Nasehat indah dari Imam Asy Syafi'i :
#-Merantaulah…-
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang).#
#Merantaulah…
Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.#
#Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.#
#Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.#
#Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam.. tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.#
#Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.#
#Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni.#
Merantaulah…
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang)
Sumber: Diwan al-Imam asy-Syafi’i. Cet. Syirkah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Beirut. Hal. 39
Hal BESAR di awali dari sesuatu yang kecil. Begitu pula dalam menggapai kesuksesan, tidak ada yang instan semua butuh proses dan perjuangan. Inilah blog mengenai perjalanan, pengalaman, pembelajaran, petunjuk, hidayah dan PERJUANGAN. Semoga kita dapat menggapai kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.
banyak memberi banyak menerima
Rabu, 26 November 2014
Rabu, 29 Oktober 2014
Manusia cerdas
@AgungNSusanto
manusia yang cerdas mnurut imam ghazali adlah yang berpikir jangka panjang,segala perilakunya dpkirkan utk dampak jngka pjg
manusia berperilaku didasarkan atas kemanfaatan jngka pendek,jangka panjang,dan jangka panjang sekali
kbnykan manusia berperilaku atas dampak jngka pendek,yaitu yg dpat terindera,dpt dlihat,dirasakan,dinikmati segera
inilah org2 pragmatis yg hny berpikir pendek,ingin yg instan tdk mau bersusah pyah,halalkan sgla cara asal dpt yg diinginkan
level kedua yang bertindak atas dampak jngka pjg,ini mrk org2 yang sukses hidup didunia,mrk mau bersusah payah berjuang
pemikirannya jauh kedpn,nmun hny sebatas utk tujuan dunia,trkdang jg tdk bgitu peduli utk urusan akhirat,msih stengah2
ia ibadah,sedekah nmun hny sebatas utk tujuan dunia,msih blm benar2 bljr ttg agama & mnjlnkan syariat Islam scr mnyluruh
tipe terakhir adlh yang berperilaku atas dasar dampak jangka panjang sekali (akhirat),ini org2 yg sukses dunia & akhirat
smua perilakunya didsrkan pd AlQuran & Hadits,sangat hati2 dlm bertindak krn mmkirkan dampaknya jauh sampai dihisab kelak
pabila dihadapkan keuntungan jngka pendek bermilyar2 pun tdk akan mau mnerima pabila hal tsb adlah hal yg dilarang Allah
tipe ketiga ini dlm brprilaku pertama lihat dulu dampak jngk pjg skali(akhirat),baru dmpak jngk pjg & terakhir jngk pendek
visi mrk besar,atas dasar dalil,inilah yg mmunculkan generasi hebat di zaman sahabat,merubah peta dunia dlm wkt singkat
itulah knp Imam Gozali bilang smakin panjang berpikirnya,semakin cerdaslah org itu. berpikir melampaui rata2 kbnykan org
sbliknya org yang berpikir pendek sbg org bodoh,krn akal dikalahkan hawa nafsunya.AlQuran & Sunnah tdk djadikan pedoman
"Alif laam miim.Kitab (Al Quran) ini tdk ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yg bertaqwa" QS. Al Baqarah:1-2
Kekayaan diri
@AgungNSusanto
1.Hirup pikuk dunia tlah membutakan mata hati manusia.jk ada satu saja nikmat yg hilang,manusia sibuk mnyesalinya
2. Pdhal,jk mau mnggunakan akalnya, sgera mnyadari bhw apa yg luput drnya,ssungguhny hnylah secuil dr samudra nikmat Allah yg tak terhingga
3. Yg merasa khilangan nikmat spt org yg tlah dianugerahi kerajaan dgn sgala kmewahan&kmegahan,lalu hilang sedinar sj sdh mrsa hilang sluruh
4. Jk sedih & kecewa krnnya,tak ubahny bayi yg mainannya diambil,ia akan trs menerus merengek sampai dptkan kmbali
5. ada seorg laki2 dtg kpd Yunus ibn ubaid mngeluhkan mslah ekonomi & penghidupannya..
