banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Minggu, 09 Juni 2019

Hidayah dikejar, Istiqomah dipaksa




Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, 

.

‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” 

.

Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, 

.

‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalamminya” (HR. Muslim no. 2807).

.

Subhanallah... yang tampak baik dan indah didunia belum tentu merupakan kebaikan di akhirat. Sebaliknya yang tampak buruk dan sulit belum tentu merupakan keburukan di akhirat.

.

Tidak semua Orang memiliki visi kehidupan jauh kedepan (akhirat). Hanya mereka yang tunduk taat istiqomah memegang kuat syariat yang kan diberikan hidayah taufik oleh Allah SWT. Semoga kita bisa mendapatkannya. Aamiin.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!


Jumat, 07 Juni 2019

Bubur Lezat



Dalam menjalankan kehidupan, manusia harus berusaha di area yang dikuasainya dengan mengikuti syariat (aturan yang diturunkan Allah SWT), dan menjalankan setiap sunatullahnya supaya hasilnya maksimal. Di area ini akan terkena hisab di akhirat kelak.

.

Hasil akhir merupakan area yang menguasainya, manusia tidak dikenakan hisab akannya, merupakan ketetapan Allah SWT yang harus diterima dan dilarang untuk berkeluh kesah bila tidak seperti yang diinginkan.

.

“....janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

.

Ketika nasi sudah menjadi bubur, maka buatlah menjadi bubur yang lezat. Beri bumbu dengan takaran yang pas, lalu Nikmati setiap suapannya hingga habis tak bersisa (ajal datang menjemput).

.

Salam Sukses Berkah Berlimpah!


Kamis, 06 Juni 2019

Latih Otot Taat





“Otot” Semakin Dilatih Semakin Kuat

Tahun ini Berkesempatan merasakan mudik lintas moda transportasi. Nyupir lintas Sumatra ini beda dengan nyupir di Jawa. Kalau di Jawa tantangannya kepadatan kendaraan, kalau di Sumatra selain kendaraan juga medan jalan yang tidak rata dan berlubang.
.
Alhasil dibutuhkan ekstra fokus supaya  mobil tidak terperosok lubang atau ‘terbang’ karena sambungan jalan yang tidak rata.
.
Karena tidak terbiasa rasanya nyupir di lintas Sumatra ini bikin cepat lelah. Mungkin tidak bagi yang terbiasa.
.
Begitulah seperti otot semakin dilatih angkat beban maka semakin kuat, lama-lama yang dulu berat jadi terasa ringan.
.
Begitu juga tentang ketaatan, sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapi. Ketika kurang dilatih maka mental belum terbentuk jadi terasa berat.
.
Yang diperlukan adalah sikap IKHLAS, niatkan setiap langkah untuk ridho Allah SWT semata. Seperti saya bahas ditulisan “NIAT itu menguatkan!”
.
“Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji kalian; siapakah di antara kalian orang yang terbaik amalnya.” (QS. al-Mulk: 2)
.
Salam Sukses Berkah Berlimpah!

Minggu, 02 Juni 2019

Orang ‘berani’ banyak untungnya

Orang “Berani” banyak untungnya





Kutipan ini kalau tidak salah ingat saya baca dari buku bisnis. Artinya mereka yang berani ambil resiko kemungkinan berhasil lebih besar dibanding yang berdiam diri banyak pertimbangan.
.
Juga melihat para pemimpin, pahlawan dan pelaku perubahan sepanjang sejarah adalah mereka para pemberani. 
.
Namun berani yang ingin saya bahas disini bukan sekedar berani. Namun berani karena benar. 
.
Apa standar benarnya ? Semua orang bisa mengklaim kebenaran.
.
Jelas benar sesuai tuntunan syariat. Karena disitulah letak hisab di akhirat yang kan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
.
Mereka miliki visi jauh kedepan, mampu “melihat” sesuatu yang tidak bisa dilihat orang. 
.
Dia rela berkorban untuk kemaslahatan yang besar. Seperti Rasulullah SAW yang sangat peduli terhadap umatnya.
.

Kasih sayang Rasulullah Saw kepada umatnya tidak dapat diukur dengan harta ataupun tahta. Kasih sayang Rasulullah Saw sepanjang zaman, hingga pada detik-detik akhir dari kehidupannya pun Nabi Muhammad Saw senantiasa memikirkan dan menyebut-nyebut umatnya … Ummati … Ummati … Ummati …

Do’a dan Tangis Rasulullah Saw untuk Umatnya“Ya Allah, umatku, umatku.” (HR. Muslim)

.
Semoga kita dikuatkan jiwanya menjadi para pemberani hingga Islam menjadi Rahmatan lil alamin mewujud nyata.
.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)
.
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” (QS. Ali Imran, 3: 160)

Rabu, 29 Mei 2019

Ikhlas Karena Terbiasa



Secara bahasa, ikhlas memiliki arti bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. 

Menurut agama ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja,  memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

.

Kata Ikhlas sering kita dengar saat bersedekah. Bahwa berilah dengan ikhlas.. Keikhlasan membuat terhindar dari penyakit hati yang akan merusak niat untuk memberi itu sendiri. .


Bagaimana supaya bisa melatih keikhlasan? Ada suatu pandangan salah kaprah menurut saya "Memberi sedikit saja yang penting Ikhlas" Sebagai pembenaran bahwa dengan memberi sedikit saja itu lebih baik, daripada banyak-banyak tapi tidak ikhlas. hehe... Ya jelas beri sedikit lebih ikhlas karena beri sesuatu dalam jumlah yang tidak membebani segala kebutuhan hidup. Namun jika terus-terusan lalu kapan kita ikhlas memberi yang banyak ? .


Ternyata keikhlasan itu muncul dengan sendirinya seiring kebiasaan. Jadi untuk bersedekah jangan takut tidak ikhlas, yang penting niatnya hanya untuk memberi karena Allah, dan yakin walau sedekah banyak Allah akan membalas berlipat dalam berbagai macamnya bentuknya, tidak usah khawatir tidak tercukupi. Ini janji Allah yang PASTI!

.


Rumus IKHLAS MUNCUL KARENA TERBIASA juga berlaku untuk hal lainnya. Rutinitas kerja awalnya berat akhirnya terbiasa dan terasa ringan. Sholat di masjid awalnya malas akhirnya terbiasa dan rajin. Berolahraga awalnya capek akhirnya terbiasa dan ringan. Berangkat pengajian awalnya susah akhirnya terbiasa dan semangat. Dendam/benci awalnya kesal akhirnya terbiasa bertemu dan saling memahami. Dsb dsb.. .


Seperti bernapas Tak ada napas yang bisa kita pertahankan karena amat menyayanginya. Kita justru melepasnya, karena kita menyayangi hidup. Menerima dan melepaskan sejatinya hal paling alami yang bisa kita pelajari dari tubuh.

.

Semua tidak ada yang instan, apalagi urusan hati/tekad dibutuhkan latihan “otot” ikhlas hingga semua terasa mudah. Semoga hati ini ikhlas bersih dari kotoran dan menjadikan semua untuk keridhoaan Allah SWT semata. Aamiin. #motivasiislami #yukhijrahbisnis


Minggu, 26 Mei 2019

Niat yang Benar


Niat Yang Benar Itu Menguatkan

.


Sabda Nabi SAW “Setiap amalan itu dengan niat.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

. .

Kadang kala dalam hidup sering dapatkan cobaan yang berat.Kuncinya adalah dengan niat yang benar sejak awal. Karena niat itu MENGUATKAN.

.

Pastikan Niat kita adalah untuk keridhoan Allah SWT semata. InsyaAllah dengan niat yang benar maka jalan apapun yang dihadapi walau berupa kerikil bahkan batu terjal sekalipun jadi terasa ringan.

.


Contoh sederhana bahwa niat menguatkan:

Saat berpuasa, diwajibkan untuk niat terlebih dahulu. Entah kenapa saat berniat berpuasa maka tubuh dengan sendirinya menyesuaikan, sehingga saat siang hari tidak terasa lemas berlebihan.

.

Berbeda saat sedang tidak berpuasa (tidak berniat puasa karena Allah) walau pagi sudah sarapan, namun bila siang hari telat makan sedikit saja tubuh langsung lemas lunglai tak berenergi.

.

Disini bisa kita lihat bahwa niat yang salah (bukan untuk ridho Allah SWT) bila tidak tercapai yang di inginkan diri mudah sekali menyerah dan kecewa. Sebaliknya bila niatnya benar, maka betapa kesulitan/cacian/makian menerpa tak begitu di pedulikan karena semata dilakukan untuk keridhoan Allah SWT semata.

.

Nah.. jadi mudah sekali kita ketahui niat sudah lurus / belum. Tinggal temukan kemana hati condong ketika diterpa badai cobaan. Bila mudah kecewa dan menyerah artinya niat masih seputar remeh temeh dunia.

.

Niat yang Benar itu Menguatkan!

Pict sesaat kajian di @terasdakwah #yukhijrahbisnis 

#suksesduniaakhirat #motivasiislami

Sabtu, 25 Mei 2019

Hawa Nafsu



Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengingatkan bahwa mengikuti hawa nafsu akan membawa kehancuran. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَ ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

.

و ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ : خَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ والعلانيةِ وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا

.

“Tiga perkara yang membinasakan dan tiga perkara yang menyelamatkan.


Adapun tiga perkara yang membinasakan adalah: kebakhilan dan kerakusan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan  seseorang yang membanggakan diri sendiri.


Sedangkan tiga perkara yang menyelamatkan adalah takut kepada Allâh di waktu sendirian dan dilihat orang banyak, sederhana di waktu kekurangan dan kecukupan, dan (berkata/berbuat) adil di waktu marah dan ridha.”


[Hadits ini diriwayatkan dari Sahabat Anas, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abdullah bin Abi Aufa, dan Ibnu Umar g . Hadits ini dinilai sebagai hadits hasan oleh syaikh al-Albani di dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahihah, no. 1802 karena banyak jalur periwayatannya]




#motivasiislami #yukhijrahbisnis #suksesduniaakhirat #suksesmulia #quotesANS