banyak memberi banyak menerima

banyak memberi banyak menerima

Senin, 22 Mei 2017

MANA YANG DIDAHULUKAN SEDEKAH/BAYAR HUTANG ?



Tantangan terbesar yang menghadang kaum Muslim saat ini adalah menyikapi berbagai perkara yang terus berubah, tentunya melalui pemahaman Islam yang benar. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan mengacu pada metode yang sudah ditetapkan Islam dalam memahami hukum-hukum syariah, yakni mengaitkan fakta yang ada dengan nash-nash syariah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami benturan dalam beramal.
Contohnya:
Kita punya uang yang terbatas, kita harus bersedekah atau harus membayar hutang?
Mana yang harus diprioritaskan?
Jika terjadi benturan amal, bagaimana cara membuat skala prioritas amal?


Untuk menentukan prioritas dalam beramal, kita tidak boleh hanya mengandalkan logika.
Tidak boleh hanya mengandalkan analisis fakta.
Tidak boleh hanya mengandalkan pertimbangan manfa’at dan mudharat.
Tidak boleh hanya mengandalkan kesesuaian dengan hawa nafsunya.

Bila terjadi “benturan” dalam beramal, bagaimana membuat skala prioritasnya?
Bila mubah bertemu sunnah, maka yang sunnah harus didahulukan.
Bila sunnah bertemu wajib, maka yang wajib harus didahulukan
Bila wajib bertemu wajib, mana yang harus didahulukan?

Untuk itu diperlukan pemahaman tentang fikih Aulawiyah. Yang akan dibahas lebih lanjut

Menjawab pertanyaan judul diatas, Bersedekah adalah SUNNAH, sedang membayar hutang adalah WAJIB. Jadi dahulukan yang wajib ketimbang yang SUNNAH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar