banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Selasa, 17 Maret 2020

Harga Sebuah Perjuangan

Tentu kita pernah alami makan direstoran dengan layanan prima, penuh keramahan, cekatan dan ketelitian.
.
Juga tentu pernah alami sebaliknya makan di restoran dengan layanan yang amburadul, tidak jelas antriannya, lama dan salah-salah.
.
Dengan mudah kita menilai Restoran A baik dan Restoran B not recomended.
.
Padahal di balik output layanan yang prima dibutuhkan pembangunan sistem yang berkesinambungan penuh perjuangan.
.
Di sisi pelanggan apa pedulinya, yang penting layanan bagus, habis perkara.
.
Begitu juga dalam hidup kita ingin hidup yang tenang, bahagia, penuh keberkahan.
.
Untuk dapat output itu, tentu juga harus diiringi input yang sungguh2.
.
Diawali muhasabah, perbaikan diri, sabar hadapi ujian, beramar makruf nahi munkar, tawakal, banyak berbagi, serta taat kepada seluruh syariat-Nya.
.
Usaha tak kan menipu hasil, yakin atas Rahmat Allah SWT.
.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan  itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raaf: 96)


Sabtu, 14 Maret 2020

Seberapa Nyata

Wabah covid-19 sudah menjadi pendemi menyebar diberbagai negara.
.
Sudah semestinya kita berikhtiar untuk terhindar darinya.
.
Luar biasanya tanpa dikomando masyarakat inisiatif mencari masker, hand sanitizer, dan berbagai upaya pencegahan lainnya.
.
Dorongan kuat itu muncul karena terlihat jelas terindera dampak yang bisa terjadi, yaitu kematian.
.
Alangkah dahsyatnya bila semangat terhindar dari virus berlanjut terus pada semangat ketaatan jalankan seluruh syariat-Nya.
.
Karena dampak kedepannya lebih mengerikan dari kematian, yaitu siksa yang dahsyat di akhirat kelak.
.
Memang tidak bisa terindera mata, namun bagi seorang mukmin seharusnya tampak nyata jelas dihadapannya.
.
Bila belum juga meyakini kebenaran-Nya tanda ada pemahaman yang belum tuntas.
.

“Akan tetapi Allah itulah yang membuat iman terasa menyenangkan bagi kalian, membuatnya tampak indah di dalam hati kalian, dan yang membuat kalian benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang lurus. Sebuah keutamaan dan kenikmatan yang datang dari Allah, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. al-Hujurat: 7-8)

Rabu, 11 Maret 2020

Jangan Salah Fokus

Waktu masih sering isi seminar wirausaha dikampus lumrahnya ceritakan perjalanan bisnis.
.
Karena tujuan mengajak untuk jadi entrepreneur maka kebanyakan isi kisah keberhasilan.
.
Padahal kalau siap jadi pengusaha otomatis harus siap berhadapan dengan segudang masalah.
.
Bagi yang terbiasa hidup teratur jangan coba2 deh! Hehehe..
.
Kabar baiknya.. Sebenernya setiap masalah tergantung dari cara pandang saja.
.
Hidup ini sederhana bila kita memahami esensinya.
.
Yang bikin rumit itu ya diri sendiri yang lebih fokus di “pernik” ketimbang hakikat.
.
Jadikan masalah-masalah cabang/pernik (bukan terkait dosa) sebagai hal yang sederhana.
.
Setiap masalah cabang itu kecil, karena yang besar sesungguhnya hanyalah Allah SWT.
.
Ketika miliki pemahaman ini maka hidup menjadi lebih mudah. 
.
Baik itu urusan bisnis, kerjaan, pertemanan, rumah tangga, dll.
.

"Dan kehidupan dunia tak lain adalah permainan dan senda gurau." (QS. Al-An’am: 32)

Senin, 09 Maret 2020

Penyakit hati

Alkisah seekor ular merayap disekitar pekerja tukang kayu yang sedang istirahat. Kebetulan ular merayap di atas gergaji yang tajam. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. 

.
Beranggapan gergaji menyerangnya, ular itu membalasnya dengan mematuk gergaji itu berulang kali.
Namun serangan bertubi-tubi ular tersebut malah membuat mulutnya jadi terluka parah. 
.
Marah dan putus asa, ular itu tetap berusaha mengalahkan gergaji itu dengan mencurahkan tenaga terakhirnya. Ia pun kemudian membelit gergaji dengan tubuh panjangnya.
.
Belitan tersebut justru malah membuat tubuhnya semakin terluka parah. Hingga akhirnya si ular mati karena seluruh tubuhnya dipenuhi luka.
.

Ketahuilah, rasa dendam, amarah, curiga dan pikiran negatif lainnya, itu bagaikan ular yang membelit gergaji. 
.
Semakin lama disimpan, hal itu akan menyakiti diri sendiri. Tidak ada ketenangan dan kedamaian dalam hati yang membuat hidup semakin menderita.
.

, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Jumat, 06 Maret 2020

Prasangka Adalah Ilusi

Sejak kecil saya Paling takut tampil dihadapan orang banyak.
.
Masih ingat waktu SD ada ujian nyanyi didepan kelas, keringat dingin keluar dengan derasnya.
.
Berdasar tes karakter DISC Profile, saya bukan orang yang Influence / suka bicara. Atau biasanya disebut sebagai pribadi yang introvert.
.
Namun menginjak kuliah dan putuskan bisnis, alhasil mau tidak mau, suka tidak suka harus sering komunikasi ke pelanggan, karyawan, vendor dan juga pemasaran.
.
Berjalan waktu mulai sering diminta isi seminar.
.
Akhirnya Ketakutan tampil didepan umum berangsur hilang.
.
Ternyata ketakutan-ketakutan yang dialami hanyalah ilusi.
.
Gambaran yang diasumsikan dan diciptakan sendiri.
.
Yang ketika dijalani tidak mewujud nyata.
.
Hadapi ilusi dengan terus melangkah memaksa diri .
.
Yakinlah selama untuk kebaikan semua akan dimudahkan
.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku...” (HR Bukhori - Muslim)

Rabu, 04 Maret 2020

Hidup Serba Instan

HIDUP SERBA INSTAN
.
Hidup di zaman dengan kecanggihan teknologi sekarang bisa memunculkan karakter sifat serba instant.
.
Ingin sesuatu mau mudahnya tanpa mau usaha/pengorbanan.
.
Karakter instan ini juga juga berpengaruh kepada lemah mental / gampang menyerah.
.
Dzun Nun (Tsauban bin Ibrahim) rahimahullahu berkata, “Ada empat perkara buruk yang menghasilkan buah: tergesa-gesa yang buahnya adalah penyesalan, kagum pada dirinya sendiri yang buahnya adalah kebencian, keras kepala yang buahnya adalah kebingungan, dan rakus yang buahnya adalah kemiskinan”.
.
“Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.”(Diriwayatkan oleh Bukhari
.
Namun bukan berarti menjadi insan yang suka menunda-nunda, bersegera dalam ketaatan/kebaikan justru merupakan perintah Allah SWT.
.
Amru bin ‘Ash mengatakan tergesa-gesa yang dilarang adalah terburu-buru pada sesuatu selain keta’atan tanpa ada rasa khouf (takut) pada Allah.

Senin, 02 Maret 2020

Dasar Hubungan Membahagiakan

DASAR HUBUNGAN
.
Siapa yang hobi ke toko buku beli buku, padahal di rumah masih banyak buku bertumpuk yang utuh terplastik?
.
Selamat berarti kita sama! 😅
.
Bukan karena malas baca, tapi karena kecepatan baca dengan buku baru tidak seimbang. Alhasil buku menumpuk.
.
Kemaren saya baca buku ada quote : “Dasar hubungan antar manusia yang membahagiakan bukanlah menang-menang (win-win) melainkan KASIH”
.
Dipikir bener juga, kalau hubungan hanya sekedar win-win, atau win-lose maka yang terjadi “transaksional”  berdasar imbal balik.
.
Padahal setiap orang punya kekurangan & kelebihan masing-masing.
.
Tidak bisa standar diri dipakasakan kepada orang lain.
.
Selama bukan pelanggaran syara, diri harus paham kita dilahirkan dengan sifat yang berbeda.
.
Justru bukan sebagai perbedaan tapi sebagai pelengkap.
.
Jadi dasar hubungan itu adalah Kasih, dengan saling memberi, berbagi, memahami, mengasihi.
.
Itu juga yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya.
.
Yakinlah kita tak akan rugi, dengan banyak memberi akan banyak menerima, baik kini atau dikehidupan nanti.
.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan berbangsa-bangsa,dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orng yg paling mulia di antaramu disisi Allah ialah orng yg paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal."(Q.S al hujuraat: 13)
- Agung Nugroho Susanto -