Hal BESAR di awali dari sesuatu yang kecil. Begitu pula dalam menggapai kesuksesan, tidak ada yang instan semua butuh proses dan perjuangan. Inilah blog mengenai perjalanan, pengalaman, pembelajaran, petunjuk, hidayah dan PERJUANGAN. Semoga kita dapat menggapai kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.
banyak memberi banyak menerima
Senin, 20 Mei 2019
Strategi Menangkan Persaingan
Minggu, 19 Mei 2019
Tanda diSayang Allah
Insan yang hatinya selalu melekat hanya untuk keridhoan Allah SWT semata maka semua tindak tanduknya selalu terikat dengan syariat-Nya semata.
.
Hidupnya selalu diuji dalam berbagai bentuk, bukan karena Allah murka namun sebagai wujud kasih sayang Allah SWT kepadanya. Supaya dirinya selalu mendekat dan mencurahkan, berpasrah total kepada Allah semata.
.
“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani)
.
Allah memberikan ujian kepada para Nabi dengan ujian yang berat. Di antaranya ada yang dibunuh, ada yang disakiti masyarakatnya, ada yang sakit dengan penyakit yang parah dan lama seperti Nabi Ayyub, dan Nabi kita Muhammad shallallahu’alai wa sallam sering disakiti di Makkah, namun beliau tetap sabar menghadapinya. Intinya, gangguan semacam ini terjadi terhadap orang yang beriman dan bertaqwa sesuai dengan kadar iman dan taqwanya.
.
“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya” (HR. Ahmad,
.
Berbahagialah.. semoga kita masuk dalam barisan orang-orang yang salih tersebut. Aamiin..
.
#motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #suksesmulia
Kamis, 16 Mei 2019
Awas ajak maksiat
Karena setiap diri adalah pemimpin maka jangan sampai kepemimpinan kita membawa diri dan orang yang dipimpin kedalam neraka (kemaksiatan).
.
Misal Dalam lingkup kantor, atasan salah membuat keputusan perintahkan bawahan gunakan permodalan/ transaksi berbasis riba. Sehingga bawahan terkena status saksi/pencatat yang sama dosanya dengan pelaku riba.
.
Dalam lingkup negara, penguasa membuat kebijakan perbolehkan khamar/prostitusi maka terjerembablah rakyat dalam kemaksiatan.
.
Dalam lingkup keluarga suami/istri melanggar syariat (alih peran/ ketidaktaatan) sehingga muncul permasalahan yang akibatkan kerusakan.
.
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.” (HR-Bukhori)
Kamis, 09 Mei 2019
Umat Pertengahan
Sedih teringat diri yang dulu. Demikian tekun pagi, siang, malam tak kenal waktu, tak kenal lelah tapi bukan untuk meniti jalan keridhoan, namun hanya untuk mengejar sejumput kenikmatan fana dunia.
.
Tak bolehkah menjadi muslim yg berkelimpahan? Justru seorang muslim yang kuat (berkecukupan/kaya) lebih diutamakan daripada yang lemah. Namun bukan berarti sepanjang waktunya hanya untuk mengejar harta melupakan kewajiban-kewajiban seperti mencari ilmu, berdakwah, amar maruf nahi munkar, dll.
.
“Dan demikian (pula) Kami menjadikan kamu (umat Islam) ummatan wasathan (umat yang adil/pertengahan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan manusia) dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…” (QS. al-Baqarah/2: 143).
.
Artinya Islam memandang sesuatu secara adil menurut porsinya tidak melampaui batas. Ketika berpuasa ada waktu diwajibkan berbuka, malah haram bila tak berbuka. Dalam harta dilarang boros dan pelit, namun ditengah-tengah untuk bersikap Dermawan. Diwajibkan ibadah namun juga diperintahkan mencari nafkah. Posisi tengah mejadikan diri mampu memadukan ruhani dan jasmani, material dan spiritual, dalam segala sikap dan aktivitas.
.
Manusia memiliki sikap cenderung kepada yang disukai (hawa nafsu), sehingga seadil-adilnya perilaku / sikap adalah yang berasal dari Allah SWT, yaitu syariat-Nya sebagai petunjuk jalan yang lurus. Al Quran Sebagai mukjizat dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk dijalankan umatnya supaya tidak salah jalan.
.
Jadi bila ingin tak salah jalan/tersesat cukup ikuti jalan kebaikan, jalan yang diridhoi-Nya. Taat tanpa TAPI dan NANTI jika tak ingin menyesal NANTI.
