banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Kamis, 09 Mei 2019

Umat Pertengahan



Sedih teringat diri yang dulu. Demikian tekun pagi, siang, malam tak kenal waktu, tak kenal lelah tapi bukan untuk meniti jalan keridhoan, namun hanya untuk mengejar sejumput kenikmatan fana dunia.

.

Tak bolehkah menjadi muslim yg berkelimpahan? Justru seorang muslim yang kuat (berkecukupan/kaya) lebih diutamakan daripada yang lemah. Namun bukan berarti sepanjang waktunya hanya untuk mengejar harta melupakan kewajiban-kewajiban seperti mencari ilmu, berdakwah, amar maruf nahi munkar, dll.

.


“Dan demikian (pula) Kami menjadikan kamu (umat Islam) ummatan  wasathan (umat yang adil/pertengahan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan manusia) dan agar Rasul (Muhammad) menjadi  saksi atas (perbuatan) kamu…” (QS. al-Baqarah/2: 143).

 .

Artinya Islam memandang sesuatu secara adil menurut porsinya tidak melampaui batas. Ketika berpuasa ada waktu diwajibkan berbuka, malah haram bila tak berbuka. Dalam harta dilarang boros dan pelit, namun ditengah-tengah untuk bersikap Dermawan. Diwajibkan ibadah namun juga diperintahkan mencari  nafkah. Posisi tengah mejadikan diri mampu memadukan ruhani dan jasmani, material dan spiritual, dalam segala sikap dan aktivitas.

.

Manusia memiliki sikap cenderung kepada yang disukai (hawa nafsu), sehingga seadil-adilnya perilaku / sikap adalah yang berasal dari Allah SWT, yaitu syariat-Nya sebagai petunjuk jalan yang lurus. Al Quran Sebagai mukjizat dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk dijalankan umatnya supaya tidak salah jalan.

.

Jadi bila ingin tak salah jalan/tersesat cukup ikuti jalan kebaikan, jalan yang diridhoi-Nya. Taat tanpa TAPI dan NANTI jika tak ingin menyesal NANTI.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar