banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Senin, 22 Mei 2017

Rasa Malas Membunuhmu




Rasa malas mulai muncul seiring kemudahan-kemudahan hidup. 

Saat itulah anda berada di zona nyaman yang melenakan.

Segera keluar dari zona nyaman teruslah maju dan berkembang.


Salam Sukses Berkah Berlimpah!

NIAT yang baik harus diraih dengan cara yang BAIK



Niatnya baik ingin bangun masjid, tapi caranya dari korupsi.

Niatnya baik ingin bangun pesantren, tapi caranya dari proyek yang didapat dari riswah (suap).

Niatnya baik ingin bahagiakan keluarga, tapi rumahnya dibeli dengan cara riba.


Astaghfiruloh semoga kita semua selalu diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Niat baik saja tidak cukup tanpa diikuti juga dengan cara yang baik bermuamalah sesuai syariat.

Cara Menangkan Persaingan Bisnis #2


Nahh !! ini dia yang ditunggu-tunggu Episode ke-2 tentang cara menangkan persaingan dalam bisnis.

Kesimpulan pada episode sebelumnya Michael Porter katakan “Menjadi TERBAIK di segala hal adalah sebuah strategi yang KELIRU” . Mengapa keliru ? Silahkan dibaca lagi episode pertama.
.

Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk menangkan persaingan bisnis ?
.

Sebelum saya jawab, Profesor Youngme Moon berkata : “Semakin keras organisasi bersaing, menjadi kurang berbeda mereka jadinya. Produk tidak lagi bersaing satu sama lainnya, tetapi saling meruntuhkan satu dan lain di pikiran konsumen yang menggunakannya.”

.
Artinya begini, ibarat anda seorang atlit spesialis lari jarak panjang (marathon), namun anda malah memutuskan bersaing di lari sprint 100 meter yang bukan kelebihan anda. Seharusnya anda fokus di kelebihan/keunggulan yang anda miliki, sehingga persaingan menjadi tidak relevan. Yaitu konsumen tidak membandingkan anda dengan usaha sejenis karena sejatinya berbeda.
.
.

“Strategi bersaing berarti memilih jalan yang BERBEDA dibandingkan yang lain. Organisasi harus bersaing menjadi UNIK” -Michael Porter-

Ya JAWABANNYA adalah menjadi UNIK!

.

Fokusnya adalah MENCIPTAKAN “SUPERIOR VALUE” pada kelompok konsumen yang dipilih! Bukan pada meniru atau menyamai pesaing.
Jadi tentukan dulu anda ingin menggarap kelompok konsumen (segment-target) yang mana ? Setelah itu ciptakanlah Value dari bisnis yang anda jalankan. Pastikan Value ini berbeda dari yang lain, bahkan UPAYAKAN benar-benar bisnis anda yang pertama.

.
Salah satu cara menjadi BERBEDA adalah dengan teknik REVERSAL (Pembalikan). Tidak ketika yang lain bilang Ya. Ya ketika yang lain bilang Tidak.

.
Contohnya sebelum Google menjadi raksasa seperti sekarang Yahoo lebih dikenal. Tampilan halaman depan Yahoo penuh dengan menu dan tulisan, mungkin supaya permudah user cari menu. Namun Google berani berbeda, tampilan depan cukup dengan satu kotak search saja.

.
Contoh lain restoran di Amerika ketika itu sedang terkenal konsep Fast Food yang dianggap ringkas dan cepat. Namun ada sebuah restoran yang berpikir sebaliknya, dia munculkan konsep Slow Food walau dengan produk yang sama. Hasilnya BOOM! restauran tampil beda, orang rela antri demi dapatkan makanan itu.

.
Bagaimana strategi menjadi BERBEDA lainnya ? Dan Apakah cukup hanya dengan KEUNIKAN saja anda bisa menangkan persaingan ?

.
Jangan kemana-mana nantikan episode berikutnya

.
Silahkan like & comment supaya makin banyak yang dapat manfaat.

.
SALAM SUKSES BERKAH BERLIMPAH!

