banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Jumat, 15 Februari 2013

Cintai apa yang dimiliki


Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja yang sangat kaya. Akan tetapi, ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dari hari ke hari, ia merasa hidupnya kian hampa. Repotnya, dia sendiri tak tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Suatu pagi, ketika bangun dari tidur, Raja mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi. Karena penasaran, dia pun bergegas mendekati asal suara tersebut. Ternyata, suara itu berasal dari salah seorang pelayan kerajaan yang sedang membersihkan ruangan. Pelayan itu terlihat sangat menikmati hidupnya. Dengan penasaran sang Raja bertanya: “Wahai Pelayan, rahasia apa yang engkau miliki, sehingga bisa begitu bahagia?”

Pelayan itu pun menjawab, “Tuanku Raja, hamba tidak memiliki apa-apa, kecuali keluarga yang bahagia dan penuh syukur.”

Karena merasa penasaran dengan penuturan si Pelayan, sang Raja pun memanggil penasihat kerajaan yang bijaksana untuk dimintai saran. Kata sang Penasihat, “Yang Mulia, saya yakin bahwa si pelayan itu belum masuk Koin 99! Untuk menjelaskannya, mohon beri hamba koin emas sejumlah 99. Nanti, koin emas ini akan  hamba masukkan ke dalam tas, dan hamba letakkan di depan pintu rumah si pelayan.”

Singkat cerita, tas yang sudah berisi koin 99 itu kemudian diletakkan di depan rumah si pelayan. Sang Raja sendiri dengan perasaan ingin tahu, ikut menantikan bagaimana kira-kira reaksi si Pelayan.

Pada saat si pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut dan berteriak kegirangan karena menemukan tas besar berisi kepingan uang emas. Dengan tak sabar, si Pelayan pun mulai menghitungnya. Ternyata, hanya ada 99 keping uang emas—yang berarti tidak genap 100 keping! Lalu, pelayan itu pun mencarinya ke seluruh penjuru istana. Tetapi sia-sia saja, karena ia tetap tidak menemukannya. Jadi, dia bertekad akan bekerja lebih keras supaya dapat membeli 1 lagi koin uang emas sehingga jumlah uang emasnya bisa genap menjadi 100.

Karena begitu fokus akan ambisi dan pekerjaannya, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, si pelayan tak lagi bernyanyi dan bersiul gembira. Wajahnya terlihat begitu serius dan murung. Terlihat perubahan yang sangat drastis dalam diri si pelayan.

Sang Penasihat pun menjelaskan hal ini kepada raja, “Tuanku, itu artinya, Pelayan itu telah bergabung dengan Koin 99! Yaitu mereka yang memiliki banyak hal, tetapi merasa tidak bahagia. Mereka fokus bekerja untuk mengejar satu koin lagi supaya genap menjadi 100. Celakanya, dalam mengejar 1 koin ini, mereka lupa pada hal-hal lainnya. Mereka kekurangan waktu tidur, kekurangan waktu untuk keluarga, untuk lingkungan, serta kekuarangan waktu untuk kebahagiaan mereka sendiri. Terkadang, dalam mengejar satu koin emas ini, mereka rela mencelakai orang lain. Itulah yang hamba maksud dengan Koin 99, Yang Mulia.”

“Wahai engkau Penasehat yang bijak, sekarang aku memahami maksudmu,” jawab sang raja. “Mulai sekarang kuputuskan, untuk menghargai setiap apapun yang aku miliki.”

Netter yang Bijaksana,

Sebagaimana si Pelayan dalam cerita tadi, tanpa kita sadari, kita pun sering terfokus hanya pada ‘1 koin’ yang kurang, tanpa pernah bersyukur pada ‘99 koin’ yang sudah kita punya.

Padahal kita semua tahu, ada hal-hal yang tak ternilai harganya. Misalnya kesehatan, teman, sanak-saudara, bahkan keluarga. Bahkan kalau toh seandainya ada salah satu dari hal-hal tersebut tidak kita miliki, setidaknya kita masih memiliki umur dan waktu.

Mari teman-teman, mengembangkan dan menjalankan semua aktivitas dengan modal rasa syukur dan bahagia. Sehingga di sepanjang jalan, kita bisa selalu ringan tangan berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama keluarga.

Salam hangat, luar biasa!

Selasa, 29 Januari 2013

Setiap Perbuatan Ada Balasannya


Setiap Perbuatan Ada Balasannya


Gambar sisip 1
Pernahkah kita tertimpa sesuatu yang dirasa tidak enak, misalkan terkena bola golf mengenai kepala. Jangan dulu menyalahkan orang lain yang tidak sengaja melakukannya, melainkan periksa, ingat-ingat, apa yang telah kita lakukan terhadap orang lain. Bisa jadi kita pernah melempar sesuatu, ternyata mengenai orang lain tanpa kita sengaja, misalnya. Demikianlah, suatu perbuatan akan ada balasannya. Bahkan Allah SWT menerangkan dalam QS Ali Imran : 140

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.”

Setiap makhluk yang ada di alam semesta ini, tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan Allah. Dan tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak diberikan perhitungannya oleh Allah Yang Maha Menyaksikan. Setiap kebaikan dan keburukan pasti dibalas dengan adil, meskipun hanya sebesar zarrah. Baik itu di dunia maupun di akhirat kelak.

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai." (QS Al Israa: 7)

Jangan pernah merasa tidak adanya pertanggungjawaban atas perbuatan kita di dunia ini, karena semua hal yang kita lakukan diawasi dan diperhitungkan oleh Allah untuk diberi balasan bahkan di dunia ini juga, kecuali perbuatan dosa yang segera dimohonkan ampunan-Nya. Semua hal akan dipertanggungjawabkan, karena pada hari perhitungan kelak, anggota tubuh ini akan bersaksi.

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS Yaasiin: 65)

Oleh karena itu, berhati hatilah dalam menjaga pikiran dan sikap kita. Terus bersihkan hati, agar kita semakin mudah dalam merasakan kehadiran dan pengawasan Allah.

Seseorang yang tauhidnya bagus, dapat dipastikan bahwa akhlaknya juga terjaga. Karena, dia yakin bahwa Allah Maha Melihat, sehingga dia akan sibuk dengan Allah tanpa perlu berakting dan berpura-pura.

"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Yunus: 61).
KH Abdullah Gymnastiar
*Pimpinan Ponpest Daarut Tauhiid, Pendiri & Pembina DPU Daarut Tauhiid

------------------------------------------------------
Lalu Pertanyaannya APA HUBUNGANNYA DENGAN BISNIS ?
Sangat erat sekali kaitannya . 
Sebenarnya bisnis adalah bagian dari hidup, tidak bisa memisahkan antara bisnis dan kehidupan, karena sesungguhnya adalah satu bagian kesatuan yang utuh.
Dengan berbisnis kita akan mendapatkan Rezeki yang dapat digunakan memenuhi kebutuhan di dalam hidup.

Pernah kita melihat ada orang yang diberi kemudahan-kemudahan di dalam menggapai Rezeki, namun ada juga yang seperti sulit sekali. Tentu kita bertanya-tanya kenapa bisa begitu ?

Seperti materi yang disampaikan diatas, bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan ada balasannya. Jika kita melakukan kebaikan , akan mendapat balasan kebaikan. Jika kita melakukan keburukan maka akan mendapat juga balasan keburukan. Balasan baik dan buruk ini bisa berupa apa saja dilain waktu dan kondisi. Baik berupa kemudahan menggapai rezeki, diberikan kesehatan, diberikan anak-anak yang sehat dan pintar, di berikan teman-teman yang baik, diberikan kelancaran dalam beraktifitas, dll.. Itu semua tak lain adalah sebagai balasan dari Tuhan atas setiap perilaku yang kita lakukan di waktu sebelumnya.

