu pasukan yang mencintai kematian seperti kamu mencintai kehidupan”
.
Demikian mengerikannya pasukan muslim bagi para musuh. Belajar dari itu mereka mengubah strategi dengan melakukan Ghawzul Fikri (Perang Pemikiran) yang akhirnya terbukti berhasil menaklukkan hingga runtuhlah Kekhilafah Utsmani pada tahun 1924.
.

Ghazwul Fikri menyerang cara berfikir terhadap suatu hal, masuknya bahkan begitu halus hingga umat Islam sendiri pun tidak menyadarinya. Inilah yang sekarang juga masih terus berlangsung.
.
Namanya “perang” tentu butuh persiapan dan perencanaan yang matang untuk melawan pemikiran musuh, dan cara melawannya pun harus dengan kata-kata yang miliki dasar ilmu.
.
Maka persiapkanlah diri dengan bekal yang kuat, perbanyak belajar ilmu agama, perkuat dengan shiroh ikuti contoh tauladan Nabi, juga tambah referensi sejarah masa lampau yang sering kali berulang.
.
Terakhir kuatkan mental dan ilmu retorika sehingga bisa “mengunci” dan “membanting” lawan tanpa ada celah untuk melawan.
.
Dengan niat tulus karena Allah SWT, semoga dimudahkan memberi pemahaman kepada umat.

Kamis, 19 Maret 2020

Dunia itu Kecil

Ada ungkapan “Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."
.
Kualitas “mimpi” menentukan tingkat daya tahan diri hadapi ujian kehidupan.
.
Bila mimpinya jauh “menembus langit” di angkasa (hingga akhirat). Maka ujian kehidupan dunia seperti “permainan dan senda gurau” belaka.
.
Dunia berada dalam genggaman, bukan sebaliknya digenggam oleh dunia.
.
Dampaknya semua kondisi ntah sedih atau bahagia, responsnya biasa saja tidak berlebihan.
.
Berbeda bagi yang dunia jadi tujuan (dunia berada di hati) sedikit saja ada cobaan seakan dunia runtuh, stress sejadinya.
.
Demikianlah karakter muslim seharusnya. Muhasabah diri cek hati kemana diri ini condong, jangan-jangan salah tujuan.
.
“Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ?” [al-An’âm/6: 32]
.

Selasa, 17 Maret 2020

Harga Sebuah Perjuangan

Tentu kita pernah alami makan direstoran dengan layanan prima, penuh keramahan, cekatan dan ketelitian.
.
Juga tentu pernah alami sebaliknya makan di restoran dengan layanan yang amburadul, tidak jelas antriannya, lama dan salah-salah.
.
Dengan mudah kita menilai Restoran A baik dan Restoran B not recomended.
.
Padahal di balik output layanan yang prima dibutuhkan pembangunan sistem yang berkesinambungan penuh perjuangan.
.
Di sisi pelanggan apa pedulinya, yang penting layanan bagus, habis perkara.
.
Begitu juga dalam hidup kita ingin hidup yang tenang, bahagia, penuh keberkahan.
.
Untuk dapat output itu, tentu juga harus diiringi input yang sungguh2.
.
Diawali muhasabah, perbaikan diri, sabar hadapi ujian, beramar makruf nahi munkar, tawakal, banyak berbagi, serta taat kepada seluruh syariat-Nya.
.
Usaha tak kan menipu hasil, yakin atas Rahmat Allah SWT.
.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan  itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raaf: 96)


Sabtu, 14 Maret 2020

Seberapa Nyata

Wabah covid-19 sudah menjadi pendemi menyebar diberbagai negara.
.
Sudah semestinya kita berikhtiar untuk terhindar darinya.
.
Luar biasanya tanpa dikomando masyarakat inisiatif mencari masker, hand sanitizer, dan berbagai upaya pencegahan lainnya.
.
Dorongan kuat itu muncul karena terlihat jelas terindera dampak yang bisa terjadi, yaitu kematian.
.
Alangkah dahsyatnya bila semangat terhindar dari virus berlanjut terus pada semangat ketaatan jalankan seluruh syariat-Nya.
.
Karena dampak kedepannya lebih mengerikan dari kematian, yaitu siksa yang dahsyat di akhirat kelak.
.
Memang tidak bisa terindera mata, namun bagi seorang mukmin seharusnya tampak nyata jelas dihadapannya.
.
Bila belum juga meyakini kebenaran-Nya tanda ada pemahaman yang belum tuntas.
.