Selasa, 07 Mei 2019
Taat Tanpa Tapi
Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Terlebih sebagai manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, ditambah godaan setan yang terus mengganggu sehingga diri ini mudah jatuh pada dosa.
.
Dosa bisa disebabkan karena perilaku yang dilarang Allah SWT, karena diamnya diri membiarkan kemaksiatan tak mau ber amar maruf nahi mungkar, serta bisa juga mendapat aliran dosa karena fardhu kifayah yang tak juga terlaksana.
.
Akibatnya bencana/kesusahan/ kesulitan akan menimpa seorang Mukmin, besar atau kecil. Karena sesungguhnya kesusahan tersebut menjadi wasilah bagi penghapusan dosa-dosanya, selain sebagai ujian kehidupan.
.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahgulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.” (HR.Bukhori)
.
Tentu, dosa-dosa terhapus dari orang yang tertimpa musibah jika ia menyikapi musibah itu dengan keridhaan dan kesabaran (Lihat: Ibn Qudamah al-Maqdisi, Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, 1/272; As-Samarqandi, Tanbih al-Ghafilin, 1/255).
.
Kita diberikan akal, sudah semestinya bisa mengambil hikmah dari kesulitan/cobaan yang diberikan, bermuhasabah supaya jangan sampai mengulangi kesalahan yang akibatkan berbagai persoalan hidup.
.
Taat Tanpa Tapi dan Nanti!
#motivasiislami #suksesmulia #yukhijrahbisnis
Jumat, 03 Mei 2019
Lupa Daratan
Istilah lupa daratan sering digunakan kepada siapa yang melampaui batas sehingga melupakan batasan-batasan.
.
Batasan yang dimaksud ditulisan ini adalah batasan yang diberikan Allah SWT (syariat).
.
Sebagai manusia dengan segala keterbatasannya perilaku lupa daratan ini pernah saya alami. Dari hasil muhasabah setidaknya ada beberapa penyebab.
.
Pertama,Faktor Lingkungan. Saat itu saya senang bergaul dengan yang hanya jadikan dunia sebagai tolak ukur, tak peduli halal-haram dalam muamalah, apalagi ngomongin dakwah. Akibatnya bisa ditebak fokus hidup sebagian besar hanya untuk harta semata. Hidup mikirnya hanya bisnis,bisnis dan bisnis.
.
Kedua,Sanjungan & Pujian. Bagaimana tidak lebih dari 30 penghargaan didapat, alhasil media cetak dan TV nasional kerap meliput. Nggak salah memang, namun bila tidak miliki pondasi ilmu membuat diri lupa daratan , jadi besar kepala, munculkan perasaan paling hebat, sehingga tidak mau dengarkan orang lain, terutama ajakan untuk belajar ilmu agama.
.
Ketiga, Kufur Nikmat. Ketika itu Usia 20-an tahun duit banyak, punya mobil mewah, motor gede, rumah megah, aset berlimpah tanpa sadar membuat hati mengeras menjadi sombong. Tidak mensyukuri nikmat yang didapat dengan taat SYARIAT secara utuh. Ngomongin agama baru sebatas sedekah dan ibadah. Padahal perintah dan larangan Allah SWT itu banyak, termasuk untuk ber amar maruf nahi munkar berjuang dijalan dakwah.
.
Semoga bisa diambil hibrohnya, muhasabah diri untuk kita semua supaya tidak lupa daratan kedepankan HAWA NAFSU ketimbang KETAATAN . Paham hakikat hidup dari mana kita berasal, untuk apa diciptakan, dan akan kemana setelah kematian. Banyak sekali fardhu khifayah yang belum berjalan, berakibat “transferan” dosa terus mengalir apabila tidak berjuang.
.
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. [al-Mâ`idah/5:77]
Rabu, 01 Mei 2019
Taat buah orang kuat
Kala hidup hanya “setetes air” tak layak rasanya dikejar-kejar hanya untuknya. Tiba-tiba ajal datang menjemput dan tak punya bekal untuk kehidupan akhirat yang “seluas samudra.”
.
. “Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?”(HR Muslim no 2868). .
Demikianlah. Seorang muslim sudah seharusnya sadar betapa dunia hanya negeri yang penuh dengan fatamorgana. Dunia bukanlah tempat bersenang-senang dan beristirahat. Dunia merupakan kampung mencari bekal. Sebaliknya, akhiratlah tempat memetik buah amal. Jika perbuatan yang diusahakan di dunia baik, tentu balasan di akhirat pun akan baik, dan demikian sebaliknya.
#taattanpatapidannanti #motivasiislami