Untuk itu supaya diberi kelancaran di dalam menggapai Rezeki dari berbisnis, tentunya kita harus menerapkan prinsip-prinsip kebaikan / kemuliaan yang dijadikan standar nilai/prinsip yang harus dijalankan supaya kemudahan-kemudahan di dalam bisnis pun dirasakan. Yaitu nilai-nilai kebaikan seperti KEJUJURAN, TANGGUNG JAWAB, PEDULI, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh nilai Kejujuran, Jika kita di dalam berbisnis sudah menerapkan ketidak jujuran , mungkin saat ini kita mendapatkan keuntungan yang berlebih, tapi Tuhan itu Maha Adil dan Maha Melihat sewaktu-waktu kita bisa diberikan balasan yang setimpal, niat ingin meraih keuntungan malah menjadi mendapatkan kerugian yang justru lebih besar.

Kepedulian, dengan kita peduli memberikan sebagian rezeki kepada kaum fakir miskin, memberikan bantuan sembako kepada karyawan kita, bahkan sekedar memberikan senyuman dan sapaan tulus kepada pelanggan, sudah menjadi suatu nilai kebaikan , yang juga suatu waktu Tuhan akan membalas kita dengan kemudahan-kemudahan di dalam hidup.

Untuk itu para motivator pun sepakat, untuk meraih kesuksesan yang terpenting adalah KARAKTER. 
Success is our Right!

Jumat, 21 Desember 2012

7 karakter sukses seorang muslim

Karakter bs dibentuk.berikut #7karakter yg hrs dimiliki utk mjd sukses:

1.memiliki TUJUAN sbg peta hidupnya.Tujuan mampu memberi makna hidup.dan jelas apa yg ingin kita raih .
Carilah tujuan yg hakiki,jgn yg bersifat smentara &dunia semata.jadikan tujuan hidup adalah utk gapai Ridla Allah SWT
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

2.Keluasan PEMAHAMAN melalui ILMU.keluasan dlm memandang sgla persoalan,situasi,org lain,& diri sendiri dgn brdsrkan ilmu.
Segala perihal ilmu kehidupan dari A-Z tlah ada didlm Alquran & Hadits.dgn demikian mjd tau dasar2 berperilaku,mjd bertakwa


3.Selalu BERANI dlm 'kbenaran'.Bagi org sukses rasa takut bukan bagian hidupnya.berani hadapi rintangan &tantangan,berani beda.
Yg ditakuti baginya hnylah Allah SWT bukan thdp makhluk ciptaanNya.tunduk patuh kpd setiap perintah & laranganNya

4.MURAH HATI.dgn sll memberi & menolong org lain tnp pamrih.menabung kebaikan sebanyak2nya,krn Dia akan membls stiap kbaikan kita

5.Memiliki HARGA DIRI.seorg sukses bknlah peminta2/penjilat/ambil bkn haknya/tdk btgjwb.ia mmlki prinsip,berkarakter.

6.PERCAYA DIRI.Percaya diri akan menghasilkan tindakan.Tindakan akan menghasilkan hasil.sll positif & optimis.

7.Sertakan Allah disetiap langkah.jk kita dekat dgnNya,mk Dia pun akan mendekat.kemudahan dan kberkahan akan mnyelimuti.
Kalau Allah sdh melarang maka ya mjd haram jk ttp dilkukan mjd dosa.tdk ada tapi,tdk ada pengecualian.
Krn hidup ibarat menabung,prbnyklah tabungan pahala.namun jg hindari dosa spy tdk mjd bangkrut/bahkan amalan tertolak smuanya

Tulisan diambil dari twitter saya @Agung_N_Susanto




Minggu, 25 November 2012

SETIAP KEMENANGAN BUTUH KESABARAN


SETIAP KEMENANGAN BUTUH KESABARAN

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… 
“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? ”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada keluarga,teman,relasi yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada orang-orang disampingmu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau berapangku tangan pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Tuhan di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan menuju kesuksesan, saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat kesuksesan dan surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

-------------------------------

Salam sukses mulia !


Selasa, 03 Juli 2012

Buku adalah jendela dunia

Buku adalah "jendela" dunia. Buku juga bisa jadi sarana sukses karier kita. Bagaimana caranya?
•Sadari bahwa buku adalah sumber segala ilmu
Bukan rahasia lagi bahwa buku adalah gudangnya ilmu. Bahkan, meski saat ini informasi banyak bertebaran di dunia maya, hampir bisa dipastikan semua informasi di sana berasal atau minimal berawal dari sebuah buku. Sebab, buku adalah catatan sejarah dan kisah yang ditulis dengan banyak referensi. Tak jarang, orang-orang besar dikenal karena buku yang ditulisnya. Dan, mereka pun menjadi sejarah yang memengaruhi dunia berkat pandangan dan tulisan yang dibukukan.
Tingkatnya minat baca dengan menyisihkan waktu minimal setengah jam dalam sehari untuk membaca salah satu buku. Dan, sebisa mungkin, canangkan minimal sebulan sekali bisa menyelesaikan membaca satu buku secara utuh. Minimal, dengan menyadari bahwa buku adalah sumber dari berbagai macam ilmu (termasuk soal pengembangan karier) setidaknya kita akan mendapat "asupan" ilmu baru yang bermanfaat sebulan sekali.
Rasakan bahwa membaca bisa mempertajam pikiran dan mempercepat proses pembelajaran
Dalam buku seri 7 Habits karya Stephen Covey, ia menyebut bahwa salah satu kebiasaan yang sangat efektif untuk meningkatkan kesuksesan adalah membaca. Sebab, membaca bisa mempertajam pikiran. Anjuran itu berlaku untuk semua bacaan jenis bacaan. Bahkan, komik anak-anak sekali pun. Sadarkah Anda jika komik Doraemon bisa menginspirasi banyak inovasi dan penemuan unik di dunia? Tentu, akan jauh lebih maksimal jika kita bisa memilah dan memilih buku yang bermanfaat untuk membangun karier dan masa depan.
Dengan merasakan bahwa membaca akan memberi banyak manfaat, kita akan lebih betah untuk membaca. Sehingga, apa pun pengetahuan yang masuk, akan menjadikan kita punya nilai tambah.
•Memilah dan memilih buku yang tepat
Saat ini, banyak sarana pembelajaran dari buku melalui berbagai macam format. Ada audio book, ada video book, ada e-book, dan tentu, buku konvensional pun masih gampang kita jumpai di mana-mana. Dari semua jenis format tersebut, kita bisa memilih mana yang paling nyaman dengan cara kita menyerap ilmu. Bahkan, jika memang kita lebih suka diceritakan daripada membaca sendiri pun tak ada salahnya. Yang penting, kita bisa mendapat informasi dan pengetahuan tambahan dari buku tersebut.
Setelahnya,kita perlu memilih dan memilah topik yang kira-kira bermanfaat untuk menunjang karier kita. Tak perlu buku yang "berat-berat" yang penuh teori, jika memang kita lebih nyaman dengan buku-buku ringan bertulisan pendek-pendek. Tak perlu gengsi! Yang penting, sepanjang kita merasa mendapat ilmu dan mampu menikmati buku tersebut, kita pasti punya nilai tambah yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan karier.
 