Cara Menangkan Persaingan Bisnis #1


Beberapa kali ngisi seminar banyak yang tanya gimana cara atasi persaingan bisnis yang semakin "berdarah-darah". Artinya pasar sangat kompetitif dan sulit untuk mencapai target omset.
Dari pengalaman membangun bisnis dibutuhkan strategi yang tepat dan berani untuk atasi problem ini.
Nah!! supaya tidak terlalu panjang saya akan bahas jadi beberapa episode.
Di episode pertama ini saya kutip dari Michael Porter :
"Bersaing menjadi terbaik, MUTLAK merupakan pemikiran yang KELIRU tentang persaingan, yang akan berakhir pada keuntungan yang BIASA-BIASA saja!”
-Michael Porter-
Lho !!?? bukannya untuk sukses di suatu industri kita harus menjadi yang TERBAIK untuk memenangkan persaingan ??
Jangan-jangan pernyataan Porter ini asal tanpa dasar yang kuat! Layak tidak untuk dijadikan suatu landasan strategi?
Sebelum menjawabnya Michael Porter ini adalah seorang pakar manajemen dan Profesor dari Harvard Business School dan juga pemilik Mark Kramer Foundation Strategy Group.
Kenapa menjadi terbaik merupakan pemikiran yang keliru ? Yang dimaksud terbaik disini adalah TERBAIK di segala hal dibanding kompetitor. 
Padahal untuk menjadi terbaik di segala hal maka paling tidak berdampak pada dua hal yaitu :
1. Biaya Naik >> Diakibatkan cost untuk memberikan pelayanan yang full service membutuhkan biaya yang tinggi. Seperti ketika naik pesawat low cost tentu beda layanannya dengan pesawat yang full service bukan ?
2. Harga Jual Turun >> Karena ingin terbaik/menang di harga jual, akibatnya harga dibuat semurah mungkin. Contoh kasus misal pada pesawat dengan layanan full service, diberikan makanan, tempat duduk longgar, pesawat mahal NAMUN maskapai tersebut tetapkan harga murah bersaing dengan maskapai low cost. 
AKIBATNYA APA ? Ketika Biaya Naik dan Harga Jual Turun yang terjadi adalah pendapatan menurun yang berujung pada PROFIT yang MENURUN.
Kesimpulan awal di EPISODE pertama ini :
Tidak bisa bisnis anda memenangkan persaingan dengan menjadi yang terbaik di segala hal.
Lalu Solusinya ?
Jangan kemana-mana nantikan jawabannya di episode berikutnya.
Salam SUKSES BERKAH BERLIMPAH !
www.agungnugrohosusanto.com
NB : Like & Share supaya makin banyak yang dapat manfaat.

Cita-Cita Seorang Muslimpreneur



BENER-BENER SAYANG!!

.

.

kalau..


Muslimpreneur cita-citanya hanya mau sukses di dunia saja!
Karena dunia dan akhirat itu sejalan.

Amal dunia adalah jalan menuju kesuksesan di akhirat.


Jadikan sukses dunia akhirat sebagai tujuan dengan jalankan bisnis sesuai Syariat-Nya

Rabu, 10 Mei 2017

Anomali Rezim Panik




Ketika seseorang panik perilakunya tidak berdasar akal sehat. Segala cara dilakukan untuk atasi ketakutan yang timbulkan rasa panik tersebut. Sayangnya keputusan orang panik itu biasanya terkesan serampangan. Parahnya keputusan serampangan ini malah buat masuk kejurang kebodohan yang lebih dalam.

Dalam teori pemasaran tak peduli itu sebuah keburukan atau kebaikan, selama bisa dibicarakan banyak orang maka dia  berhasil membuat sesuatu populer.
Makanya ada konflik-konflik yang di setting supaya sebuah produk jadi populer karena buah bibir pembicaraan orang banyak.

Ntah kenapa, apa karena buah kepanikan rezim, pembubaran HTI mencuat hingga diberitakan banyak media, padahal seperti teori pemasaran diatas rezim secara tidak langsung sedang populerkan HTI. 

Alhamdulillah walau awalnya skeptis, masyarakat sudah semakin cerdas yang akhirnya semakin paham pentingnya penerapan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh).

Bagaimana tidak kerusakan-kerusakan dinegeri ini adalah karena tidak diterapkannya syariat Islam.

Dalam ekonomi riba dimana-mana bahkan diwajibkan sebagai syarat pendirian bank, riba timbulkan banyak mudharat di masyarakat.

Dalam hal kriminalitas yang semakin banyak kejahatan sebab tidak adanya efek jera dengan tidak diterapkan hukum qisos.

Perzinahan,pelacuran,lgb t dan berbagai gaya hidup rusak, syariat berikan solusi pada hal ini.

Juga kemiskinan yang semakin meningkat akibat Sumber Daya Alam yang menurut syariat seharusnya dikuasai negara untuk dimanfaatkan sepenuhnya untuk masyarakat malah hanya dimiliki segelintir orang bahkan dijual kepada asing. 

Inilah anomali rezim panik, mereka bisa membuat makar namun makar Allah jauh lebih dahsyat. 

Kita nantikan episode selanjutnya.

Penjajahan Gaya Baru

Ketika proses hijrah saya merasa sedikit sekali ilmu agama yang saya miliki, sementara ilmu bisnis saya kejar kemana-mana mulai dari yang gratisan sampai yang berbayar mahal. 

Kehausan akan ilmu agama mendorong saya untuk berguru kepada ustadz,kyai,ulama dari berbagai harakah. Sampai-sampai harus rutin pergi bolak balik keluar kota bahkan sampai menginap beberapa hari full untuk menimba ilmu.

Diperjalanan tersebut saya juga bertemu Hizbut Tahrir. Disinilah awal mula saya memahami konsep bangunan Islam yang utuh. Ternyata Islam demikian detil mengatur kehidupan manusia tidak sebatas urusan akidah, ibadah, akhlak seperti yang selama ini saya pahami. Namun juga sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem pidana, politik, dll.

Di Hizbut Tahrir saya menjadi paham permasalahan bangsa ini yang ternyata sulit maju karena masih dijajah asing dengan pola penjajahan gaya baru, yang menjajah tanpa harus kirim pasukan seperti zaman penjajahan belanda dulu.

Dulu para pahlawan tak henti-hentinya teriakkan usir penjajah! Kini tak banyak yang meneriakkan itu terlebih dari kaum alim ulama. Dan salah satu yang sedikit meneriakkan secara konsisten dan beri penyadaran kepada masyarakat adalah Hizbut Tahrir.

Siapapun tidak bisa membantah fakta bahwa negeri ini sungguh dikaruniai oleh Allah SWT kekayaan alam yang berlimpah-ruah. Namun sayang, limpahan kekayaan alam itu sampai kini belum dapat dinikmati oleh mayoritas rakyat Indonesia. 

Meski diliputi limpahan kekayaan alam, puluhan juta rakyat negeri ini tergolong miskin. Mayoritas rakyat di negeri ini justru hidup dalam kondisi yang tertindas dan sengsara. Negeri ini juga dilanda aneka masalah di segala bidang: ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, dsb.

Negeri ini sesungguhnya tak pantas mengalami nasib seperti itu. Tentu semua orang bertanya-tanya mengapa kondisi seperti ini dapat menimpa negeri Indonesia kita? Jawabannya: kondisi ini adalah akibat Indonesia berada dalam cengkeraman neoliberalisme dan neoimperialisme.

Neoliberalisme adalah paham yang menghendaki pengurangan peran negara di bidang ekonomi. Menurut paham neoliberalisme, negara dianggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh individu, swasta atau korporat (perusahaan). 

Pengurangan peran negara dilakukan melalui privatisasi (penguasaan oleh swasta/asing) atas sektor publik seperti migas, listrik, jalan tol dan lainnya; pencabutan subsidi komoditas strategis seperti migas, listrik, pupuk dan lainnya; penghilangan hak-hak istimewa BUMN melalui berbagai ketentuan dan perundang-undangan yang menyetarakan BUMN dengan usaha swasta. 

Jadi, neoliberalisme sesungguhnya merupakan upaya pelumpuhan negara, selangkah menuju corporate state atau negara korporat (korporatokrasi). Artinya, pengelolaan negara dikendalikan oleh korporat (perusahaan swasta/asing).

Solusi terhadap permasalahan itu adalah dengan dikembalikan kepada syariah. Bagaimana bisa urusan kamar mandi saja ada aturannya apalagi urusan negara, Islam juga mengatur secara detail. Inilah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir supaya syariat Islam tegak secara kaffah di negeri tercinta  ini sehingga berikan kemaslahatan menjadi Islam rahmatan lil alamin.

Namun penjajah pun tidak akan tinggal diam ketika kepentingannya diusik. Melalui antek-anteknya kini Hizbut Tahrir terancam dibubarkan. Kita lihat saja episode selanjutnya sejauh mana mereka bisa melawan makar Allah sebagai sebaik-baik perancang.

Wa makaru wa makarallah, Wallahu Khairul makirin..

Agung Nugroho Susanto