“Akan tetapi Allah itulah yang membuat iman terasa menyenangkan bagi kalian, membuatnya tampak indah di dalam hati kalian, dan yang membuat kalian benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang lurus. Sebuah keutamaan dan kenikmatan yang datang dari Allah, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. al-Hujurat: 7-8)

Rabu, 11 Maret 2020

Jangan Salah Fokus

Waktu masih sering isi seminar wirausaha dikampus lumrahnya ceritakan perjalanan bisnis.
.
Karena tujuan mengajak untuk jadi entrepreneur maka kebanyakan isi kisah keberhasilan.
.
Padahal kalau siap jadi pengusaha otomatis harus siap berhadapan dengan segudang masalah.
.
Bagi yang terbiasa hidup teratur jangan coba2 deh! Hehehe..
.
Kabar baiknya.. Sebenernya setiap masalah tergantung dari cara pandang saja.
.
Hidup ini sederhana bila kita memahami esensinya.
.
Yang bikin rumit itu ya diri sendiri yang lebih fokus di “pernik” ketimbang hakikat.
.
Jadikan masalah-masalah cabang/pernik (bukan terkait dosa) sebagai hal yang sederhana.
.
Setiap masalah cabang itu kecil, karena yang besar sesungguhnya hanyalah Allah SWT.
.
Ketika miliki pemahaman ini maka hidup menjadi lebih mudah. 
.
Baik itu urusan bisnis, kerjaan, pertemanan, rumah tangga, dll.
.

"Dan kehidupan dunia tak lain adalah permainan dan senda gurau." (QS. Al-An’am: 32)

Senin, 09 Maret 2020

Penyakit hati

Alkisah seekor ular merayap disekitar pekerja tukang kayu yang sedang istirahat. Kebetulan ular merayap di atas gergaji yang tajam. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. 

.
Beranggapan gergaji menyerangnya, ular itu membalasnya dengan mematuk gergaji itu berulang kali.
Namun serangan bertubi-tubi ular tersebut malah membuat mulutnya jadi terluka parah. 
.
Marah dan putus asa, ular itu tetap berusaha mengalahkan gergaji itu dengan mencurahkan tenaga terakhirnya. Ia pun kemudian membelit gergaji dengan tubuh panjangnya.
.
Belitan tersebut justru malah membuat tubuhnya semakin terluka parah. Hingga akhirnya si ular mati karena seluruh tubuhnya dipenuhi luka.
.

Ketahuilah, rasa dendam, amarah, curiga dan pikiran negatif lainnya, itu bagaikan ular yang membelit gergaji. 
.
Semakin lama disimpan, hal itu akan menyakiti diri sendiri. Tidak ada ketenangan dan kedamaian dalam hati yang membuat hidup semakin menderita.
.

, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Jumat, 06 Maret 2020

Prasangka Adalah Ilusi

Sejak kecil saya Paling takut tampil dihadapan orang banyak.
.
Masih ingat waktu SD ada ujian nyanyi didepan kelas, keringat dingin keluar dengan derasnya.
.
Berdasar tes karakter DISC Profile, saya bukan orang yang Influence / suka bicara. Atau biasanya disebut sebagai pribadi yang introvert.
.
Namun menginjak kuliah dan putuskan bisnis, alhasil mau tidak mau, suka tidak suka harus sering komunikasi ke pelanggan, karyawan, vendor dan juga pemasaran.
.
Berjalan waktu mulai sering diminta isi seminar.
.
Akhirnya Ketakutan tampil didepan umum berangsur hilang.
.
Ternyata ketakutan-ketakutan yang dialami hanyalah ilusi.
.
Gambaran yang diasumsikan dan diciptakan sendiri.
.
Yang ketika dijalani tidak mewujud nyata.
.
Hadapi ilusi dengan terus melangkah memaksa diri .
.
Yakinlah selama untuk kebaikan semua akan dimudahkan
.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku...” (HR Bukhori - Muslim)

Rabu, 04 Maret 2020

Hidup Serba Instan

HIDUP SERBA INSTAN
.
Hidup di zaman dengan kecanggihan teknologi sekarang bisa memunculkan karakter sifat serba instant.
.
Ingin sesuatu mau mudahnya tanpa mau usaha/pengorbanan.
.
Karakter instan ini juga juga berpengaruh kepada lemah mental / gampang menyerah.
.
Dzun Nun (Tsauban bin Ibrahim) rahimahullahu berkata, “Ada empat perkara buruk yang menghasilkan buah: tergesa-gesa yang buahnya adalah penyesalan, kagum pada dirinya sendiri yang buahnya adalah kebencian, keras kepala yang buahnya adalah kebingungan, dan rakus yang buahnya adalah kemiskinan”.
.
“Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.”(Diriwayatkan oleh Bukhari
.
Namun bukan berarti menjadi insan yang suka menunda-nunda, bersegera dalam ketaatan/kebaikan justru merupakan perintah Allah SWT.
.
Amru bin ‘Ash mengatakan tergesa-gesa yang dilarang adalah terburu-buru pada sesuatu selain keta’atan tanpa ada rasa khouf (takut) pada Allah.