•Menjadikan buku sebagai sarana sosialisasi
Tak jarang, kita berjumpa dengan orang yang memiliki ketertarikan pada hal yang sama. Termasuk, dalam hal ini buku dengan topik yang sama. Hal ini bisa kita "manfaatkan" untuk memaksimalkan jejaring guna memperluas pertemanan, yang ujungnya bisa jadi akan membuka peluang baru karier yang lebih cemerlang.
Atau, bisa jadi, jika bos kita tertarik pada topik yang sama, kita tentu akan lebih mudah "in" dengan apa yang diharapkan atasan tentang kerja kita. Misalnya soal pemasaran. Akan lebih mudah untuk membuka banyak wawasan jika kita memiliki pengetahuan yang sejalan dengan kemauan atasan.
•Menjalankan nilai-nilai positif yang didapat dari buku
Semua teori tak akan jadi "sesuatu" jika tak dijalankan. Karena itu, dari semua pengetahuan yang didapat dari hasil membaca buku, seharusnya bisa segera kita praktikkan. Termasuk, artikel yang sedang Anda baca ini. Jangan sampai, apa yang kita baca hanya akan berhenti pada teori semata. Dengan begitu, akan banyak hal positif yang bisa kita serap kemudian kita praktikkan untuk kesuksesan karier kita.

sumber : andriewongso.com

Senin, 18 Juni 2012

Obat Bosan Bekerja


Bosan Kerja, Ini Obatnya

Penulis : Tim AndrieWongso

Bosan di pekerjaan sering menjadi keluhan yang kita jumpai sehari-hari. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dimuat di Washington Post Amerika, sekitar 55% pekerja di Amerika Serikat-yang notabene sebagai negara maju dengan sistem kerja yang lebih rapi dan teratur- merasa kurang pas dan mudah bosan dengan apa yang dikerjakan. Karena itu, bosan dengan dunia dan pekerjaan sehari-hari sebenarnya adalah hal yang wajar.Namun, sudah pasti kita pun tak bisa membiarkan hal tersebut terus terjadi. Sebab, dengan bosan yang terus dipelihara dan cenderung dituruti, hampir bisa dipastikan kita tak akan dapat apa-apa. Bahkan, bisa jadi karier pun berhenti di situ-situ saja. Mengapa? Karena kebosanan yang dituruti akan mendorong kemalasan. Ujungnya, jika terus dilakukan, kita sendiri yang akan merugi.
Karena itu, bosan di pekerjaan harus segera dicegah. Berikut beberapa hal yang bisa kita coba lakukan...
- Ciptakan kondisi yang menyenangkan untuk pikiran kita
Banyak hal yang berawal dari pikiran. Maka ketika merasa bosan terhadap sesuatu, cobalah untuk berpikir ulang, bagaimana dan apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan pikiran yang kurang menyenangkan teredam. Misalnya, kita merasa mengapa pekerjaan begitu-begitu saja? Ganti dengan pikiran, banyak hal yang bisa dilakukan orang lain berkat pekerjaan saya.
Contoh, sebagai bagian akunting yang melakukan tugas pencatatan keuangan sehari-hari. Jika merasa bosan, bayangkan bahwa Anda sedang mengerjakan "misi" penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dengan peran Anda sebagai akunting, gajian bisa lebih tepat waktu, urusan keuangan menjadikan perusahaan lebih sehat dan maju. Akibatnya, pikiran Anda mengatakan, bahwa Anda mengemban misi penting yang sangat luar biasa bagi banyak orang.
- Bebaskan diri dari prasangka negatif
Cara lain yang juga biasa dianjurkan oleh banyak orang untuk menghadapi kebosanan adalah dengan mencoba menghindari asumsi dan prasangka yang negatif tentang apa yang kita kerjakan dan sekeliling kita. Tanpa sadar, bosan terjadi karena kita merasa respons yang diberikan terhadap apa yang kita kerjakan cenderung begitu-begitu saja. Bahkan, kemudian sering timbul iri hati melihat orang lain lebih dipandang prestasinya daripada kita. Hal tersebut kadang menimbulkan kebosanan yang berujung pada prasangka dan asumsi negatif.
 
