banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Senin, 26 Maret 2012

Kebiasaan memberi dan berbagi

Materi saya ambil dari akun twitter saya @Agung_N_Susanto dengan hastag #memberi.

Salah 1 kunci dimudahkan sgala urusan adalah dgn prinsip memberi.Prinsip kebiasaan  dan berbagi sesungguhnya adalah prinsip investasi kepercayaan.prinsip mendahulukan , bukan menunggu & meminta adlh prinsip melepaskan energi kebaikan dari dalam diri.


Ingatlah prinsip aksi min reaksi. Bahwa sebuah aksi akan menciptakan reaksi. Dgn  mka akan mnimbulkan jg suatu reaksi.# kebaikan akan menghasilkan pula sesuatu kebaikan,yakni berupa meningkatnya investasi energi kepercayaan dari orang lain.



dlm berbisnis,bkerja,berkarya & sgala hal,jk ingin mendapatkan ksuksesan &kbahagiaan awalilah dgn kebiasaan memberi & berbagi. kebiasaan  = melepaskan energi (+) dari dlm diri.Energi ini sesungguhny tdk pernah hilang dri muka bumi,hny akan berubah bentuk saja. Energi positif berupa kebaikan ini akan kembali kepada diri kita dalam jumlah yang berlipat ganda. kmbali brupa kbahagiaan,kesenangan batin, ketenangan,kemudahan hidup,rejeki, keselamatan/ditolong org lain.


Banyak hal yang dapat diberikan dan dibagikan kepada orang lain, tidak harus harta dan uang .ex :  perhatian yg tulus,penghargaan,pujian dr hati,Menolong yg mbtuhkan,pengalaman & ilmu pengetahuan, dsb



Intinya awalilah dengan kebiasaan  dan berbagi, bukan menunggu dan meminta. DLm bidang apapun,jk prinsip  &berbagi dijlnkan mka tunggu sja kmudahan2 akn dtg dgn sndrinya pd kita. Rejeki dtg spt diantar,prtolongan saat ksulitan,apa yg dsmpaikan cpt diterima,&sgla kmudahan hidup lainnya. Kbiasaan  jg mbuat mjd rendah hati,jk dptkan ssuatu yg diluar keinginannya ttp tenang &sabar. 



kbiasaan  sbnrnya adlh mengikuti sifat2 mulia Allah yg sudah “built in” dlm hat Yakni Ar-Rahman & Ar-Rahim /Maha Pengasih & Pnyayang. Bagaimana dapat menjaga keikhlasan hati dalam  ? Kuncinya adalah menjaga kejernihan hati nurani.



Jika kita  ssuatu dgn hrapan ingin mendptkan blasan dr org tsb.brti hati kita blm jernih &msh trbelenggu.Jk  dgn pamrih maka tdk akan mjd energi (+). Org pun akan mrsakan itu hny sbg kepura2an belaka.Biasakan mengucap Bismillahirohanirohim niat tulus dari hati bhw apa yg kita berikan benar utk berbagi kebaikan.


contoh dlm bisnis,seorg sales yg niatnya bjualan sja (utk ambil keuntungan dr org yg ditwrkan),tnp niat utk  kan solusi apa yg tjd? yg tjd adlh kita sbg org yg ditwari akan menolak walau mungkin kita mnyukai produk tsb.krn kita mrsakan energi tdk nyman yg hdir bgitu sja.



berbeda jk niat pnjual adlh utk mmbntu & berikan solusi,bs jd sblknya.dr produk yg tdk suka mjd tertarik & mlah membeli. inlah kekuatan  bagi yg benar dgn tulus iklas niat untuk berbagi mka energi itu pun akan kmbali dgn kita dlm bntuk serupa.



balasan  & berbagi kadang tdk muncul dr org tsb.bisa dr org lain yg akan membalas kebaikan kita tsb. Utk itu biasakan utk  & berbagi pd siapapun,mka keberkahan hidup kita dlm bntuk kelancaran dlm sgala hal akan datang mngikuti. 



demikian sdkit sharing dr saya ttg  dan berbagi.semoga bermanfaat.Saatnya lanjut berkarya kmbali. Success is our right! if u want 




Rabu, 07 Maret 2012

PINTU PAHALA & PELEBUR DOSA (WAJIB BACA)


Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi dan utusan yang paling mulia.
Risalah ini ditujukan kepada setiap muslim yang beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Tujuan utama yang sangat urgen bagi setiap muslim adalah ia keluar meninggalkan dunia fana ini dengan ampunan Allah dari segala dosa sehingga Allah tidak menghisabnya pada hari Kiamat, dan memasukkannya ke dalam surga kenikmatan, hidup kekal didalamnya, tidak keluar selama-lamanya.
Di dalam risalah yang sederhana ini kami sampaikan beberapa amalan yang dapat melebur dosa dan membawa pahala yang besar, yang kesemuanya bersumber dari hadist-hadist yang shahih. Kita bermohon kepada Allah yang Maha Hidup, yang tiada Tuhan yang haq selain Dia, untuk menerima segala amalan kita. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
1. TAUBAT
“Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya” HR. Muslim, No. 2703. “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ketenggorokan”.
2. KELUAR UNTUK MENUNTUT ILMU
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga” HR. Muslim, No. 2699.
3. SENANTIASA MENGINGAT ALLAH
“Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci disisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi musuh lalu kalian tebas batang lehernya, dan merekapun menebas batang leher kalian. Mereka berkata: “Tentu”, lalu beliau bersabda: (( Zikir kepada Allah Ta`ala ))” HR. At Turmidzi, No. 3347.
4. BERBUAT YANG MA`RUF DAN MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN
“Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya” HR. Bukhari, Juz. X/ No. 374 dan Muslim, No. 1005.
5. BERDA`WAH KEPADA ALLAH
“Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” HR. Muslim, No. 2674.
6. MENGAJAK YANG MA`RUF DAN MENCEGAH YANG MUNGKAR.
“Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman” HR. Muslim, No. 804.
7. MEMBACA AL QUR`AN
“Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada pembacanya” HR. Muslim, No. 49.
8. MEMPELAJARI AL QUR`AN DAN MENGAJARKANNYA
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya” HR. Bukhari, Juz. IX/No. 66.
9. MENYEBARKAN SALAM
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam” HR. Muslim, No.54.
10. MENCINTAI KARENA ALLAH
“Sesungguhnya Allah Ta`ala berfirman pada hari kiamat: ((Di manakah orang-orang yang mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku))” HR. Muslim, No. 2566.
11. MEMBESUK ORANG SAKIT
“Tiada seorang muslim pun membesuk orang muslim yang sedang sakit pada pagi hari kecuali ada 70.000 malaikat bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan apabila ia menjenguk pada sore harinya mereka akan shalawat kepadanya hingga pagi hari, dan akan diberikan kepadanya sebuah taman di surga” HR. Tirmidzi, No. 969.
12. MEMBANTU MELUNASI HUTANG
“Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat” HR. Muslim, No.2699.
13. MENUTUP AIB ORANG LAIN
“Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di dunia kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat” HR. Muslim, No. 2590.
14. MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI
“Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya” HR. Bukhari, Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim, No. 2555.
15. BERAKHLAK YANG BAIK
“Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik” HR. Tirmidzi, No. 2003.
16. JUJUR
“Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga” HR. Bukhari Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim., No. 2607.
17. MENAHAN MARAH
“Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu menampakkannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai” HR. Tirmidzi, No. 2022.
18. MEMBACA DO`A PENUTUP MAJLIS
“Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis dan banyak terjadi di dalamnya kegaduhan lalu sebelum berdiri dari duduknya ia membaca do`a:(Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa Tidak ada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu) melainkan ia akan diampuni dari dosa-dosanya selama ia berada di majlis tersebut” HR. Tirmidzi, Juz III/No. 153.
19. SABAR
“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik berupa malapetaka, kegundahan, rasa letih, kesedihan, rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya kesalahan-kesalahannya” HR. Bukhari, Juz. X/No. 91.
20. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
“Sangat celaka, sangat celaka, sangat celaka…! Kemudian ditanyakan: Siapa ya Rasulullah?, beliau bersabda: ((Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya di masa lanjut usia kemudian ia tidak bisa masuk surga))” HR. Muslim, No. 2551.
21. BERUSAHA MEMBANTU PARA JANDA DAN MISKIN
“Orang yang berusaha membantu para janda dan fakir miskin sama halnya dengan orang yang berjihad di jalan Allah” dan saya (perawi-pent) mengira beliau berkata: ((Dan seperti orang melakukan qiyamullail yang tidak pernah jenuh, dan seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka” HR. Bukhari, Juz. X/No. 366.
22. MENANGGUNG BEBAN HIDUP ANAK YATIM
“Saya dan penanggung beban hidup anak yatim itu di surga seperti begini,” seraya beliau menunjukan kedua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.” HR. Bukhari, Juz. X/No. 365.
23. WUDHU`
“Barangsiapa yang berwudhu`, kemudian ia memperbagus wudhu`nya maka keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari ujung kukunya” HR. Muslim, No. 245.
24. BERSYAHADAT SETELAH BERWUDHU`
Barangsiapa berwudhu` lalu memperbagus wudhu`nya kemudian ia mengucapkan: (yang artinya) “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya,Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci,” maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki” HR. Muslim, No. 234.
25. MENGUCAPKAN DO`A SETELAH AZAN
“Barangsiapa mengucapkan do`a ketika ia mendengar seruan azan: (yang artinya) “Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah (derajat paling tinggi di surga) dan kelebihan, dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya” maka ia berhak mendapatkan syafa`atku pada hari kiamat” HR. Bukhari, Juz. II/No. 77.
26. MEMBANGUN MASJID
“Barangsiapa membangun masjid karena mengharapkan keridhaan Allah maka dibangunkan baginya yang serupa di surga” HR. Bukhari, No. 450.
27. BERSIWAK
“Seandainya saya tidak mempersulit umatku niscaya saya perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap shalat” HR. Bukhari II/No. 331 dan HR. Muslim, No. 252.
28. BERANGKAT KE MASJID
“Barangsiapa berangkat ke masjid pada waktu pagi atau sore, niscaya Allah mempersiapkan baginya tempat persinggahan di surga setiap kali ia berangkat pada waktu pagi atau sore” HR. Bukhari, Juz. II/No. 124 dan HR. Muslim, No. 669.
29. SHALAT LIMA WAKTU
“Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan ruku`nya kecuali hal itu menjadi pelebur dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak dilanggar suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang masa” HR. Muslim, No. 228.
30. SHALAT SUBUH DAN ASHAR
“Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore (subuh dan ashar) maka ia masuk surga” HR. Bukhari, Juz. II/No. 43.
31. SHALAT JUM`AT
“Barangsiapa berwudhu` lalu memperindahnya, kemudian ia menghadiri shalat Jum`at, mendengar dan menyimak (khutbah) maka diampuni dosanya yang terjadi antara Jum`at pada hari itu dengan Jum`at yang lain dan ditambah lagi tiga hari” HR. Muslim, 857.
32. SAAT DIKABULKANNYA PERMOHONAN PADA HARI JUM`AT
“Pada hari ini terdapat suatu saat bilamana seorang hamba muslim bertepatan dengannya sedangkan ia berdiri shalat seraya bermohon kepada Allah sesuatu, tiada lain ia akan dikabulkan permohonannya” HR. Bukhari, Juz. II/No. 344 dan HR. Muslim, No. 852.
33. MENGIRINGI SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT SUNNAT RAWATIB
“Tiada seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari 12 rakaat sebagai shalat sunnat selain shalat fardhu, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga” HR. Muslim, No. 728.
34. SHALAT 2 (DUA) RAKAAT SETELAH MELAKUKAN DOSA
“Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia berwudhu` dengan sempurna kemudian berdiri melakukan shalat 2 rakaat, lalu memohon ampunan Allah, melainkan Allah mengampuninya” HR. Abu Daud, No.1521.
35. SHALAT MALAM
“Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam” HR. Muslim, No. 1163.
36. SHALAT DHUHA
“Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2 rakaat dhuha” HR. Muslim, No. 720.
37. SHALAWAT KEPADA NABI SAW
“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah membalas shalawatnya itu sebanyak 10 kali” HR. Muslim, No. 384.
38. PUASA
“Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 35.
39. PUASA 3 (TIGA) HARI PADA SETIAP BULAN
“Puasa 3 (tiga) hari pada setiap bulan merupakan puasa sepanjang masa” HR. Bukhari, Juz. IV/No. 192 dan HR. Muslim, No. 1159.
40. PUASA 6 (ENAM) HARI PADA BULAN SYAWAL
“Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan, lalu ia mengiringinya dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal maka hal itu seperti puasa sepanjang masa” HR. Muslim, 1164.
41. PUASA `ARAFAT
“Puasa pada hari `Arafat (9 Dzulhijjah) dapat melebur (dosa-dosa) tahun yang lalu dan yang akan datang” HR. Muslim, No. 1162.
42. PUASA `ASYURA
“Dan dengan puasa hari `Asyura (10 Muharram) saya berharap kepada Allah dapat melebur dosa-dosa setahun sebelumnya” HR. Muslim,No. 1162.
43. MEMBERI HIDANGAN BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA
“Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa itu, dengan tidak mengurangi pahalanya sedikitpun” HR. Tirmidzi, No. 807.
44. SHALAT DI MALAM LAILATUL QADR
“Barangsiapa mendirikan shalat di (malam) Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” HR. Bukhari Juz. IV/No. 221 dan HR. Muslim, No. 1165.
45. SEDEKAH
“Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” HR. Tirmidzi, No. 2616.
46. HAJI DAN UMRAH
“Dari umrah ke umrah berikutnya merupakan kaffarah (penebus dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” HR. Muslim, No. 1349.
47. BERAMAL SHALIH PADA 10 HARI BULAN DZULHIJJAH
“Tiada hari-hari, beramal shalih pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari pada bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: “Dan tidak (pula) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda: “Tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun” HR. Bukhari, Juz. II/No. 381.
48. JIHAD DI JALAN ALLAH
“Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 11.
49. INFAQ DI JALAN ALLAH
“Barangsiapa membantu persiapan orang yang berperang maka ia (termasuk) ikut berperang, dan barangsiapa membantu mengurusi keluarga orang yang berperang, maka iapun (juga) termasuk ikut berperang” HR. Bukhari, Juz.VI/No. 37 dan HR. Muslim, No. 1895
.
50. MENSHALATI MAYIT DAN MENGIRINGI JENAZAH
“Barangsiapa ikut menyaksikan jenazah sampai dishalatkan maka ia memperoleh pahala satu qirat, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikubur maka baginya pahala dua qirat. Lalu dikatakan: “Apakah dua qirat itu?”, beliau menjawab: (Seperti dua gunung besar)” HR. Bukhari, Juz. III/No. 158.
51. MENJAGA LIDAH DAN KEMALUAN
“Siapa yang menjamin bagiku “sesuatu” antara dua dagunya dan dua selangkangannya, maka aku jamin baginya surga” HR. Bukhari, Juz. II/No. 264 dan HR. Muslim, No. 265.
52. KEUTAMAAN MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH DAN SUBHANALLAH WA BI HAMDIH
“Barangsiapa mengucapkan: (Laa ilaa ha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huma ‘alaa kulli syai’ing qadiir) sehari seratus kali, maka baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya 100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu menyamai hal itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya”. Dan beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: (Subhanallahi wa bihamdih) satu hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun seperti buih di lautan” HR. Bukhari, Juz. II/No. 168 dan HR. Muslim, No. 2691.
53. MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN
“Saya telah melihat seseorang bergelimang di dalam kenikmatan surga dikarenakan ia memotong pohon dari tengah-tengah jalan yang mengganggu orang-orang” HR. Muslim.
54. MENDIDIK DAN MENGAYOMI ANAK PEREMPUAN
“Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, di mana ia melindungi, menyayangi, dan menanggung beban kehidupannya maka ia pasti akan mendapatkan surga” HR. Ahmad dengan sanad yang baik.
55. BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN
“Ada seseorang melihat seekor anjing yang menjilat-jilat debu karena kehausan maka orang itu mengambil sepatunya dan memenuhinya dengan air kemudian meminumkannya pada anjing tersebut, maka Allah berterimakasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga” HR. Bukhari.
56. MENINGGALKAN PERDEBATAN
“Aku adalah pemimpin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan padahal ia dapat memenangkannya” HR. Abu Daud.
57. MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN
“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang para penghuni surga? Mereka berkata: “Tentu wahai Rasulullah”, maka beliau bersabda: “Nabi itu di surga, orang yang jujur di surga, dan orang yang mengunjungi saudaranya yang sangat jauh dan dia tidak mengunjunginya kecuali karena Allah maka ia di surga” Hadits hasan, riwayat At-Thabrani.
58. KETAATAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA
“Apabila seorang perempuan menjaga shalatnya yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya serta menaati suaminya maka ia akan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki” HR. Ibnu Hibban, hadits shahih.
59. TIDAK MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN
“Barangsiapa yang menjamin dirinya kepadaku untuk tidak meminta-minta apapun kepada manusia maka aku akan jamin ia masuk surga” Hadits shahih, riwayat Ahlus Sunan.
***
Judul Asli: 60 “baaban min abwabi Al-ajri wan kaffaraati al-khataya”- daarul wathan. Diterjemahkan oleh: Abdurrauf Amak Lc.

Jumat, 13 Januari 2012

Pondasi utama kesuksesan dengan Kecerdasan Spiritual





Kembali lagi saya bertanya apa tujuan hidupmu ? sering orang menjawab "tujuan hidup yaitu ingin bahagia.."

Mengutip tulisan saya yang lalu :"kalau anda jadikan KEBAHAGIAAN jadi tujuan hidup.hampir pasti ditakdirkan anda GAGAL! Perasaan adalah TIDAK STABIL,ibarat rolercoster yg naik turun.Kebahagiaan mrpkn bagian dari perasaan tidak dapat diandalkan sebagai ukuran SUKSES.upaya mngejar kebahagiaan terus menerus alasan utama begitu banyk orang nelangsa." (saya ambil dari buku John C.Maxwell)

Namun saya tidak berhenti disitu saja.Terus menerus saya mencari apakah tujuan hidup mencari kabahagiaan adalah suatu hal yang salah? Bukankah semua orang ingin hidup bahagia dunia dan akhirat?

Tulisan dari John C.Maxwell mungkin ada benarnya juga, bahwa kebahagiaan adalah bagian dari perasaan, tentunya akan naik turun tidak stabil.

Kebetulan saya suka sekali membaca dan menggali ilmu-ilmu baru yang bermanfaat, dan akhirnya pada tanggal 8 Januari 2012 secara tidak sengaja di toko buku saya melihat Buku ESQ Way Jilid 2, karya Ary Ginanjar. Sudah lama saya tertarik dengan konsep ESQ, hanya belum kesampaian untuk mempelajarinya.



Terjawablah pertanyaan yang terngiang-ngiang selama ini melalui buku ini, namun seperti biasanya setiap ilmu yang saya dapat tidak saya telan mentah-mentah namun ditelaah apakah sudah sesuai Faedah.


“Ketahuilah, didalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah ia adalah hati” (HR. Bukhari –Muslim)


Disebutkan bahwa SQ (Spiritual Quotient/Kecerdasan Spiritual) lah yang mampu memberikan ketenangan tertinggi, bukan IQ ataupun EQ. Ketika manusia pasrah secara spiritual, ketika merasa kemampuannya telah habis, ketika manusia tidak berdaya dihadapan Sang Illahi, justru saat itulah kecerdasan spiritual mengambil peranan penting.
SQ degngan leluasa memberikan ketenangan secara fantastis sehingga fungsi IQ (otak neo cortex) dan EQ (amygdala) kembali stabil dan berfungsi normal.

Ketika kepasrahan itu muncul, alam bawah sadar akan melahirkan kembali potensi spiritual yang terpendam & tertutupi oleh belenggu. Pada saat itulah, kita memasuki frekuensi spiritual, yaitu frekuensi Ilahiah - pikiran bawah sadar- dimana Allah menolong hambaNya yang mensucikan hatinya.

"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha, lagi di ridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku,dan masuklah dalam surga-Ku" (QS.Al-Fajr  : 27-30)

Berapa kali disebutkan di dalam Al-Quran tentang Qalbu, yang membuat manusia sebagai hamba-Nya untuk selalu mengikut Qalbu/ Kata Hatinya di dalam berbuat/memutuskan sesuatu. Namun yang jadi suatu pertimbangan adalah, terkadang ada campur aduk antara suara hati,emosi dan persepsi. Yang masing-masing dipengaruhi oleh berbagai keadaan dan kondisi. Mungkin kita merasa apa yang kita lakukan sebagai suara hati, namun sebenarnya itu karena dorongan emosi. Bayangkan jika seluruh aktivitas atau perilaku kita terdorong dan termotivasi hanya karena emosi dan persepsi, bukan karena suara hati, jika ini terjadi tentunya orang akan lebih banyak mengikuti kepentingan dan prsangakanya saja, ketimbang mendengarkan & merasakan suara-suara kebaikan dari dalam hati nurani. Kegagalan mengenali suara hati ini bisa berujung pada "ketidakseimbangan tatasurya jiwa" yang banyak terjadi saat ini pada negeri ini.

"Dan kebanyakan dari mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya prasangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan" (QS.Yunus : 36)

Agar mudah mengenali belenggu-belenggu yang terbentu oleh persepsi/paradigma dan emosi yang mungkin ada dalam diri kita, ada 7 belenggu yaitu :
1.Prasangka Negatif
2.Pengaruh Prinsip Hidup (hal-hal yang diyakini secara pribadi)
3.Pengaruh Pengalaman
4.Pengaruh Kepentingan
5.Pengaruh Sudut Pandang (hanya melihat satu sudut pandang saja)
6.Pengaruh Pembanding (bandingkan diri sendiri dan orang lain)
7.Pengaruh Fanatisme

Lalu bagaimana untuk mengetahui Suara Hati atau membuat keputusan spiritual ?

Yaitu dengan menempatkan posisi diri pada posisi zero / nol. Dan menomorsatukan sifat Allah, dimana kita bertindak mendekati seperti sifat Allah (Asmaul-husna) tersebut. Walau tidak semua sifat Allah seperti Maha Kekal,Maha Mengetahui, dan lainnya yang tidak bisa ditiru oleh kita hamba-Nya, tetapi berusaha mendekatkan pada sifat-sifat Allah tersebut seperti : Keadilan, Cinta, Berhati Luas, Bijaksana, Pengasih, Kejujuran.

Pada prinsipnya simple nya yaitu dimana keputusan Sesuai Suara Hati adalah keputusan dimana sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan menghindari apa yang dilarang-Nya. Dengan cara memposisikan diri kita adalah 0, dan menomorsatukan Allah diatas segala-galanya. Jika kita seperti ini maka setiap keputusan yang dibuat akan membuat selalu hati menjadi tenang,damai, dan bahagia di jiwa. Ditambah kercerdasan lainnya IQ (logika bekerja normal) dan EQ (emosi terkendali) akan juga mengikutinya. 

Contoh, apabila motivasi pengambilan keputusan didasarkan pada "keadilan dan kejujuran" maka keputusan tersebut dinamakan keputusan spiritual (suara hati).
Apabila keputusan diambil berdasarkan dorongan emosi, seperti "kemarahan dan kekecewaan", hasilnya menjadi keputusan emosional.
Dan apabila motivasi didasarkan pada persepsi dan paradigma, seperti "prasangka negatif,kepentingan,pengaruh pengalaman" maka keputusan yang dihasilkan adalah keputusan persepsi.

Kembali kepertanyaan tujuan hidup adalah kebahagiaan, akan menjadi jelas disini dimana itu semua bisa tercapai, walau kebahagiaan adalah bagian dari perasaan yang naik - turun namun dengan melandaskan pada prinsip tauhid, menomorsatukan Allah dalam segala bertindak, membuat kita menjadi kecil dan menganggap hidup hanyalah bagian dari senda gurau yang tidak kekal, dimana tujuannya adalah akhirat. 

Penyebab munculnya emosi negatif berupa perasaan takut, marah , kecewa, khawatir dan sedih yang berlebihan, sesungguhnya bersumber dari terlalu menghambanya seseorang pada pusat orbit yang tidak kekal (selain Allah), seperti uang, atasan, anak, orang tua, teman,dsb.

Ketika emosi negatif seperti perasaan takut, kecewa, dan marah yang berlebihan muncul, maka suara hati tidak dapat berfungsi. Ini berakibat pada tidak bekerjanya kecerdasan spiritual. Sebaliknya, ketika kita mengganti prinsip materi kita dengan yang Maha kekal, maka yang terjadi adalah perubahan emosi yang tenang.

Keadaan yang tenang dan stabil ini, akan memberikan peluang bagi suara hati spiritual untuk muncul, seperti sabar, tawakal, istiqamah, terpercaya dan ikhlas.

Kesimpulannya, prinsip Tauhid akan mampu menciptakan kestabilan emosu sehingga mampu mengeluarkan potensi suara hati.

Jelas bahwa kebahagiaan hidup didunia dan akhirat bisa tercapai dengan keceradasan Spiritual yang terjaga..

Semoga bermanfaat.