Senin, 02 Maret 2020

Dasar Hubungan Membahagiakan

DASAR HUBUNGAN
.
Siapa yang hobi ke toko buku beli buku, padahal di rumah masih banyak buku bertumpuk yang utuh terplastik?
.
Selamat berarti kita sama! 😅
.
Bukan karena malas baca, tapi karena kecepatan baca dengan buku baru tidak seimbang. Alhasil buku menumpuk.
.
Kemaren saya baca buku ada quote : “Dasar hubungan antar manusia yang membahagiakan bukanlah menang-menang (win-win) melainkan KASIH”
.
Dipikir bener juga, kalau hubungan hanya sekedar win-win, atau win-lose maka yang terjadi “transaksional”  berdasar imbal balik.
.
Padahal setiap orang punya kekurangan & kelebihan masing-masing.
.
Tidak bisa standar diri dipakasakan kepada orang lain.
.
Selama bukan pelanggaran syara, diri harus paham kita dilahirkan dengan sifat yang berbeda.
.
Justru bukan sebagai perbedaan tapi sebagai pelengkap.
.
Jadi dasar hubungan itu adalah Kasih, dengan saling memberi, berbagi, memahami, mengasihi.
.
Itu juga yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya.
.
Yakinlah kita tak akan rugi, dengan banyak memberi akan banyak menerima, baik kini atau dikehidupan nanti.
.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan berbangsa-bangsa,dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orng yg paling mulia di antaramu disisi Allah ialah orng yg paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal."(Q.S al hujuraat: 13)
- Agung Nugroho Susanto -

Sabtu, 29 Februari 2020

Jalan Sepi Jalan Ketaatan

Perusahaan yang mampu hadapi perubahan zaman menurut pakar manajemen yaitu bagi yang memiliki culture yang kuat.
.
Tantangannya membangun culture kuat tidaklah semudah balikkan telapak tangan.
.
Terlebih yang dihadapi adalah manusia dengan berbagai watak dan problemnya.
.
Berbeda kalau yang dihadapi mesin tinggal pencet tombol langsung jalan tanpa banyak alasan.
.
Itu untuk urusan kantor, apalagi untuk urusan akhirat, surga yang seluas langit dan bumi.
.
Tantangannya jauh lebih berat, harus siap hadapi godaan setan, pergolakan hati, hawa nafsu, pengaruh lingkungan, masyarakat, dsb.
.
Ikutilah jalan yang lurus meskipun seorang sendiri, daripada jalan orang kebanyakan, apalagi sekedar ikut-ikutan tanpa hujah.

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allâh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persanggkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira saja.” (Al An’am :116)

Rabu, 26 Februari 2020

From Zero to Infinity


From Zero To Infinity

Teman yang punya ribuan karyawan berkisah kalau mental anak muda sekarang tidak se-tough (tangguh) dengan generasi beberapa tahun silam.
.
Dibuktikan dari hasil rekruitmen fresh graduate-nya yang kebanyakan loyo, walau tidak semua.
.
Mendengar itu saya cukup surprised, ternyata sama dengan yang dialami di kantor kami.
.
Belum buktikan sudah minta gaji gede, dijelaskan job desk sedikit udah kebeban, di push dikit malah kabur, dan lainnya. Terus maunya apa??? Hehe
.
Karakter lemah ini akibat serangan kepada generasi muda dengan berbagai pemikiran & habit rusak yang memang didesign buat melemahkan.
.
Alhasil kantor harus extra dua kali kerja membangun mental tangguh dengan pelatihan berkesinambungan.
.
Dan ternyata yang berhasil melewati yaitu mereka yang jadikan kerja sebagai ibadah, sehingga muncul keikhlasan dan totalitas.
.
Untuk urusan dunia saja harus berkorban untuk bisa sukses. Apalagi untuk urusan akhirat, hanya pribadi tangguh saja yang mampu berkorban untuk ketaatan kepada Allah SWT.
.
Artinya From Zero to Infinity (Tak terbatas) membutuhkan PENGORBANAN!
.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS Al-Baqarah [2]: 214)
- Agung Nugroho Susanto -

Minggu, 23 Februari 2020

Total Ikhtiar


 Setidaknya perbuatan manusia terikat pada hal yang menguasai manusia dan hal yang dikuasai manusia.

.

Hal yang menguasai manusia merupakan area diluar wilayah kuasa manusia, yaitu ketetapan Allah SWT.

.

Sedang hal yang dikuasai manusia merupakan area wilayah manusia, yaitu berupa ikhtiar.

.

Jangan salah fokus, dengan dalih bertawakal lalu proses ikhtiar ditiadakan.

.

Justru perintah Allah SWT adalah untuk ber-ikhtiar sungguh-sungguh, mencurahkan seluruh potensi diri menjalankan sunatullah.

.

Sambil juga diiringi tawakal. Tawakal sebelum ikhtiar, tawakal ketika ikhtiar, dan tawakal setelah ikhtiar.

.

Bisa jadi penyebab kegagalan dalam hidup (apapun ranahnya) sebab kurang maksimalnya pada area yang dikuasai.

.



إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11).

.


Terakhir, Jangan mengarang takdir sendiri, namun Yakinlah kepada Allah SWT yang Maha Pemberi Karunia. Terus bergerak lanjutkan perjuangan ✊️✊️