6. Yunus pun mnyimaknya & kmudian berkata,"maukah engkau menukar penglihatanmu dgn uang seribu dirham?lalu djwb "tentu saja tdk!"
7. "Bgmn jk engkau menukar pendengaranmu/lisanmu dgn uang seribu dirham?" laki2 itu mjwb "tidak!"
8. Yunus kembali brtny "kalau bgitu,bgmn jk ditukar dgn akalmu" laki2 itu lagi2 mnjwb,"tidak!"
9. Yunus mngingatkan laki2 itu ttg sgla nikmat yg tlah Allah berikan,"mengapa engkau msih berkeluh kesah ttg kehidupanmu?"
10. Ketahuilah bhw ada diantara manusia,ada yg kefakiran mjd kebaikan baginya,krn jk ia kaya,kekayaan akan jd malapetaka bginya
11. Bgitu jg ada org yg kekayaan mjd kebaikan baginya,krn jk ia miskin,kmiskinannya mjd sumber kburukan utknya..
12. Org yg ridho dgn kttpan Allah,Allah mmenuhi dadanya dgn kekayaan,rasa aman,cukup,serta meneranginya dgn rasa cinta & kepasrahan pdNya
13. Org yg tdk ridho,dadanya penuh dgn kefakiran,gelisah,sll merasa kurang,hingga tak henti2 mngejar apa yg memuaskan hasrat duniawinya
14. Allah brfirman "Hai anak Adam,luangkan wkt utk beribadah kpdKu,niscaya Aku pnuhi dadamu dgn kkayaan & Aku mnghindarkan km dr kmelaratan>
15. >Kalau tidak,Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan kerja & Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan"(HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)
16. "Brngsp yg urusan akhirat adlh pusat perhatianny,Allah letakkan kkayaanny dlm hatinya,urusanny mjd bersatu &rezeki dunia akan mjd lapang
17. Sdng yg pusat prhatian urusan dunia,Allah letakkan kmiskinan di pelupuk matany,urusanny trcerai berai &rezkinya mjd sempit”HR Tirmidzy
18. Spt pd kedua hadits tsb bhw kaya/miskin adlah soal kepantasan,yg kaya "hati & jiwanya" maka kan diberi keberlimpahan
Dosakah bercita-cita menjadi kaya?
@AgungNSusanto
1| seseorang bercita2 kaya dgn memiliki harta yang banyak itu tidak haram (dosa) bahkan itu naluriah,
2| Asal selama dia menjaga beberapa hal :
1. Bagaimana cara dia mendapatkannya? yaitu harus memahami ilmu syariat ,ttg ekonomi Islam
2. Bagaimana cara dia membelanjakkannya? jgn sampai hasilnya digunakan utk yg melnggar syariat
3. Tidak boleh meninggalkan perkara2 kewajiban aktivitas lainnya (seperti kpd keluarga, masyakat, dll
4. Harta yang didapat tidak boleh di timbun (disimpan) tetapi harus dikeluarkan agar harta tetap beredar di masyarakat (seperti belanja, melakukan investasi, syirkah, memberikan hutang, dll)
Hati yang lapang

@AgungNSusanto
1| Alkisah seorg pemuda dtg ke gurunya bertanya ttg cara bunuh diri yg tdk berdosa,sang guru terkaget & btny knp dia brpkir spt itu
2| Pemuda tsb mncritakan khdpannya yg merana,org tua tlah tiada,keluarga&teman tak peduli,istri & anak meninggalkan
3| Lalu sang guru mengambil segelas air dan lima sendok garam,diaduklah dan diminta pemuda itu utk minum
4| Pemuda tsb pun meminumnya sampai habis walau dgn dipaksa dan mual krn rasanya sangat tdk enak
5| Setelah itu pemuda diajak ke belakang rumah ada sebuah telaga jernih,juga diperintahkan memberikan lima sendok garam lalu dmnt minum
6| Lalu diminumlah dengan tegukan cepat,dgn kesegaran dan 'kelezatan' dibanding air didlm gelas tadi
7| Sang guru berkata "air tadi ibarat hati,yg sempit hatinya spt air dlm gelas ktika ada mslah lsg terasa asin dan tdk enak
8| "yg lapang hatinya spt telaga dimasukkan banyak garam/masalah tak membuat rasanya berubah,tetap mnyegarkan"
9| Milikilah hati yg lapang,yg luas penuh keikhlasan,krn stiap kesulitan adlah sbg bentuk penghapus dosa bukti sayang Allah kpd kita
10| Yakinlah dibalik kesulitan ada kemudahan,selama ridho thdp ujian dgn teguh dlm ketaatan mk pintu jln kebaikan kan menghampiri
Bekal meraih Ultimate Success (Kesuksesan Hakiki)
Bekal
meraih kesuksesan hakiki
@AgungNSusanto
Seseorang
ditanya tentang apa makna kesuksesan baginya ? Ada yang menjawab yaitu ketika
serba cukup, cukup untuk beli rumah, cukup untuk beli kendaraan idaman, cukup
untuk Naik Haji, cukup memenuhi kebutuhan keluarga, ya intinya serba
berkecukupan. Ada juga seorang pengusaha nyentrik yang menjawab “Ketika esok
hari saya bisa makan, saya sudah sukses”
Demikian
ketika ditanya tentang kesuksesan akan memberikan jawaban berbeda sesuai dengan
hal yang diyakininya.Namun jika dirumuskan secara mendalam tentu Ultimate
Success manusia adalah untuk dapat mencapai kesuksesan hidup di dunia dan
akhirat.
Ada 6 bekal
untuk meraih Ultimate Success ini, mari kita bahas satu persatu.
Pertama,
True Vision.
True Vision
(Visi yang Hakiki), yaitu dimana kita hidup di dunia ini adalah dengan tujuan
untuk mendapatkan Ridho Allah. Ketika Allah sudah Ridho maka hidup pun menjadi
berkah dan penuh kelimpahan baik di kehidupan kini ataupun nanti (akhirat).
Jadi segala
perilaku kita termasuk aktivitas dalam berbisnis adalah dilakukan semata supaya
mendapat Ridho-Nya, bagaimana caranya ? Yaitu semua di NIATKAN karena Allah,
dan dengan mengikuti ATURAN Allah (syariat). Misalnya kita dalam bersedekah,
jika niatnya karena ingin dilihat orang tentu tidak menjadi pahala yang
berbalas berlipat, juga apabila uang yang digunakan adalah dari hasil
kecurangan tentu juga tidak menjadi pahala karena tidak mengikuti aturan Allah.
Juga dalam
hal Visi keberlimpahan dunia, ini diperbolehkan selama niat kita menjadi orang
kaya disini adalah untuk kebaikan (Ridho Allah), dimana tujuannya dengan uang
yang dimiliki dapat untuk membangun pesantren, menaikkan haji banyak orang,
membangun rumah sakit untuk orang miskin, dan sebagainya.
Kedua,
Mental yang Tangguh.
Perjalanan
bisnis itu penuh tantangan dan ujian yang berliku-liku, untuk itu dibutuhkan
suatu mental yang tangguh. Yaitu mental untuk selalu bersyukur dan bersabar
dengan pondasi tawakal (berserah kepada Allah). Dimana ketika mendapat suatu
keberhasilan sekecil apapun kita harus bersyukur, dengan bersyukur akan
dilipatgandakan lagi kenikmatan berupa keberhasilan-keberhasilan lain. Lalu
ketika mendapat kesulitan wajib bagi kita untuk bersabar serta tetap berupaya
di jalan yang di Ridhoi. Rahasia
kekuatan mental atas rasa syukur dan sabar tersebut yaitu dengan tawakal kepada
Allah, dimana dengan tawakal akan diberikan Allah berupa dicukupi kebutuhannya,
diberi petunjuk, akan dijaga urusannya, dan akan diberi rezeki kepadanya.
Ketiga,
Mengikuti aturan-Nya.
Banyak orang saat
ini lupakan dimana banyak yang tidak perhatikan tentang kehalalan atau
keharaman dalam berbisnis. Halal-Haram bukan hanya dari materi produknya saja
namun juga dari prosesnya, sumbernya, organisasinya, operasionalnya dan
lain-lain dimana prinsipnya Hulu sampai Hilir haruslah Halal. Kita ambil satu
contoh dalam sumber modalnya dimana tidak boleh menggunakan riba, sudah banyak
terbukti banyak pengusaha jatuh karena sebab riba, menjadi tidak ada keberkahan
di dalam bisnisnya.
Keempat, Teladan
terbaik.
Dalam hidup kita membutuhkan suatu
contoh/teladan orang-orang yang telah berhasil, dimana dari mereka kita dapat
melewati prose’s trial error sehingga lebih cepat di dalam meraih keberhasilan.
Teladan utama dalam hidup bagi umat muslim tentu saja Nabi Muhammad SAW. Begitu juga dalam bisnis, kita juga
membutuhkan teladan dalam
pembuatan ide bisnis, dalam perencanaan bisnis, dalam organisasi dan manajemen,
dalam pemasaran, dan dalam perkara bisnis lainnya. Temukan, lihat, pelajari.
Ambil teladan-teladan terbaik dibidang - bidang tersebut. Amalkan nilai-nilai
terbaik untuk menjadikan diri kita mencapai yang terbaik.
Kelima,
Think creative.
Memperoleh pikiran kreatif setiap hari
bukanlah perkara yang sulit, asal kita mau meninggalkan pola pikir satu arah.
Lihat dan timbang-timbanglah suatu persoalan melalui berbagai sisi, mintalah
masukkan dari orang lain, bukalah pikiran untuk berbagai kemungkinan. Dengan
cara sederhana itu pikiran kreatif akan muncul. Karena sesungguhnya yang
dibutuhkan oleh sebuah pikiran kreatif adalah informasi yang sebanyak-banyaknya
untuk kemudian diolah dan disimpulkan menjadi suatu ide yang tidak biasa
(extraordinary idea).
Keenam, Action.
Setiap ide bisnis sebaik apapun tidak akan
menjadi sesuatu yang bermanfaat jika tidak dapat direalisasikan. Hal mendasar
yang membedakan antara cita-cita dan angan-angan nampak dari tindakan nyata
dalam mewujudkannya. Untuk itu segera Action, lakukan secara bertahap step by
step. Prinsipnya adalah terus action sekecil apapun upaya, karena hal besar
adalah kumpulan akumulasi berbagai hal-hal kecil. Think Big Act Small!
Semoga
Bermanfaat. Success is our right!
Agung Nugroho Susanto,SH
CEO PT.Sushantco Indonesia
CEO PT.Sushantco Indonesia
(Simply Fresh Laundry dengan 262 outlet di 85
kota Indonesia dan Simply Homy Guest House dengan 22 unit di Yogyakarta dan
Bandung)
Jumat, 05 September 2014
Your reaction is the problem
@AgungNSusanto
Yg umurnya tak lagi muda pun blm tentu memiliki kematangan/kedewasaan krn seringnya mnghindar setiap kali mslah muncul
Selama masih hidup permasalahan kan sll ada,jd jgn lari darinya tapi hadapilah
Your problem isn't the problem. Your reaction is the problem. ~Anonymous
Masalah sbnrnya bukan mslah itu sndiri yg mmg kan sll ada,tapi dari reaksi kita thdpnya
Tapi beruntunglah kita hidup dizaman ketika Petunjuk jln yg lurus telah diturunkan (Quran & Hadits),smua solusi tlah ada
Tinggal mau/tdk mengikuti solusi petunjuk jln yg lurus tsb,atau malah cari solusi lain diluar itu
Langganan:
Postingan (Atom)