Untuk itu, coba lawan dan hadang asumsi tersebut. Sebab, bisa jadi, Anda sebenarnya sedang "diawasi" untuk mendapat penghargaan-atau sebaliknya, pemecatan. Karena itu, coba bebaskan diri dari pikiran-pikiran kurang menyenangkan dan menggantinya dengan hal yang lebih positif sehingga gairah bekerja pun meningkat.
- Hindari orang-orang yang punya kecenderungan mengundang hal negatif
Dalam pekerjaan sudah pasti kita berhubungan dengan banyak orang. Dan, masing-masing punya karakter yang berbeda. Karena itu, cobalah lebih banyak bergaul dengan orang-orang yang punya karakter lebih positif. Bukannya memilih dan memilah teman, tapi seperti petuah bijak, jika ingin sukses, bergaullah dengan orang yang sukses.
Oleh karenanya, jangan terpancing pada "kelompok" yang sering kali bergosip di kantor, meski obrolannya cukup menarik. Cukup akrabi mereka sebatas rekan kerja. Namun, jika sudah ada obrolan yang menjurus ke arah kontraproduktif, sebisa mungkin segera jauhi. Sebab, acap kali saat yang diperbincangkan menyangkut hal-hal sensitif, bisa jadi kita ikut terbawa. Sehingga, tanpa terasa, hal tersebut mengganggu pikiran yang berujung pada kebosanan dan kekuranggairahan bekerja.
Sebaliknya, coba cari dan dekati orang-orang yang berada pada level di mana mereka selalu terlihat antusias bekerja. Tanyakan, apa saja hal yang membuat mereka selalu bekerja maksimal. Atau, jika belummemungkinkan, amati cara dan pola kerjanya. Pasti kita akan mendapat "sesuatu" hal positif yang bisa kita ambil untuk meningkatkan kinerja kita.

SALAM SUKSES MENUJU KEMULIAAN HIDUP

50 Kata Bijak Pepatah Arab


50 Kata Bijak Pepatah Arab

Dikutip Buku “10 Jalan Sukses Menghidupkan Prinsip Man Jadda Wajada” (Akbar Zainudin)
1. Man sara ‘ala ad-darbi washala
(Siapa berjalan pada jalan-NYA, dia akan sampai)
2. Man jadda wajada
(Siapa bersungguh-sungguh , dia akan berhasil)
3. Man shobaro zhofira
(Siapa bersabar, dia akan beruntung)
4. Man qalla shidquhu qalla shodiquhu
(Siapa yang sedikit kejujurannya, sedikit pula temannya)
5. Jalis ahla ash-shidqi wa al-wafa’i
(Pergaulilah orang jujur dan menepati janji)
6. Mawaddatu ash-shodiqi tadzharu waqta adh-dhiqi
(Kecintaan seorang teman itu akan terlihat pada saat kesulitan)
7. Wama al-lladzdzatu illa ba’da at-ta’abi
(Tidak ada kenikmatan kecuali setelah bersusah payah)
8. Ash-shobru yu’inu ‘ala kulli ‘amalin
(Kesabaran itu membantu segala pekerjaan)
9. Jarrib walahidz takun ‘arifan
(Coba dan perhatikan, niscaya engkau akan paham)
10. Uthlubu al-’ilma min al-mahdi ila al-llahdi
(Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur)
11. Baidhatu al-yaumi khairun min dajajati al-ghodd
(Telur hari ini lebih baik dari ayam hari esok)
12. Al-waqtu atsmanu mina adz-dzahabi
(Waktu itu lebih berharga daripada emas)
13. Al-’aqlu as-salimu fi al-jismi as-salimi
(Akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat)
14. Khoiru jalisin fi az-zamani kitabun
(Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku)
15. Man yazra’ yahshud
(Siapa yang menanam, dia akan memetik/memanen)
16. Khoiru al-ashabi man yadulluka ‘ala al-khoiri
(Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan)
17. Laula al-’ilma lakana an-nasu ka al-baha’imi
(Seandainya tiada berilmu, manusia itu seperti binatang)
18. Al-’ilmu fi as-shighori ka an-naqsyi ‘ala al-hajari
(Ilmu pengetahuan di waktu kecil itu bagaikan ukiran di atas batu)
19. Lan tarji’a al-ayyamu al-lati madhot
(Tidak akan kembali hari-hari yang lalu)
20. Ta’allaman shoghiran wa’mal bihi kabiron
(Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar)
21. Al-’ilmu bila ‘amalin ka asy-syajari bila tsamarin
(Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah)
22. Al-ittihadu asasu an-najahi
(Persatuan adalah pangkal keberhasilan)
23. La tahtaqir miskinan wa kun lahu mu’inan
(Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya)
24. Asy-syarofu bi al-adabi la bi an-nasabi
(Kemuliaan itu dengan adab kesopanan , bukan dengan keturunan)
25. Salamatu al-insani fu’ hifdzi al-lisani
(Keselamatan manusia itu dalam menjaga lisannya)
26. Adabu al-mar’i khorun min dzahabihi
(Adab seseorang itu lebih berharga daripada emasnya)
27. Su’u al-khuluqi yu’di
(Kerusakan budi pekerti/akhlak itu menular)
28. Afatu al-’ilmi an-nisyan
(Bencana ilmu itu adalah lupa)
29. Idza shodaqa al-’azmu wadhoha as-sabilu
(Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya)
30. La tahtaqir man dunaka fa likulli syai’in maziyyatun
(Jangan menghina orang yang lebih rendah daripadamu karena setiap orang mempunyai kelebihan)
31. Ashlih nafsaka yashluh laka an-nasu
(Perbaikilah dirimu sendiri niscaya orang lain akan baik padamu)
32. Fakkir qobla an’ta’zima
(Berpikirlah dahulu sebelum kamu merencanakan/berkemauan)
33. Man ‘arafa buida as-safari ista’adda
(Siapa yang tahu jauhnya perjalanan, dia akan bersiap-siap)
34. Man hafaro khufrotan waqo’a fiha
(Siapa yang menggali lubang, dia yang akan terperosok ke dalamnya)
35. ‘Aduwwun ‘aqilun khoirun min shodiqin jahilin
(Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh)
36. Man katsuro ihsanuhu katsuro ikhwanuhu
(Siapa yang banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya)
37. Ijhad wala taksal wala taku ghofilan fanadamatu al-’uqba liman yatakassal
(Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah karena penyesalan akibat itu bagi orang yang bermalas-malasan)
38. La tu’akhkhir ‘amalaka ila al-ghoddi ma taqdiru an ta’malahu al-yauma
(Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari yang kamu bisa mengerjakannya hari ini)
39. Utruk asy-syarro yatrukka
(Tinggalkanlah perbuatan jelek niscaya dia akan meninggalkanmu)
40. Khoiru an-nasi ahsanuhum khuluqan wa anfa’uhum linnas
(Sebaik-baik manusia itu adalah yang lebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia)
41. Fi at-ta’anni as-salamatu wa fi al-’ajalati an-nadamatu
(Di dalam kehati-hatian adanya keselamatan, dan di dalam ketergesaan adanya penyesalan)
42. Tsamrotu at-tafriti an-nadamatu wa tsamrotu al-hazmi as-salamatu
(Buah sembrono atau lengah itu penyesalan dan buah cermat itu adalah keselamatan)
43. Ar-rifqu bi adh-dho’ifi -min khuluqi asy-syarifi
(Berlemah-lembut kepada orang yang lemah itu adalah suatu perangai orang yang mulia)
44. Fajaza’u as-sayyiatin sayyiatun mitsluha
(Maka pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama)
45. Tarku al-jawabi ‘ala al-jahili jawabun
(Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya)
46. Man ‘adzuba lisannuhu katsuro ikhwanuhu
(Siapa yang manis tutur katanya, banyaklah temannya)
47. Idza tamma al-’aqlu qolla al-kalamu
(Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya)
48. Man tholaba akhon bila ‘aibin baqiya bila akhin
(Siapa yang mencari teman yang tidak bercela maka dia tidak akan mempunyai teman)
49. Qul al-haqqo walau kana murron
(Katakanlah yang benar itu walaupun pahit)
50. Khoiru malika ma nafa’aka
(Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu)