banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Sabtu, 17 Oktober 2020

Mempersulit Diri

Mempersulit Diri
.
Sejatinya hidup itu sederhana, namun kita saja yang suka mempersulit.
.
Masa Sih ? Kayanya nggak ada manusia yang mau mempersulit diri.
.
Faktanya begitu.
.
Contoh gampang ngerti riba itu haram, toh masih ada juga tuh yang cuek gunain riba.
.
Begitu juga banyak perintah dan larangan Allah SWT juga sama cuek aja pura2 nggak tahu.
.
Akibatnya ? Persoalan hidup menerpa datang silih berganti. 
.
Ada yang sadar segera perbaiki diri.
.
Namun juga ada yang pura2 nggak ada masalah, lalu “pelarian” cari hiburan2, hobby dan semacamnya yg jadi “doping” saja.
.
Sebentar lupa lalu kembali sadar banyak masalah, resah, gelisah, stress, dll.
.
Yuk ah masa mau gitu2 terus.. apalagi hukuman dunia belum seberapanya pertanggungjawaban di akhirat kelak.
.
Taat Tanpa Tapi Dan Nanti!
.
Salam Sukses Berkah Berlimpah

Jumat, 16 Oktober 2020

Kunci kebahagiaan hidup

Dalam sebuah firman-Nya manusia tak kan khawatir dan tak kan bersedih hati ketika beriman dan bertakwa.
.
Merupakan Bagian dari takwa adalah Sabar, Syukur dan Ikhlas.
.
Ketika ketiganya ada kebahagiaan kan mengiringi perjalanan hidup (namun harus diiringi juga seluruh bentuk takwa yg lain).
.
Ketika mendapat kesulitan hidup, cobaan, ujian silih berganti. Bersabarlah.. yakin semua adalah sebagai penghapus dosa.
.
Sekecil apapun nikmat yang ada bersyukurlah, maka hati terhindar dari penyakit hati, yakin semua adalah karunia Allah SWT. Ketika syukur justru akan ditambah nikmat.
.
Terhadap setiap aktivitas jalankan dengan ikhlas niatkan semua untuk keridhoan Allah SWT, maka semua menjadi terasa ringan.
.
Itulah ke-3 kunci kehidupan yang membawa kepada ketenangan hidup.
.
Silahkan dibuktikan.
.
Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Minggu, 11 Oktober 2020

Serial Sahabat Rasulullah (Mushab bin Umair)

 

MOTIVASI DARI SAHABAT RASULULLAH SAW (Mushab bin Umair)

MUSHAB dulunya adalah pemuda tampan, kaya dan bunga majelis yang selalu dirindu kedatangannya oleh kaum wanita. Kemudian berubah menjadi perlambang pengorbanan dan pengabdian tanpa batas. 


Keluarga Kaya

Mushab datang dari keluarga yang kaya raya di Mekah. Ia adalah putera kesayangan ibunya. Ia adalah seorang pemuda tampan yang menjadi idaman para wanita. Ia adalah pemuda yang selalu tampil dengan pakaian-pakaian bagus dan mahal.


Bunga Majelis

Ia jugalah yang selalu menghamburkan bau wangi semerbak dan selalu menjadi bunga majelis. Ia adalah perlambang anak muda yang ideal. Tampan, kaya dan cerdas. Segala fasilitas kehidupan bagai telah ada di dalam genggaman tangannya. Para ahli riwayat melukiskan semangat mudanya dengan kalimat: ‚Seorang warga kota Mekah yang paling harum namanya.‛


Berubah 180 Derajat

Namun, kemudian semua kehormatan, kemegahan dan kemewahan fasilitas tersebut ditinggalkannya. Ia berubah menjadi sosok lain yang berbeda. Jauh dari segala kemewahan, kenyamanan serta pemujaan kaum wanita.


Sosok Baru

Ia telah berubah menjadi sosok pemuda yang sangat sederhana. Dengan pakaian ala kadarnya yang penuh tambalan di sana-sini. Ia rela diputuskan hubungan darah oleh keluarganya dan kehilangan seluruh fasilitas mewah serta hak warisnya.


Para Sahabat Bersedih 

Dalam sebuah Majelis. Demi memandang kondisi Mush’ab, mereka semua menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya telah basah karena duka.

Mereka melihat Mush’ab memakai jubah usang dengan jumlah tambalannya yang sudah tak terhitung lagi, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka pakaiannya sebelum Islam tak ubahnya bagaikan kembang di taman, berwarna warni dan menghamburkan bau wangi.


Berkorban Dalam Dakwah

Tak hanya mampu berkorban untuk dirinya sendiri. Beliau juga memiliki pengorbanan yang tiada duanya dalam kasih sayang kepada orang lain. Wujud kasih sayang tertinggi yang beliau jalankan adalah dengan dakwahnya yang tak kenal lelah. Beliau adalah duta pertama Rasulullah yang mampu menjadikan Madinah (kota Yatsrib) yang dulunya penuh dengan peperangan antar suku menjadi kota yang siap menerima kedatangan Rasulullah SAW.


Perang Uhud 

Mushab bin Umair berteriak-teriak demi mengalihkan perhatian kaum kafir agar menjauh dari Rasulullah SAW. Pasukan kafirpun mendekat dan menyerangnya secara bergelombang.


Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangan kanannya hingga putus,Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya hingga putus pula.

Wahai Mushab sahabat yang mulia. Gerangan dorongan kekuatan mulia apa yang engkau miliki? Hingga berkorban jiwa dan raga.

 

 

 

Kamis, 08 Oktober 2020

Cara Rasulullah Menjalankan Bisnis

Rasulullah merupakan pedagang yang pandai mengelola bisnis.

Bagaimana Cara Rasulullah Menjalankan Bisnis ?


1. Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”

2. Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner

3. Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)

4. Bekerja dengan Prioritas

5. Tidak melakukan Monopoli

6. Selalu berusaha dan Tawakal

7. Tepat Waktu

8. Berani ambil Resiko

9. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).

10. Profesional di Bisnis yang Di kelolannya

11. Selalu Bersyukur di Segala Kondisi

12. Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal

13. Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis

14. Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).

15. Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)

16. Rajin Bersedekah 


sumber : http://rahasiabisnisrasulullah-sofyan.blogspot.com/

Senin, 05 Oktober 2020

Cara Bisnis Rasulullah (Merintis Bisnis)

 



RASULULLAH SAW MUDA MERUPAKAN PENGUSAHA YANG SUKSES.


Bagaimana MERINTIS bisnis cara Rasulullah ? Baca Sampai Selesai ! 

Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya

kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun orang pilihan, tetap dimulai dari langkah-langkah kecil.


Beliau juga mempunyai Goal dan rencana yang jelas.

Beliau Tidak Mudah Putus Asa,

"Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya" (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)


Beliau seorang yang Inovatif 

Barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi High Quality.


Selalu Berusaha Menjadi Trend Center

Beliau Memahami Kondisi Pasar

Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Supply & Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua.

Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu.

Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan

Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada

Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).

Kepercayaan Pemodal

Beliau Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya

Kamis, 01 Oktober 2020

Cara Bisnis Rasulullah (Bisnis Dengan Cinta)

 

Bisnis Dengan Cinta

(Intisari Tulisan Prof La Ode Kamaludin, Ph.d


Konsep bisnis dengan cinta sangat jarang terjadi di era ketika halal haram ditinggalkan seperti saat ini.


Cinta seorang muslimpreneur kepada relasi bisnisnya merupakan hal yang peting.


Baik kepada pelanggan, mitra, suplier, karyawan, dll.

Semakin besar rasa cinta (kebaikan) kepada pelanggan, semakin baik pula perilaku mereka kepada muslimpreneur, sehingga pelanggan merasa nyaman dan muncul loyalitas. 

Semakin nyaman pelanggan, semakin suka ia berbisnis dengan anda.


Juga berdampak direferensikan bisnis anda kepada teman dan relasi-relasinya.

Semakin bertambahnya pelanggan, artinya seiring sejalan semakin meningkat keuntungan .

Karyawan juga mesti diajak/dilatih untuk berikan pelayanan yang baik kepada pelanggan, dengan tersenyum , perhatian dan penuh keramahan.

Cara Bisnis Rasulullah (Rasa Syukur)

 

Rasa Syukur merupakan tanda dari rasa terima kasih kepada Allah SWT.


Setiap detik dan menit mestinya selalu ada sesuatu yang patut di syukuri dalam kehidupan ini. 

Jangan lewatkan hari-hari dengan murung dan bermuram durja. Perasaan bersyukur dan menerima apa yang ada dengan rasa syukur, akan mengundang bertambahnya kenikmatan.


“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7)



Kebanyakan orang, selalu merasa tidak berkecukupan . Ada orang yang hidup kaya, tetapi tidak memiliki keturunan.


Ada yang keluarganya banyak, namun hidupnya miskin. Ada orang yang memiliki banyak uang, namun musuhnya banyak.


Begitu seterusnya, sehingga mereka merasa serba kurang, mereka pun lupa bersyukur kepada Allah.


Belum bisa dianggap bersyukur, bila ia menyadari segala yang ia miliki semata-mata atas keluasan rahmat Allah, namun di sisi lain melalaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, ia enggan ibadah, enggan belajar agama, enggan berdakwah, memakan riba, dll. ⁣

Yang Jauh antara pengakuan dan kenyataan.⁣


“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS. Ali Imran: 123).